Selasa 14 Desember 2021, 08:13 WIB

7 Ribu Kekerasan Dialami Perempuan Sepanjang 2021

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
7 Ribu Kekerasan Dialami Perempuan Sepanjang 2021

ANTARA/BASRI MARZUKI
Aktivis menyampaikan pernyataan sikap pada Kampanye Anti Kekerasan terhadap Perempuan di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (10/12/2021).

 

KEMENTERIAN Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mencatat dari Januari hingga Desember 2021 kekerasan terhadap perempuan terjadi sekitar 7 ribu kasus dan kekerasan terhadap anak terjadi sekitar 10 ribu kasus.

"Kita juga tidak memungkiri fenomena terjadinya kekerasan ini seperti fenomena gunung es bisa terjadi kapan pun, di mana pun, dan siapa pun bisa menjadi korban. Terutama kalau berbicara perempuan dan anak inilah yang menjadi kelompok rentan," kata Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan (PHP) KemenPPPA Ratna Susianawati saat dihubungi, Senin (13/12).

Data yang dihimpun dari KemenPPPA kekerasan terhadap wanita yakni Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan yang anak disebabkan kekerasan seksual.

Baca jugaDikti-Ristek: Penelitian dan Pengabdian di PT Bukan untuk Naik Jabatan

Baca juga: Amankah Berkumpul dengan Keluarga Tapi belum Divaksin Covid-19?

Sebelumnya KemenPPPA pada tahun 2016 dan 2018 juga sudah melakukan penelitian bahwa kekerasan terjadi di masyarakat khususnya terhadap perempuan itu menunjukkan satu dari tiga perempuan mengalami kekerasan. Untuk di tahun 2021 survei yang sama juga dilakukan tetapi KemenPPPA belum merilis hasilnya.

KemenPPPA juga mencatat pada tahun ini terjadi peningkatan laporan kekerasan pada tahun ini. Meski begitu KemenPPPA melihat tahun ini sudah banyak korban yang berani untuk melaporkan.

"Karena ada keberanian masyarakat untuk melapor, keberanian masyarakat melapor itu kan juga akhirnya kasus kekerasan banyak yang terkuak," ucapnya.

Ini juga yang menjadi satu fenomena yang baik, ketika masyarakat berani melaporkan kasus-kasus kekerasan. Kalau dulu misalnya ada kasus kekerasan dalam rumah tangga tidak banyak yang melaporkan karena dianggap sebagai masalah privasi, padahal itu merupakan masalah serius.

Selain itu KemenPPPA juga memikirkan bahwa penyintas kekerasan seksual ini untuk diberikan ruang pemberdayaan mulai dari sosial, ekonomi, supaya tidak tumpang tindih dengan kementerian lain maka konsentrasi dari KemenPPPA berfokus pada 3 sasaran target.

"Target pertama adalah penyintas kekerasan, penyintas bencana, dan perempuan kepala keluarga. Itu merupakan sasaran target pemerintah dalam 5 tahun ke depan," pungkasnya. (H-3)

Baca Juga

dok: masterpendidikan.com

Mengenal Pola Bilangan Serta Rumusnya

👤Pierre Lavender 🕔Senin 27 Juni 2022, 21:13 WIB
Macam pola bilangan misalnya pola bilangan asli, pola bilangan ganjil, pola bilangan persegi dan...
Dok. Kemenhub

Mudik 2022 Lancar, Kemenko PMK Terima Penghargaan Kemenhub

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 21:05 WIB
“Saya berterimakasih kepada para penerima penghargaan. Yang kita lakukan ini adalah keberasamaan, kita tidak mungkin melakukannya...
Dok. i3L

14 Mahasiswa i3L Lolos Beasiswa IISMA 2022

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 21:00 WIB
Program itu ditujukan bagi mahasiswa program sarjana semester empat sampai enam di perguruan tinggi di lingkungan Ditjen Dikti...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya