Rabu 08 Desember 2021, 04:45 WIB

Keterbatasan Data Sejarah Jadi Tantangan Utama Pendirian Museum Bappenas

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Keterbatasan Data Sejarah Jadi Tantangan Utama Pendirian Museum Bappenas

MI/Dok IHH
Tim IHH kala mengumpulkan data sejarah untuk mendirikan Museum Bappenas

 

DALAM rangka memenuhi pedoman pendirian Museum Bappenas, kreatif hub Indonesia Hidden Heritage (IHH) bersama Tim Pendiri Museum Bappenas  melakukan riset sejarah tokoh perencana pembangunan pembangunan nasional Adnan Kapau Gani (AK Gani) dan Mohammad Hatta di tiga kota di Sumatra, yaitu Palembang, Padang, dan Bukittinggi pada November 2021. Hasil riset akan digunakan untuk kurasi koleksi museum. 

Menurut Founder Indonesia Hidden Heritage Nofa Farida Lestari, riset sejarah tokoh-tokoh pendiri untuk pendirian Museum Bappenas menghadapi tantangan utama berupa tersebarnya arsip Adnan Kapau Gani dan Mohammad Hatta di berbagai kota dan negara. 

“Arsip pendukung riset sejarah tokoh-tokoh perencana pembangunan nasional masih berserakan. Perlu ketekunan dan eksplorasi lebih lanjut untuk mendapatkan arsip lengkap,” papar Nofa. 

Baca juga: Museum Nyah Lasem, Potret Rumah Gaya Gladhak Jawa

Di Indonesia, pencarian arsip menjadi tantangan tersendiri karena belum semua arsip sudah didigitalisasi. Sejumlah arsip juga masih ada di negara lain seperti Belanda, yang lebih maju dalam hal proses penanganan arsip. 

Indonesia Hidden Heritage telah mendukung digitalisasi arsip AK Gani dengan mendonasikan scanner untuk memindai arsip-arsip cetak terkait sejarah AK Gani pada 2020. Akan tetapi, keterbatasan sumber daya manusia membuat proses digitalisasi arsip terhambat. 

Dampaknya adalah sumber arsip masih terbatas. Kalaupun berlimpah seperti arsip Mohammad Hatta yang lebih dikenal dengan nama Bung Hatta, perlu pemilahan secara tekun dan teliti. Sebab, belum semua arsip sesuai kebutuhan riset sejarah tokoh perencana pembangunan nasional untuk pendirian Museum Bappenas di Jakarta. 

Riset sejarah AK Gani dan Bung Hatta dilakukan oleh Tim Pendiri Museum Bappenas dari Kementerian PPN/Bappenas yang terdiri dari Ismet Mohamad Suhud selaku koordinator, Ahli Arsip Raup, Ahli Sejarah Reni Dikawati dan Ahli Teknologi Informasi Muhammad Afandi, serta didukung oleh Direktur Eksekutif Indonesia Hidden Heritage Nofa Farida Lestari, Government Relationships Manager Indonesia Hidden Heritage Sriwulantuty RO, Media and Partnership Manager Indonesia Hidden Heritage Rina Garmina, Konsultan Pengembangan Pariwisata Rahmi Setiawati, Jurnalis Sejarah Dudy Oskandar, dan Founder Komunitas Sahabat Cagar Budaya Palembang Robby Sunata.

“Dalam melakukan riset sejarah AK Gani dan Bung Hatta, kami menghadapi tantangan berupa masih terbatasnya sumber arsip terkait kiprah keduanya selaku founding father Bappenas terhadap perencanaan pembangunan Indonesia,” ungkap Suhud. 

Riset sejarah awal tokoh-tokoh perencana pembangunan nasional di Sumatra Selatan didukung oleh Museum AK Gani, Museum Negeri Sumatra Selatan Balaputera Dewa, Dinas Kebudayaan Kota Palembang serta Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palembang. 

Sementara di Sumatra Barat, dukungan datang dari Dinas Perpustakaan dan  Kearsipan Kota Bukittinggi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukit Tinggi, Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta, Universitas Bung Hatta, Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Istana Bung Hatta dan IAIN Bukittinggi.

Syarat Koleksi Museum

Pendirian Museum Bappenas merupakan upaya memfasilitasi wawasan sejarah tentang pemikiran tokoh-tokoh perencanaan pembangunan nasional bagi masyarakat melalui koleksi yang dirancang secara atraktif dan interaktif. 

“Melalui kehadiran Museum Bappenas, Kementerian PPN/Bappenas berupaya menghubungkan pengunjung dengan pengalaman sejarah sekaligus mendukung sektor pendidikan formal dan pariwisata Tanah Air,” terang Ismet. 

Museum ini didesain secara aktraktif dengan mengusung konsep digital dan 3D agar dapat menarik minat pelajar serta wisatawan domestik dan asing untuk mengunjungi Museum Bappenas tanpa harus dipaksa. 

Proses pendirian Museum Bappenas mengikuti pedoman pendirian museum, antara lain harus memenuhi syarat ketersediaan lokasi dan bangunan, koleksi serta organisasi museum. 

Riset sejarah mengenai peran AK Gani dan Bung Hatta terhadap perencanaan pembangunan nasional merupakan bagian dari upaya pemenuhan syarat koleksi museum. 

Pemikiran tokoh-tokoh perencana pembangunan nasional yang menjadi koleksi Museum Bappenas ini diharapkan dapat mendukung perkembangan kebudayaan manusia dan lingkungannya serta dijadikan dokumen sebagai sumber daya bagi peneliti ilmiah. (RO/OL-1)

Baca Juga

DOK Uhamka

FKIP Uhamka Luluskan 1.469 Guru Profesional

👤Widhoroso 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 18:12 WIB
FAKULTAS Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menyelenggarakan Yudisium Pendidikan Profesi...
Medcom.id/Ilham Pratama

Beasiswa OSC Diharapkan Dapat Menghadirkan Bibit Unggul di Tanah Air

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 18:11 WIB
Kualitas sumber daya manusia itu diyakini mempermudah juga dalam proses pembelajaran di perguruan...
Ist

Poltracking Indonesia Raih Penghargaan Best Performing Company 2022

👤Widhoroso 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 17:35 WIB
LEMBAGA survei Poltracking Indonesia dinobatkan sebagai Indonesia Best Performing Company 2022 pada ajang Indonesia Award...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya