Minggu 14 November 2021, 18:44 WIB

Banjir Dompu Merendam 518 Rumah di 2 Kecamatan Kini Sudah Surut

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Banjir Dompu Merendam 518 Rumah di 2 Kecamatan Kini Sudah Surut

ANTARA/AHMAD SUBAIDI
ilustrasi. Seorang perempuan berjalan melintasi genangan air di jalan Pasar Kebon Roek, Ampenan, Mataram, NTB, Jumat (29/5/2020).

 

BANJIR yang merendam rumah warga di dua kecamatan, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat, telah surut. BPBD kabupaten Dompu mencatat Saat banjir terjadi sebanyak 518 rumah warga yang berada di Desa Wawonduru, Kelurahan Kandai Dua yang berada di Kecamatan Woja. Lebih lanjut Kelurahan Bada, Kelurahan Bali Satu, Kelurahan Karijawa di Kecamatan Dompu.

"BPBD Kabupaten Dompu melaporkan banjir terjadi sejak Kamis lalu (11/11) pukul 14.00 WITA dan kini surut terpantau surut pada Minggu pagi (14/8) pukul 04.00 WITA," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya Minggu (14/11).

Pascabanjir para warga bergotong royong untuk membersihkan tempat tinggal dari material lumpur dan sampah yang terbawa pada saat terjadi banjir.

Baca jugaBergerak Cepat Atasi Stunting di Tengah Pandemi

Banjir terjadi setelah hujan berdurasi panjang dan pendangkalan saluran air ini tidak mengakibatkan jatuhnya korban jiwa maupun luka-luka. Tinggi muka air pada saat terjadi banjir berkisar antara 20 hingga 30 sentimeter. "Dalam upaya percepatan penanganan, BPBD Kabupaten Dompu mendistribusikan bantuan logistik berupa nasi bungkus, makanan siap saji dan paket kebersihan keluarga," sebutnya.

Dalam melakukan upaya mitigasi terhadap dampak fenomena La Nina yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito telah menginstruksikan salah satunya dengan melakukan pembersihan air dan penanaman vegetasi.

"Pengembalian fungsi lahan sebagai daerah resapan air yang optimal juga dapat dilakukan secara termonitor," tuturnya.

Pembersihan Daerah Aliran Sungai (DAS) dapat dilakukan mulai dari hulu untuk membersihkan sambah maupun material yang bisa menutupi aliran. Selain itu, pembersihan terhadap kedalaman sungai juga dilakukan secara periodik, guna mengantisipasi pendangkalan yang disebabkan sedimentasi. 

Baca Juga

Kemenag

Hari Kenaikan Isa Almasih, Menteri Agama Ajak Pererat Kerukunan Umat

👤 Ferdian Ananda Majni 🕔Kamis 26 Mei 2022, 15:45 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, peringatan ini jadi momentum untuk mempererat kerukunan umat beragama di...
ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Presiden: Aktivitas Seni dan Budaya Harus Kembali Bangkit

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 26 Mei 2022, 15:39 WIB
“Sudah dua tahun ini kegiatan seni vakum. Saya harapkan setelah pandemi bisa kita kendalikan, aktivitas itu bisa dimulai...
Antara/Wahyu

GPDRR Ke-7 Ambil Pelajaran dari Pandemi Covid-19

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 26 Mei 2022, 15:35 WIB
PELAKSANAAN Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ketujuh di Nusa Dua, Bali, telah berlangsung sejak 23 Mei 2022...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya