Selasa 14 Desember 2021, 09:45 WIB

Dampak Siklon Tropis Rai di Utara Papua pada Cuaca di Indonesia

Humaniora | Humaniora
Dampak Siklon Tropis Rai di Utara Papua pada Cuaca di Indonesia

ANTARA/ARI BOWO SUCIPTO
Petugas BBMKG mengamati pergerakan sikon tropis Paddy di BMKG Karangploso, Malang, Jawa Timur, Rabu (24/11/2021).

 

BMKG melalui Jakarta Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) melaporkan pembentukan Siklon Tropis Rai di sekitar Pasifik Barat sebelah utara Papua, yang berdampak pada cuaca Indonesia

"Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, Siklon Tropis Rai terbentuk di posisi 6,0 derajat LU, 140,8 derajat BT (sekitar 950 km sebelah utara timur laut Biak) dengan kecepatan angin maksimum di sekitar pusatnya mencapai 35 knot (65 km/jam) dan tekanan udara di pusatnya sekitar 998hPa," ujar Deputi Bidang Meteorologi Guswanto dalam keterangan resmi, Selasa (14/12).

Untuk periode 48 jam ke depan, Siklon Tropis Rai masih menunjukkan eksistensinya dengan kecenderungan meningkat dan pergerakan sistem ke arah barat-barat laut semakin menjauhi wilayah Indonesia.

Baca jugaAnggaran Riset Kendaraan Listrik BRIN Dinilai Tidak Cukup

Siklon Tropis Rai tumbuh di area tanggung jawab RSMC (Regional Specialized Meteorological Centre) Tokyo, sehingga otorisasi analisis dan penamaan sistem siklonnya dilakukan oleh RSMC Tokyo.

Dalam periode 24 jam ke depan, Siklon Tropis Rai dapat berdampak secara tidak langsung terhadap kondisi cuaca di antaranya potensi hujan sedang - lebat di wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

Kemudian potensi angin kencang 15-20 knot (27-37 km/jam) di wilayah Papua Barat bagian utara, Biak, Papua bagian utara, Maluku Utara.

Selanjutnya potensi Gelombang laut dengan tinggi gelombang 1.25 - 2.5 meter (moderate) di wilayah Laut Sulawesi bag. Timur, Perairan Bitung - Likupang - Kep. Sitaro, Perairan Selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku bag. Selatan, Perairan Barat Kep. Halmahera dan Teluk Cendrawasih.

Lalu potensi gelombang laut dengan tinggi gelombang 2.5 - 4.0 meter (rough sea) di wilayah Perairan Kep. Sangihe - Talaud, Laut Maluku bag. Utara, Perairan Utara dan Timur Kep. Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Utara Papua Barat - Papua dan Samudra Pasifik Utara Halmahera - Papua.

Baca juga: 7 Ribu Kekerasan Dialami Perempuan Sepanjang 2021

"Sementara itu sistem bibit siklon tropis 95S yang diidentifikasi dua hari terakhir berada di sekitar Laut Arafura, berdasarkan analisis hari ini sistem sirkulasinya masih cukup persisten dengan intensitas lemah dan probabilitasnya masih rendah untuk menjadi sistem siklon tropis dalam 24 jam ke depan," ujar Guswanto.

Untuk memperkuat informasi peringatan dini potensi cuaca ekstrem di level daerah, UPT BMKG wilayah Provinsi secara aktif melakukan diseminasi informasi peringatan dini potensi cuaca ekstrem dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

BMKG melalui Jakarta TCWC terus melakukan pemantauan perkembangan sistem siklon tersebut dan aktivitas dinamika atmosfer lainnya beserta potensi dampak cuaca ekstremnya. Terkait dengan potensi cuaca ekstrem tersebut, BMKG mengimbau untuk menghindari kegiatan pelayaran di wilayah perairan yang terdampak.

Selain itu menghindari daerah rentan mengalami bencana seperti lembah sungai, lereng rawan longsor, pohon yang mudah tumbang, tepi pantai, dan lainnya. Kemudian mewaspadai potensi dampak seperti banjir/bandang/banjir pesisir, tanah longsor terutama di daerah yang rentan.

Lalu stakeholder terkait dapat terus mengintensifkan koordinasi dalam rangka antisipasi bencana hidrometeorologi, dan selalu memantau perkembangan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG melalui kanal informasi BMKG laman web https://www.bmkg.go.id, media sosial (Twitter, Instagram, Youtube) @infobmkg, aplikasi iOS dan android InfoBMKG atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat. (Ant/H-3)

Baca Juga

Ist

CJ Logistcs Kenalkan Palet Zero Carbon dari Plastik Daur Ulang

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 11:03 WIB
Penerapan palet ramah lingkungan ini telah menghasilkan penurunan emisi karbon dan lebih tahan lama dibandingkan palet kayu standar...
ANTARA/Jessica Helena Wuysang

IDAI Sebut Campak, Rubella, dan Difteri Masih Jadi Ancaman

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 30 Juni 2022, 11:00 WIB
"Kita jangan lengah, jangan terlalu sibuk dengan covid-19, karena selalu ada campak, rubella, dan difteri yang setiap tahun mengancam...
Dok Unair

Kurangi Ketergantungan Energi Fosil, Unair Kembangkan PLTA Kincir Angin

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 30 Juni 2022, 10:55 WIB
 Melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTA) berbentuk kincir angin, Unair turut andil dalam mengatasi krisis energi yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya