Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menghadiri pertemuan Major Economies Forum on Energy and Climate 2021 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/9) malam. Pada kesempatan itu, Presiden menegaskan komitmen serta kontribusi Indonesia menghadapi situasi darurat sektor energi dan iklim.
Dalam pidatonya, Jokowi menyampaikan dunia sedang menghadapi situasi sulit di berbagai bidang termasuk sektor energi dan iklim. Untuk menghadapinya, dibutuhkan aksi bersama dalam skala global.
"Kredibilitas, khususnya aksi konkret, sangat krusial," ucap Presiden Jokowi.
Presiden Amerika Serikat Joe Biden menjadi tuan rumah pertemuan virtual tersebut. Ada 10 kepala pemerintahan yang hadir dan berbicara. Selain itu, Presiden Komisi Eropa, Presiden Dewan Eropa, dan Sekjen PBB juga turut hadir.
Jokowi menegaskan komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam menghadapi darurat energi dan iklim. Di sektor energi, ucapnya, pemerintah sudah mencanangkan transformasi menuju energi baru dan terbarukan serta akselerasi ekonomi berbasis teknologi hijau.
"Untuk mewujudkan transformasi ini, kami telah menyusun strategi peralihan pembangkit listrik dari batu bara ke energi baru terbarukan, mempercepat pembangunan infrastruktur energi baru terbarukan yang didukung pelaksanaan efisiensi energi, meningkatkan penggunaan biofuels, dan mengembangkan ekosistem industri kendaraan listrik," ujarnya.
Baca juga: Pemerintah Dorong Peralihan Energi Fosil ke Energi Hijau
Jokowi juga menegaskan Indonesia telah menargetkan netral karbon (net zero) pada 2060 dengan kawasan percontohan yang masih terus dikembangkan. Pengembangannya itu termasuk pembangunan Green Industrial Park seluas 20 ribu hektare di Kalimantan Utara.
Mengenai transisi energi, Presiden menyampaikan perlunya kemitraan global. Pasalnya, transformasi sektor energi bagi negara berkembang juga membutuhkan pembiayaan dan teknologi yang terjangkau. Jokowi pun membuka pintu bagi negara-negara yang ingin berinvestasi di sektor tersebut.
"Kami membuka peluang kerja sama dan investasi bagi pengembangan bahan bakar nabati, industri baterai litium, kendaraan listrik, teknologi carbon capture and storage (penangkapan dan penyimpanan karbon), energi hidrogen, kawasan industri hijau, dan pasar karbon Indonesia," imbuhnya.
Terakhir, Jokowi menyampaikan dukungannya terhadap Global Methane Pledge atau ikrar aksi bersama untuk mengurangi 30% emisi metana global pada 2030. Indonesia sudah memasukkan target pengurangan emisi metana pada komitmen aksi iklim Nationally Determined Contribution (NDC).
Turut mendampingi Jokowi dalam pertemuan tersebut Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.
Wamenlu Mahendra Siregar mengatakan pertemuan Major Economies Forum dilakukan demi menggalang kerja sama jelang konferensi perubahan iklim COP 26 di Glasgow, Skotlandia, November mendatang. Wamenlu menyampaikan target COP 26 secara spesifik ingin memastikan perubahan suhu dunia tidak melebihi satu setengah derajat celsius.(OL-5)
INDONESIA Corruption Watch (ICW) mengkritik dukungan untuk melakukan revisi UU KPK yang dilontarkan oleh mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi.
Pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut keinginan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali ke Undang-Undang lama dinilai tidak lebih dari gimik politik.
ANGGOTA Komisi III DPR RI Nasyirul Falah Amru menanggapi sikap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang setuju ingin kembalikan UU Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) versi lama.
PENGAMAT komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai peluang Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka untuk maju pada Pilpres 2029 sangat kecil.
Jokowi menegaskan komitmennya untuk aktif membesarkan PSI sebagai partai yang solid dan berjangkauan luas.
Presiden RI ke-7, Joko Widodo menegaskan dukungan dan harapan besarnya terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) usai memberikan motivasi langsung dalam Rakernas
Robot bawah laut otonom Mako diuji di Great Barrier Reef untuk menanam benih lamun secara presisi. Teknologi ini diklaim mampu mempercepat restorasi.
Ilmuwan temukan fakta mengejutkan dari fosil telinga ikan: rantai makanan terumbu karang menyusut drastis akibat aktivitas manusia. Simak dampaknya!
Yosep meneliti pengetahuan, sikap, dan praktik anak muda terkait perubahan iklim. Temuannya menunjukkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat Indonesia masih sekitar 50 persen.
Studi terbaru Smithsonian mengungkap ekosistem terumbu karang modern kehilangan kompleksitas ekologi dibandingkan 7.000 tahun lalu. Rantai makanan kini memendek drastis.
Peneliti menemukan penurunan kadar garam di Samudra Hindia bagian selatan. Fenomena ini mengancam sistem sirkulasi laut global dan iklim dunia.
Ilmuwan temukan jutaan bakteri dan jamur "pelindung" di dalam pohon ek yang tetap stabil meski dilanda kekeringan ekstrem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved