Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitulmaal Muamalat (BMM) dan Bank Muamalat Indonesia telah menggelar wisuda bagi para mahasiswa penerima manfaat program Beasiswa Sarjana Muamalat (BSM).
Wisuda dengan tema “Tantangan Lulusan Sarjana Abad 21” dilaksanakan secara daring dengan total wisudawan yakni 211 mahasiswa yang berasal dari 20 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di berbagai wilayah Indonesia.
Acara tersebut dihadiri Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang diwakili Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani dan Direktur Operasi Bank Muamalat Awaldi sekaligus Pembina Yayasan BMM.
Selain itu, hadir pula Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Mokhamad Mahdum, SE, Ak, MIDEc, CA, CPA, CWM, Rektor IPB University Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si, Dewan Pengawas Syariah BMM, Dr. H. Mohammad Adnan, Lc. MA. LL.M, dan Direktur Eksekutif BMM Novi Wardi.
Pada kegiatan tersebut berlangsung pula launching dua buah buku karya para wisudawan penerima manfaat yang berjudul “Kreatif Menerobos Krisis” dan “Merakit Panggilan Langit”.
Selain itu, ada pengumuman seleksi program pendampingan jenjang strata 2 sebagai rangkaian acara wisuda.
“Semoga wisuda ini memberikan motivasi kepada bangsa Indonesia untuk terus melahirkan calon pemimpin masa depan. Saya berterima kasih kepada BMM yang secara konsisten memberikan perhatian kepada pendidikan," kata Menag Yaqut Cholil Qoumas yang dibacakan Ali Ramdhani dalam keterangan pers, Rabu (29/12).
"Semoga para wisudawan para penerima beasiswa BMM dapat berkiprah secara luas di masyarakat,” ujar Gus Yaqut.
Program BSM merupakan wujud dari bentuk pertanggungjawaban BMM dalam mengelola dana zakat dari Muzaki atau pemberi zakat khususnya Bank Muamalat.
Sementara itu, dalam sambutannya, Awaldi mengatakan,“Program BSM merupakan bentuk penyaluran dana zakat oleh Bank Muamalat melalui lembaga LAZ BMM di mana dana zakat tersebut bersumber dari zakat karyawan, zakat bagi hasil produk nasabah, dan zakat perusahaan."
"Alhamdulillah beasiswa ini tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan tetapi juga uang saku bagi para penerima manfaat serta kemampuan softskill lainnya,” jelasnya
Di sisi lain, Direktur Eksekutif BMM Novi Wardi mengatakan,“Tentunya program ini tidak dapat berjalan lancar tanpa sumbangsih dari para donatur dan Alhamdulillah sebanyak Rp6,45 miliar dana zakat telah tersalurkan untuk pengelolaan program Beasiswa Sarjana Muamalat."
"Besar harapan kami agar nantinya program ini dapat semakin memperluas kebermanfaatan dan jaringannya sehingga keterbatasan ekonomi tak lagi menjadi penghambat anak-anak Indonesia untuk mendapat pendidikan yang berkualitas,” paparnya. (RO/OL-09)
Dinara saat ini berada di Amerika Serikat sebagai penerima beasiswa penuh (full scholarship) dari Kedutaan Besar AS melalui program pertukaran pelajar.
PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) menyalurkan beasiswa senilai Rp100 juta kepada Jakarta Indonesia Korean School (JIKS).
Program beasiswa "Glow and Lovely Bintang Beasiswa" telah berjalan selama sembilan tahun, menerima lebih dari 18.000 aplikasi pada tahun ini.
Beasiswa tersebut diberikan kepada sejumlah anak anggota yang memenuhi kriteria, dari sisi prestasi akademik.
KETUA Asosiasi Jaringan Beasiswa Indonesia, Rina Fatimah, menyebut pihaknya berkomitmen memperluas akses informasi beasiswa kepada masyarakat Indonesia.
Peresmian PMB tahun ini mengusung semangat membuka akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda Indonesia.
Sebagai bentuk syukur dan bentuk nyata pengabdian masyarakat pihak Yayasan juga memberi 400 beasiswa bebas UKT kepada mahasiswa baru.
UNSIA berencana untuk menjadi Google Reference University pertama di Indonesia serta fokus menjadi hub inovasi melalui World University Ranking for Innovation (WURI).
Wisudawan ini juga dibekali dengan pendalaman berupa integritas, kepedulian, dan kemampuan beradaptasi untuk menghadapi dunia profesional.
Kepada para wisudawan, Rektor berpesan kehidupan akan menguji sesuatu yang lebih dalam: kemampuan untuk tetap jernih ketika dunia menjadi gaduh.
Kekuatan baja tidak muncul saat ia disimpan rapi, melainkan saat ia terus-menerus ditempa dengan panas dan tekanan tinggi.
Sebanyak 28% lulusan Universitas Prasetya Mulya tercatat telah membangun usaha, baik berupa STEM-driven business maupun traditional business.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved