Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KEGIATAN Matching Fund 2021 Universitas Pancasila yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) berkolaborasi dengan PT. Arthaguna Cipta Sarana telah dilaksanakan pelatihan selama dua hari berturut-turut yaitu dari tanggal 15 dan 16 November 2021 di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila, Jakarta.
Selain itu juga ada kegiatan Bimbingan Teknis dan Uji Sertifikasi Kompetensi Kewirausahaan Industri Badan Nasinal Sertifikasi Profesi (BNSP), demikian siaran pers Universitas Pancasila, Selasa (30/11).
Pada hari pertama yaitu pelatihan Pembentukan Usaha Baru/UMKM/Start-Up Business Dalam Rangka Pengembangan Usaha Ekonomi Kreatif, Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Ekowisata Menuju Pembangunan Berkelanjutan.
Bertindak sebagai Narasumber Ali Bakri, S.E., M.M., yang merupakan pengusaha sukses dan alumni dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila.
Ali Bakri memberikan materi mengenai bagaimana memulai suatu usaha baru dan kegiatan inipun diselingi dengan sharing session dari Mahasiswa aktif S1 Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila, bernama Rohimah yang telah berhasil menjalankan bisnis supply ATK dan alat kesehatan yang telah digeluti selama 5 tahun.
Dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan Business Model Canvas yang mana materinya disampaikan oleh Dr. Laili Savitri Noor, S.E., M.M. Bersama dengan Narasumber lainnya yaitu Ibu Ati Hermawati, S.E., M.M. peserta diberikan bimbingan dalam pembuatan Business Plan.
Kegiatan ini diikuti 20 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila, Jakarta. Peserta dibagi menjadi 4 kelompok dan mereka sangat antusias dalam mengikuti pelatihan tersebut bahkan beberapa dari mereka terinspirasi untuk lebih mengembangkan usaha mereka. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor I Universitas Pancasila Ibu Prof. Dr. Sri Widyastuti, S.E., M.M., M.Si yang merupakan Ketua Matching Fund Ekonomi Kreatif 2021.
Hari kedua diberikan Pelatihan Penggunaan Aplikasi Manajemen Usaha dan yang bertindak sebagai Narasumber adalah Ibu Rafrini Amliyuanthy, S.E., M.Ak., C.A., C.P.A., A.C.P.A, beliau merupakan Ka. Prodi S1 Akuntansi FEB Universitas Pancasila.
Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa bagaimana membuat laporan keuangan dengan sederhana bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Para peserta menyimak dengan baik pelatihan penggunaan aplikasi tersebut bahkan beberapa diantara mereka merasa terbantukan menyusun laporan keuangan usaha mereka dengan adanya pelatihan tersebut.
Selain itu pada Jumat (19/11) 2021 dilaksanakan pula kegiatan Bimbingan Teknis Uji Kompetensi Kewirausahaan Industri. Kegiatan ini berupa Pelatihan Bimbingan Teknis dengan memberikan materi pelatihan kepada unit-unit kompetensi yang akan diujikan pada Uji Kompetensi Sertifikasi Kewirausahaan Industri, metode pelatihan berupa praktik unjuk kerja dan diskusi.
Selain itu juga memberikan bimbingan Pra Uji Kompetensi Sertifikasi Kewirausahaan Industri, yaitu terdiri dari bimbingan pengisian pendaftaran Ujian kepada LSP, bimbingan pengisian form-form persyaratan peserta ujian, Bimbingan kelengkapan dokumen persyaratan peserta ujian dan bimbingan langkah-langkah mengikuti uji kompetensi Sertifikasi Kewirausahaan Industri.
Instruktur Bimbingan Teknis yaitu Ibu Dr. Laili Savitri Noor, S.E., M.M dan Ibu Dr. Tyahya Whisnu Hendratni, S.E., M.M. Kedua Instruktur tersebut telah memiliki sertifikat Kompetensi BNSP dan kompeten pada Bidang Workplace Assesment.
Kegiatan Bimbingan Teknis ini bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan serta dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri untuk mencoba sesuatu yang baru yang berdampak positif pada pekerjaan. Selain itu juga dengan bimbingan teknis diharapkan dapat meningkatkan potensi penghasilan.
Setelah melakukan Kegiatan Bimbingan Teknis Uji Kompetensi Kewirausahaan Industri, pada hari Sabtu tanggal 20 November 2021 sebanyak 20 Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis yang merupakan peserta program Matching Fund 2021 akan melakukan Uji sertifikasi Kompetensi Kewirausahaan Industri Badan Nasinal Sertifikasi Profesi (BNSP) Dalam Rangka Pengembangan Usaha Ekonomi Kreatif, Pemberdayaan Masyarakat Desa Ekowisata menuju Pembangunan berkelanjutan.
Tujuan daripada Sertifikasi Kewirausahaan Industri BNSP adalah untuk mewujudkan Keunggulan Kompetitif,membantu memberikan fondasi yang kuat bagi bisnis (meningkatkan efisiensi) dan juga membangun kredibilitas Profesional.
Dengan engan sertifikasi menunjukkan komitmen terhadap profesionalisme yang unggul, menjunjung tinggi standar industri, dan pembelajaran berkelanjutan. Hal ini dapat membantu meningkatkan kredibilitas dan prestise profesional dalam jaringan dan meningkatkan kredibilitas dalam mengejar peluang bisnis baru. (RO/Ant/OL-09)
SNBP merupakan jalur penerimaan mahasiswa baru yang didasarkan pada penelusuran prestasi akademik menggunakan nilai rapor, serta prestasi akademik dan nonakademik.
Kegagalan di masyarakat jauh lebih fatal dibanding kegagalan akademik.
Presiden Prabowo Subianto mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia.
Mitigasi lewat pendekatan sosial kemasyarakatan ini bisa menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketangguhan desa menghadapi bencana.
Penguatan kompetensi dan sistem perlindungan bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan kerja di luar negeri harus terus ditingkatkan.
Peserta juga diajak mengeksplorasi cara memanfaatkan kertas daur ulang sebagai media artistik seperti ilustrasi, kartu ucapan, kemasan kreatif, dan karya dekoratif.
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
Program Kartini Bluebird, wadah pemberdayaan bagi istri dan putri pengemudi Bluebird yang berdiri sejak 2014, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi keluarga
Salah satu Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Widayani Wahyuningtyas, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema 'Edukasi kewirausahaan sejak usia dini.
Gus Falah menegaskan, adalah keharusan bagi santri untuk menguasai berbagai bidang, mulai dari teknologi, sains, politik, hingga kewirausahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved