Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pelayanan kefarmasian dan kesehatan dalam pengobatan covid-19 berkembang sangat pesat. Para peneliti pun bisa menciptakan terobosan baru yang efektif untuk penanganan covid-19, terutama menggunakan pengobatan dari tanaman tradisional atau herbal.
Dalam WHO Traditional Medicine Strategy 2014-2023, Budi Gunadi menyampaikan, pengembangan kesehatan tradisional dititikberatkan pada tiga P, yakni product, practice, dan practicioners. Pemanfaatan obat modern asli Indonesia di fasilitas kesehatan diharapkan dapat meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan karena dapat digunakan untuk melengkapi pengobatan konvensional, dapat menggantikan kekosongan ketersediaan obat kimia, dan dapat digunakan untuk mengurangi efek samping kemoterapi.
Baca juga: KPPPA Minta Pemerkosa dan Pembunuh Anak Dijerat Pasal Berlapis
"Dengan adanya terobosan baru dalam penanganan Covid-19 melalui pemanfaatan obat modern asli Indonesia (obat tradisional yang telah dimodernisasi) di fasilitas kesehatan, dapat meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan," papar dia dalam Seminar Nasional Tumbuhan Obat Indonesia ke-60, Jumat (26/11) secara daring. Langkah itu dapat digunakan untuk melengkapi pengobatan konvensional dan menggantikan kekosongan ketersediaan obat.
Budi Gunadi Sadikin juga berharap, melalui seminar tersebut, para peneliti, apoteker, akademisi, praktisi, profesional kesehatan, mahasiswa, serta para peserta seminar dapat memanfaatkan potensi obat tradisional untuk menjadi destinasi wellness tourism dan herbal tourism (wisata kebugaran dan herbal) baik domestik maupun mancanegara.
Sementara itu, Akhmad Saikhu, SKM, MSc.PH sebagai Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) mengatakan, potensi tumbuhan obat harus tetap digali agar manfaatnya lebih luas.
Ia mengklaim, penggunaan produk alami berbahan baku tumbuhan untuk menjaga kesehatannya meningkat pada masa pandemi. Seminar seperti ini diharapkan mampu meningkatkan dan mengintregasikan hasil penelitian tanaman obat dan obat tradisional.
Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto M.P., IPM., berpendapat, pemanfaatan tumbuhan obat sudah seharusnya dilakukan, tak hanya melihat dari aspek kontak, tetapi juga dari aspek sistemiknya juga.
"Dengan penelitian yang tepat serta komprehensif, ini akan menjadikan peluang yang luar biasa dalam pengembangan lebih lanjut tanaman obat, menjadi potensi obat tradisional atau obat organik yang berdayaguna lebih efisien," jelas Gunawan. (H-3)
Satu dari tiga pasien mampu mencapai penurunan berat badan lebih dari 20%, sebuah angka yang selama ini identik dengan hasil terapi suntikan mingguan.
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial dinilai terancam setelah perubahan regulasi paten terbaru.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Obat dapat berasal dari bahan kimia, tumbuhan, maupun hewan, dan biasanya digunakan dengan dosis tertentu agar aman dan efektif.
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) mengadakan seminar “Peran Strategis GPFI dalam Menegaskan Prinsip 4K untuk Menunjang Kesehatan Nasional”
Tidak sedikit orang yang ragu mengonsumsi herbal karena khawatir dapat memicu gangguan lambung.
Wacana herbal Indonesia menjadi produk unggulan sebenarnya telah muncul sejak 2000.
Penggunaan dan kepemilikan merek Kutus Kutus kini memiliki kepastian hukum final setelah Mahkamah Agung menguatkan putusan Pengadilan Niaga Surabaya.
Pengembangan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) harus didukung. Itu karena TSTH2 merupakan bagian dari langkah mewujudkan ketahanan pangan.
Kolaborasi itu mempertemukan dunia akademik, terutama hasil riset herbal dan kosmetika UGM, dengan industri.
Vmalety, jamu herbal berbentuk serbuk dengan rasa mixberry yang menyegarkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved