Rabu 29 Desember 2021, 13:35 WIB

Mengenal Terapi Bekam, Pengobatan Tradisional Berusia Ribuan Tahun

mediaindonesia.com | Humaniora
Mengenal Terapi Bekam, Pengobatan Tradisional Berusia Ribuan Tahun

Ist
Peralatan khusus untuk terapi bekam.

 

TERAPI bekam merupakan salah satu pengobatan tradisional yang telah dipraktikkan sejak ribuan tahun silam. Jenis terapi ini sering kali digunakan untuk meredakan rasa sakit di bagian tubuh.

Terapi bekam dilakukan menggunakan cangkir atau mangkok khusus yang dapat menghasilkan tekanan, sehingga mampu menarik kulit dan mengeluarkan racun ataupun darah kotor. Cangkir itu biasanya diletakkan di bagian tubuh tertentu, seperti punggung, perut, lengan, pinggang atau kaki.

Pengobatan alternatif ini telah digunakan masyarakat Timur Tengah dan Tiongkok sejak ribuan tahun yang lalu. "Secara spesifik, bekam bisa menyembuhkan migrain hingga nyeri otot di bagian leher, panggul, dan kaki. Bekam juga efektif mengendalikan tekanan darah tinggi bahkan kelainan darah seperti hemofilia dan anemia," ujar pimpinan Malika Refleksi, Viona Afriandi, dalam keterangannya Selasa (18/12).

Dia menuturkan perawatan ini juga bisa digunakan untuk mengatasi masalah kesuburan serta gangguan kandungan. Penyakit lainnya yang bisa diobati melalui bekam ialah rematik, seperti fibromyalgia dan radang sandi.

"Bisa juga digunakan untuk mengatasi masalah kulit, mengurangi kecemasan dan depresi, varises, herpes zoster, penyumbatan bronkus, carpal tunnel syndrome, hingga gangguan gastrointestinal," kata Viona.


Baca juga: Ingin Terhindar dari Hipertensi? Berhenti Merokok!


Dia menambahkan selain pengobatan metode bekam dapat mengembalikan kebugaran tubuh. Terapi ini pun banyak dicari masyarakat sebagai layanan kesehatan alternatif.

"Melihat manfaatnya, Malika Refeksi berinovasi menjawab kebutuhan konsumen. Bekam menjadi opsi baru yang kami tambahkan ke dalam daftar treatment. Apalagi, banyak konsumen juga menanyakan ini," ujarnya.

Terapi bekam secara umum berfungsi melancarkan pembuluh darah, merangsang kinerja saraf, meningkatkan imunitas tubuh, dan membuat tubuh lebih rileks. Adapun biaya refleksi bekam rata-rata Rp120 ribu. Terapi bekam cukup aman dilakukan pada kondisi penyakit tidak akut atau kambuh. Namun, setelah bekam ada efek samping, berupa bekas luka, memar, kelelahan, otot tegang, dan mual.

"Biasanya, efek samping terapi akan menghilang setelahnya. Untuk bekas ruam kemerahan yang muncul pada kulit biasanya akan hilang sendiri dalam waktu 10 hari," kata Viona.

Meski aman, terapi bekam tidak dianjurkan untuk beberapa orang dalam kondisi tertentu, yaitu ibu hamil, anak di bawah 4 tahun, wanita yang sedang menstruasi, orang mengonsumsi obat pengencer darah, penderita penyakit pembekuan darah (hemofilia atau ITP), riwayat masalah pada kulit, termasuk eksim dan psoriasis, serta epilepsi. (RO/S-2)

Baca Juga

Antara/Basri Marzuki.

Mengenal Angin Muson Penyebab Indonesia Alami Perubahan Musim

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 20:26 WIB
Angin muson dibagi menjadi dua jenis yakni angin muson barat dan angin muson timur. Berikut penjelasan proses dari kedua jenis angin...
dok.HMI

BADKO HMI Jabodetabek-Banten Resmi Dilantik PB HMI

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 20:25 WIB
PENGURUS Badko HMI Jabodetabek-Banten periode 2021-2023 resmi dilantik PB HMI di Jakarta, Sabtu lalu...
Ist

PPDI Gandeng IFES dan UMJ Selenggarakan Program Engage Training

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 20:19 WIB
Engage Training dilaksanakan sejak November 2021 sampai dengan Agustus 2022. Peserta yang mengikuti program ini sebanyak 22 mahasiswa dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya