Kamis 18 November 2021, 11:15 WIB

Dokter Pastikan Gangguan Ginjal pada Pasien Diabetes bukan karena Obat

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Dokter Pastikan Gangguan Ginjal pada Pasien Diabetes bukan karena Obat

Medcom
Ilustrasi obat

 

MASALAH ginjal yang dialami pasien diabetes bukan disebabkan obatnya melainkan gula darah yang tidak terkontrol. Hal itu dikatakan dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik dari Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Prof Sidartawan.

"Sebetulnya yang merusak ginjal itu kalau diabetes tidak terkontrol. Kalau gulanya tinggi terus terjadi kerusakan dan kalau sudah rusak maka tidak bisa balik," kata dia dalam media gathering secara daring bertajuk Cegah Dini Komplikasi Ginjal Pada Penjuang Diabetes, Selasa (16/11).

Menurut Prof. Sidartawan, hingga saat ini, pasien diabetes yang berkonsultasi pada dokter kerap menyatakan ketakutan mereka pada obat. Sebagian berpendapat obat merusak ginjal.

Baca juga: 11,9 Juta Remaja Tuntas Divaksinasi per 17 November

Dia tidak menampik memang ada obat-obatan tertentu yang tidak bisa dikonsumsi pasien bila ginjalnya bermasalah. Oleh karena itu, dokter biasanya akan memeriksa kondisi keseluruhan organ pasien seperti jantung dan ginjalnya untuk menentukan obat yang sebaiknya diberikan.

"Tergantung fungsi ginjal, ada obat yang boleh diberi dan tidak boleh diberi," kata dia yang mengatakan sering kali pasien tidak tahu dirinya terkena diabetes.

Hal senada juga diungkapkan dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi dari Universitas Indonesia, Tunggul D Situmorang. 

Seperti Prof Sidartawan, dia juga menegaskan penyebab rusaknya ginjal pada pasien diabetes bukan obat melainkan tidak dicapainya target pengendalian gula darahnya.

"Penyebab utama gagal ginjal bahkan sampai cuci darah adalah hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol," tutur dia.

Lebih lanjut, Tunggul mengatakan, hipertesi dan diabetes bisa muncul bersamaan. Sekitar dua dari tiga pasien yang harus cuci darah, disebabkan diabetes dan hipertensi.

"Kalau bisa dicegah secara dini, bisa dikendalikan gula darah dengan baik, kalau ada hipertensi dikendalikan dengan baik, maka kita akan bisa mencegah tidak gagal ginjal atau minimal memperlambat tidak sampai cuci darah," pesan Tunggul. (Ant/OL-1)

Baca Juga

MI/ Moh Irfan

Covid-19 Masih Menginfeksi, Hari ini 224 Kasus Positif

👤Selamat Saragih 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 17:42 WIB
Dengan penambahan kasus positif hari ini, maka total kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia telah mencapai jumlah 6.054.173...
AFP/Brian WJ Mahy.

CDC Sebut Kasus Cacar Monyet Serang Pelaku Homoseksual

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 17:25 WIB
CDC mendesak penyedia layanan kesehatan di AS untuk waspada terhadap pasien yang memiliki penyakit ruam yang konsisten dengan cacar...
DOK KEMENSOS

Jelang Puncak Peringatan HLUN 2022, Elemen Masyarakat Tasikmalaya Bahu Membahu Lakukan Persiapan

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 16:39 WIB
Pada saat acara diberikan bantuan Atensi yakni di antaranya 250 paket nutrisi dan sandang, 7 set kacamata, 16 unit kursi roda...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya