Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) telah mengeluarkan Penggunaan Darurat (Emergency Use Authorization/EUA) kepada 10 vaksin covid-19. Sebanyak 10 vaksin SARS-CoV-2 yakni Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, Novavax, Sputnik-V, Janssen, Convidencia, dan Zifivax.
Masing-masing dari jenis vaksin ini memiliki mekanisme untuk pemberiannya masing, baik dari jumlah dosis, interval pemberian, hingga platform vaksin yang berbeda-beda, yakni inactivated virus, berbasis RNA, viral-vector, dan sub-unit protein.
Untuk vaksin Sinovac dengan platform virus dimatikan dengan dosis 2 x 0,5 ml/dosis dengan jeda pemberian dosis selama 28 hari. Jenis vaksin Astrazaneca memiliki platform viral vector dengan pemberian dosis 2 x 0,5 ml/dosis dengan jeda pemberian dosis selama 12 pekan.
Kemudian vaksin Sinopharm dengan cara mematikan virus dengan dosis 2 x 0,5 ml/dosis dengan jeda pemberian 21 hari. Vaksin Moderna dengan platform MrNa dengan pemberian dosis 2 x 0,5 ml/dosis dengan jeda pemberian 28 hari.
Vaksin jenis Pfizer dengan RNA-based dengan jumlah dosis 2 x 0,3 ml/dosis dengan jeda pemberian 21 hari. Kemudian vaksin Novavax dengan platform protein sub-unit dengan jumlah dosis 2 x 0,5 ml/dosis dengan jeda pemberian 3 minggu.
Jenis vaksin Janssen dengan platform non-replication viral vector jumlah dosis 0,5 ml/dosis dengan sifat dosis tunggal. Kemudian jenis vaksin Convidencia dengan non-replication viral factor dengan dosis tunggal 0,5 mili/dosis dan terakhir jenis vaksin Zifivax dengan platform rekombinan protein sub-unit dengan dosis 3 x 0,5 mili/dosis dengan jeda pemberian 1 bulan dari penyuntikan pertama ke berikutnya.
Vaksin yang disediakan adalah vaksin yang sudah dipastikan keamanan dan efektivitasnya. (H-2)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved