Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BEBERAPA orang suka tidur miring, memeluk bantal, sementara yang lain lebih suka berbaring telentang sepanjang malam dan ada juga yang memilih tengkurap sepanjang malam.
Setiap orang memiliki posisi pilihan mereka sendiri dan, bertentangan dengan kepercayaan populer, tidak ada cara sempurna untuk tidur. Namun, untuk orang yang tidur tengkurap, ada beberapa alasan posisi ini tidak begitu ideal.
Tidur tengkurap disebut sebagai posisi tidur terburuk, menurut spesialis tidur Michael Breus, penulis The Power of When seperti dikutip dari Livestrong, Selasa (4/1).
Baca juga: Konsumsi Jenis Makanan dan Minuman ini Jika ingin Tidur Anda Berkualitas
Posisi ini sering menyebabkan rasa sakit dan nyeri yang cukup parah, terutama di leher Anda.
Kemudian, sering kali, ketika orang tidur tengkurap, leher mereka diangkat terlalu tinggi. Akibatnya, banyak yang mengalami sakit leher di pagi hari setelah tidur tengkurap.
Masalah lain, nyeri punggung bawah bisa muncul karena tidur tengkurap, menurut Cleveland Clinic.
Tidur dengan sisi depan memberi tekanan ekstra pada sendi di tulang belakang dan punggung bawah. Ketika Anda tidur tengkurap, sulit untuk menjaga tulang belakang Anda sejajar dengan benar.
Meskipun ini mungkin tidak menyebabkan rasa sakit atau tekanan setelah satu atau dua malam, tidur tengkurap yang konsisten dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau rasa sakit dalam jangka panjang.
Menekan sendi sensitif di punggung juga dapat menghambat mobilitas Anda, membuatnya lebih sulit untuk duduk dengan postur yang baik atau melakukan tugas sehari-hari.
Orang yang tidur tengkurap juga sering menjadi orang yang paling banyak bergerak sepanjang malam, kata Breus. Tidur telungkup menekan sendi di leher dan punggung Anda, menyebabkan lengan mati rasa.
Kemudian, karena ketidaknyamanan yang dapat ditimbulkan posisi ini, orang yang tidur tengkurap cenderung lebih sering bergeser atau tersentak di malam hari, sehingga menyebabkan gangguan tidur.
Kurang tidur berkualitas terkait dengan semua jenis efek kesehatan negatif, seperti kelebihan berat badan dan tekanan darah tinggi.
Lebih lanjut, setiap posisi tidur temgkurap dapat memperburuk gejala refluks asam. Ketika Anda berdiri atau duduk tegak, gravitasi membantu mencegah asam di perut Anda naik kembali ke tenggorokan Anda, menurut GI Society.
Menurut Breus, melatih diri untuk tidur dalam posisi baru tidaklah mudah. Seorang ahli kesehatan dapat menawarkan rencana yang dipersonalisasi untuk membantu memperbaiki postur dan posisi tidur Anda.
Breus merekomendasikan tidur dengan bantal yang tipis di bawah kepala Anda atau tanpa bantal sama sekali. Ini membuat kepala Anda kembali sejajar dengan tulang belakang Anda, mengurangi beberapa tekanan pada leher dan punggung Anda.
Selain itu, menempatkan bantal kecil di bawah panggul Anda dapat menambah kenyamanan, menurut University of Rochester Medical Center. Cara ini bisa membantu memperbaiki punggung bawah yang terlalu melengkung, membuat tulang belakang lumbar sejajar dengan punggung tengah dan atas. (Ant/OL-1)
Kepemilikan ponsel pintar pada remaja awal dikaitkan dengan faktor risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker.
Waktu tidur yang cukup membantu menyiapkan tubuh anak di tengah cuaca yang tidak menentu.
Penderita sakit pinggang direkomendasikan tidurnya dengan posisi telentang kasurnya jenis medium sampai medium firm, jangan terlalu keras.
Tidur bukan hanya istirahat. Studi baru ungkap peran hormon pertumbuhan yang bangun otot, tulang, metabolisme, hingga kejernihan otak esok hari.
Tidur bukan sekadar istirahat, melainkan proses biologis penting yang dikendalikan oleh otak dan hormon, seperti melatonin.
Riset terbaru University of Michigan menemukan neuron di hipotalamus berperan menjaga kadar gula darah, terutama pada empat jam pertama tidur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved