Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu agenda paling krusial dalam COP-26 ialah pembahasan aturan teknis implemetasi Article 6 of the Paris Agreement. Berikut, operasionalisasi kerja sama internasional untuk pemenuhan NDC melalui mekanisme pasar dan non-pasar.
Adapun, agenda tersebut merupakan salah agenda yang belum tuntas dibahas sejak COP-24 di Katowice. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyebut negosiasi agenda itu penting bagi Indonesia.
Baca juga: Jokowi Sampaikan Komitmen RI Hadapi Darurat Energi dan Iklim
Indonesia dikatakannya sudah sangat siap dengan semua infrastruktur pendukung kebijakan. "Indonesia telah mempersiapkan infrastruktur regulasi di dalam negeri. Seperti, peraturan presiden mengenai nilai ekonomi karbon," ujar Siti dalam keterangan resmi, Senin (25/10).
"Selain itu, Menteri Keuangan juga telah menetapkan pajak karbon sebagai bagian penguatan regulasi. Serta, mempersiapkan implikasinya pada sektor perdagangan internasional," imbuhnya.
Dalam dokumen NDC, Indonesia menetapkan target pengurangan emisi gas rumah kaca di Indonesia, yakni 29% tanpa syarat dengan usaha sendiri. Lalu, 41% bersyarat dengan dukungan internasional yang memadai pada 2030.
Baca juga: BNPB: Ada 53 Kejadian Angin Kencang Sepanjang Oktober
Sebagaimana agenda COP sebelumnya, delegasi Indonesia terdiri dari unsur pemerintah dan non-party stakeholders (NPS). Kepada delegasi Indonesia di COP-26, Siti berpesan agar menunjukkan kepada komunitas internasional bahwa Indonesia sangat serius dalam pengendalian perubahan iklim yang terencana dan solid.
"Indonesia cukup bangga implementasi kebijakan leading by example, selain ditunjukkan kerja pemerintah, juga diperlihatkan non-state actors. Kiranya Indonesia bangga bahwa sesi di Paviliun Indonesia, yang juga merupakan representasi dari non-state actors," pungkas Siti.(OL-11)
Lautan dunia menyerap panas ekstrem tahun 2025, memecahkan rekor selama sembilan tahun berturut-turut. Simak dampak mengerikannya bagi iklim global.
Peneliti Oxford mengungkap bagaimana bentuk garis pantai dapat menjebak spesies laut saat suhu memanas. Garis pantai Timur-Barat tingkatkan risiko kepunahan.
PERINGATAN mengenai ancaman perubahan kiamat iklim kembali menguat seiring dengan ditemukannya fenomena geologi yang tidak biasa di Greenland.
Kawasan mangrove, yang berperan penting sebagai pelindung pantai, penyerap karbon, serta habitat keanekaragaman hayati, menjadi salah satu fokus rehabilitasi.
Sebagai hewan ektotermik, suhu lingkungan jadi penentu utama siklus hidup nyamuk. Karena itu perubahan iklim berdampak besar pada penyakit akibat gigitan nyamuk.
TAHUN 2024 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tertinggi dalam sejarah global. Itu merupakan sinyal kuat dari dampak perubahan iklim,
PROGRAM Remaja Bernegara yang digelar Partai NasDem ke dalam tujuh sesi sejak pertengahan Februari 2025 sampai hari ini, Sabtu (26/4),
RAJA Juli Antoni resmi mengemban tugas barunya sebagai Menteri Kehutanan pada kabinet Merah Putih. Menurut Raja Juli, apa yang telah dilakukan Siti Nurbaya sudah baik
KLHK di bawah Siti Nurbaya juga berhasil memperkuat upaya konservasi melalui peningkatan kawasan konservasi dan keberhasilan dalam menjaga keanekaragaman hayati.
Ketua AMAN Kalsel, Rubi, mengatakan penetapan Geopark Meratus dan usulan Taman Nasional Pegunungan Meratus merupakan sebuah pengabaian bagi keberadaan Masyarakat Adat
Pusat Plasma Nutfah juga berkontribusi pada restorasi ekosistem yang terdegradasi dengan menyediakan bahan genetik untuk pemulihan spesies yang terancam punah
MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, meresmikan persemaian skala besar di lima provinsi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved