Selasa 07 Desember 2021, 07:30 WIB

Mengenal Penyakit Sifilis dan Gejalanya

Muhammad Bintang Rizky | Humaniora
Mengenal Penyakit Sifilis dan Gejalanya

Pexels
Ilustrasi

 

PENYAKIT sifilis adalah penyakit kelamin berbahaya yang disebabkan kuman kecil berbentuk spicochaeta. 

Kuman itu dapat berpindah-pindah dan menyebar ke orang lain terutama saat melakukan hubungan seksual. 

Jika tidak segera ditangani dengan baik, penderita penyakit sifilis, terutama perempuan, kemungkinan menular penyakit sifilis pada anak mereka.

Baca juga: Dokter Tengah Pelajari Reumatik Autoimun di Penyintas Covid-19

Ini adalah macam-macam penyakit sifilis

Sifilis primer

Gejala penyakit mungkin terjadi dari 10 hari sampai tiga bulan setelah terpapar bakteri Treponema.

Gejalanya:

  • Terjadi lesi kecil dan tanpa rasa sakit pada bagian tubuh tempat bakteri masuk, biasanya alat kelamin, rektum, lidah atau bibir. Luka kecil tapi bisa menyebabkan borok.
  • Pembesaran kelenjar getah bening di pangkal paha.
  • Bagian yang sakit akan sembuh tanpa pengobatan, tetapi infeksi sifilis tetap. Pada beberapa orang, sifilis kemudian bergerak ke tahap sekunder.

Sifilis sekunder

Tanda-tanda dan gejala sifilis sekunder mulai dua sampai 10 minggu setelah luka muncul dan mungkin termasuk:

  • Ruam kulit, yang sering muncul sebagai luka, merah atau cokelat kemerahan, ukuran kecil, di manapun pada tubuh termasuk telapak tangan dan telapak kaki.
  • Demam
  • Kelelahan dan perasaan tidak nyaman yang samar
  • Rasa sakit
  • Kelenjar getah bening yang bengkak
  • Sakit tenggorokan
  • Kutil seperti luka di mulut atau daerah genital

Tanda-tanda dan gejala bisa hilang dalam beberapa minggu atau berulang kali datang dan pergi selama setahun.

Sifilis laten

Bila tidak diobati karena tidak ada gejala, sifilis sekunder akan bergerak menjadi sifilis laten (tersembunyi). Tahap laten bisa berlangsung selama bertahun-tahun. Tanda dan gejala tidak akan pernah kembali, atau penyakit dapat maju ke tahap tersier (ketiga).

Sifilis tersier atau terlambat

Sekitar 15% sampai 30% orang terinfeksi sifilis yang tidak mendapatkan perawatan akan mengalami komplikasi yang dikenal sebagai sifilis tersier atau terlambat.

Pada tahap akhir, penyakit ini dapat merusak otak, saraf, mata, jantung, pembuluh darah, hati, tulang dan sendi. Masalah ini dapat terjadi bertahun-tahun setelah infeksi awal. 

Beberapa tanda dan gejala sipilis akhir meliputi:

  • Gerakan otot tidak terkoordinasi
  • Kelumpuhan
  • Kematian rasa
  • Kebutaan bertahap
  • Dementia atau pikun

Apakah penderita sifilis bisa sembuh?

Sifilis yang bertahan selama kurang dari 2 tahun biasanya diatasi dengan satu suntikan penisilin di bokong.

Kasus lebih parah yang memengaruhi otak biasanya diobati dengan suntikan penisilin setiap hari di bokong atau pembuluh darah selama 2 minggu.

Pengobatan memang membunuh bakteri penyebab sifilis dan mencegah kerusakan lebih lanjut, tetapi tidak akan memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi. (OL-1)

Baca Juga

MI/Susanto

Dosis Booster Sinovac Dipastikan Tingkatkan Antibodi Tanpa Reaksi Merugikan

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 17 Januari 2022, 13:00 WIB
Peneliti lalu membandingan tingkat antibodi peserta dan menemukan peningkatan titer antibodi hingga 7,8 kali pada booster homolog dengan...
AFP/ADEK BERRY

BPOM Setujui Enam Jenis Booster Vaksin Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 17 Januari 2022, 12:35 WIB
"BPOM kembali mengeluarkan persetujuan penggunaan vaksin Pfizer setengah dosis untuk vaksin primer Sinovac atau...
ANTARA

Wapres Minta Cakupan Layanan Baznas Diperluas

👤Emir Chairullah 🕔Senin 17 Januari 2022, 12:10 WIB
Pengelolaan zakatmesti  didasarkan pada data nasional yang terstandardisasi dan terintegrasi, serta didukung oleh kemajuan teknologi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya