Sabtu 27 November 2021, 10:50 WIB

Menkes Harap Peneliti Buat Terobosan Pengobatan Herbal

Ardi Teristi | Humaniora
Menkes Harap Peneliti Buat Terobosan Pengobatan Herbal

ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA
Peneliti menyiapkan pengujian imunomodulator bagi pasien covid-19 di Laboratorium LIPI, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (17/7/2020).

 

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pelayanan kefarmasian dan kesehatan dalam pengobatan covid-19 berkembang sangat pesat. Para peneliti pun bisa menciptakan terobosan baru yang efektif untuk penanganan covid-19, terutama menggunakan pengobatan dari tanaman tradisional atau herbal.

Dalam WHO Traditional Medicine Strategy 2014-2023, Budi Gunadi menyampaikan, pengembangan kesehatan tradisional dititikberatkan pada tiga P, yakni product, practice, dan practicioners. Pemanfaatan obat modern asli Indonesia di fasilitas kesehatan diharapkan dapat meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan karena dapat digunakan untuk melengkapi pengobatan konvensional, dapat menggantikan kekosongan ketersediaan obat kimia, dan dapat digunakan untuk mengurangi efek samping kemoterapi.

Baca juga: KPPPA Minta Pemerkosa dan Pembunuh Anak Dijerat Pasal Berlapis

"Dengan adanya terobosan baru dalam penanganan Covid-19 melalui pemanfaatan obat modern asli Indonesia (obat tradisional yang telah dimodernisasi) di fasilitas kesehatan, dapat meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan," papar dia dalam Seminar Nasional Tumbuhan Obat Indonesia ke-60, Jumat (26/11) secara daring. Langkah itu dapat digunakan untuk melengkapi pengobatan konvensional dan menggantikan kekosongan ketersediaan obat.

Budi Gunadi Sadikin juga berharap, melalui seminar tersebut, para peneliti, apoteker, akademisi, praktisi, profesional kesehatan, mahasiswa, serta para peserta seminar dapat memanfaatkan potensi obat tradisional untuk menjadi destinasi wellness tourism dan herbal tourism (wisata kebugaran dan herbal) baik domestik maupun mancanegara.

Sementara itu, Akhmad Saikhu, SKM, MSc.PH sebagai Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) mengatakan, potensi tumbuhan obat harus tetap digali agar manfaatnya lebih luas.

Ia mengklaim, penggunaan produk alami berbahan baku tumbuhan untuk menjaga kesehatannya meningkat pada masa pandemi. Seminar seperti ini diharapkan mampu meningkatkan dan mengintregasikan hasil penelitian tanaman obat dan obat tradisional.

Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto M.P., IPM., berpendapat, pemanfaatan tumbuhan obat sudah seharusnya dilakukan, tak hanya melihat dari aspek kontak, tetapi juga dari aspek sistemiknya juga.

"Dengan penelitian yang tepat serta komprehensif, ini akan menjadikan peluang yang luar biasa dalam pengembangan lebih lanjut tanaman obat, menjadi potensi obat tradisional atau obat organik yang berdayaguna lebih efisien," jelas Gunawan. (H-3)

Baca Juga

Antara

Mencapai Net Zero Emission 2030-2035 Mengunakan Teknologi Nuklir

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Rabu 26 Januari 2022, 22:32 WIB
Dewasa kini stigma negatif yang timbul di masyarakat tentang nuklir memang masih...
Dok. Kalbis Institute

Sesuaikan Kebutuhan Industri, Kalbis Institute Ubah Kurikulum dan Tambah Konsentrasi di Prodi Akuntansi 

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 26 Januari 2022, 22:30 WIB
Saat ini Program Studi Akuntansi Kalbis Institute memiliki beberapa konsentrasi seperti Accounting & Tax, Auditing, Digital Business...
Dok. Pribadi

Rayakan Hari Gizi dan Makanan Nasional, Putri Habibie Gelar Kelas Praktik Memasak Ikan Patin 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 26 Januari 2022, 22:12 WIB
Kegiatan itu juga merupakan bagian dari program utama Yayasan Berdaya Putri Habibie yang bertajuk “Pangan Lokal Bergizi”...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya