Sabtu 27 November 2021, 20:30 WIB

IDAI: Sindrom Stunting dapat Terjadi Secara Berulang

Humaniora | Humaniora
IDAI: Sindrom Stunting dapat Terjadi Secara Berulang

ANTARA/AKBAR TADO
Petugas kesehatan memeriksa balita saat pelaksanaan Posyandu di Desa Toabo, Kecamatan Papalang, Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (3/11/2021).

 

KETUA Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. Piprim Basarah Yanuarso menekankan sindrom stunting (kekerdilan) dapat terjadi secara berulang-ulang pada anak.

“Sindrom ini bisa berulang, mulai dari neonate, dua tahun, usia sekolah (school age), pubertas, dewasa, terus berulang. Ketika kita tidak punya strategi untuk memutus siklus ini, jadi ibu yang stunting melahirkan lagi anak stunting dan seterusnya,” kata Piprim dalam webinar Cegah Kelahiran Prematur Dalam Upaya Menurunkan Stunting yang diikuti di Jakarta, Sabtu (27/11).

Piprim menuturkan untuk mempersiapkan generasi yang berkualitas, perlu adanya perhatian tidak hanya pada saat ibu memasuki masa kehamilan saja, tetapi harus dimulai sejak masa kanak-kanak, remaja hingga memasuki masa dewasa muda.

Baca juga: Asah Soft Skill, Ini Tips Jadi Public Speaker yang Baik

Adanya potensi sindrom stunting dapat terjadi secara berulang, kata dia, membuat ibu perlu mendapatkan perhatian khusus melalui strategi intervensi yang berbeda-beda dalam setiap siklus kehidupan yang dilalui oleh ibu tersebut.

Ia menjelaskan, seperti sejak ibu memasuki masa remaja kehamilan, peningkatan penggunaan makanan lokal seperti telur dan ikan guna perlu lebih ditingkatkan guna mencegah ibu terkena malnutrisi. Perlu pula melakukan fortifikasi pada makanan yang dikonsumsi ibu termasuk garam beryodium.

Peningkatan asupan nutrisi melalui makanan lokal itu, sangat diperlukan untuk membantu ibu tetap mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Di saat yang bersamaan dengan pada saat memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) pada bayinya nanti.

Kemudian setelah bayi dilahirkan, perlu adanya inisiasi dini menyusui dalam satu jam kelahiran termasuk memberikan kolostrum (makanan pertama untuk bayi baru lahir yang keluar dari payudara ibu sebelum ASI).

Piprim menegaskan pemberian ASI eksklusif sangat penting untuk memastikan bahwa bayi selama enam bulan pertama kehidupannya terpenuhi kebutuhan nutrisinya, sehingga dapat terhindari dari kondisi stunting.

“Makanya saya sering katakan kalau ibu ingin ASI nya bagus, harus banyak minum air minimal tiga liter sehari dan harus banyak makan protein hewani karena ibu akan memberikan ASI yang menumbuhkan bayinya,” tegas dia.

Baca juga: Cegah Varian Omicron, Indonesia akan Batasi Kedatangan dari Afsel

Dalam kesempatan itu Piprim juga menyoroti masih banyak terdapat kekeliruan yang dilakukan oleh masyarakat pada saat memahami MPASI yang tepat untuk bayi dan anak balita serta konsumsi makanan siap saji yang kaya karbohidrat dan gula tapi minim nutrisi.

Akibatnya, muncul potensi anak stunting menjadi memiliki sindrom metabolik, seperti penyakit dislipidemia. penyakit jantung, diabetes melitus (kencing manis) dan hipertensi.

Oleh sebab itu, dia meminta semua pihak terutama tenaga kesehatan yang bekerja di lapangan untuk benar-benar memantau kondisi anak semaksimal mungkin mulai dari asupan gizi, tinggi badan hingga panjang badan untuk mencegah terjadinya stunting.

“Ini harus hati-hati di lapangan, tidak semua perawakan pendek itu stunting. Stunting pasti perawakannya pendek, tapi tidak semua perawakan pendek itu stunting,” kata dia. (Ant/H-3)

Baca Juga

Dok. R Wisnu Nurcahyo

Konsorsium Peduli Gajah

👤R Wisnu Nurcahyo 🕔Kamis 27 Januari 2022, 06:10 WIB
GAJAH sumatra tersebar di tujuh provinsi yaitu Aceh, Sumatra Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, dan...
Dok. R Wisnu Nurcahyo

Menyelamatkan Gajah Sumatra

👤R Wisnu Nurcahyo 🕔Kamis 27 Januari 2022, 06:00 WIB
GAJAH merupakan spesies asli Nusantara yang sekaligus satwa kebanggan...
Antara

Mencapai Net Zero Emission 2030-2035 Mengunakan Teknologi Nuklir

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Rabu 26 Januari 2022, 22:32 WIB
Dewasa kini stigma negatif yang timbul di masyarakat tentang nuklir memang masih...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya