Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA 1-24 Oktober 2021, BNPB mencatat 53 kejadian angin kencang di berbagai wilayah di Indonesia. Sejumlah kejadian itu tidak berdampak pada jatuhnya korban meninggal dunia.
Namun, tercatat sebanyak 5 warga mengalami luka-luka. Sedangkan dampak kerusakan material, BNPB mencatat 579 rumah warga rusak dengan kategori sedang hingga berat.
"Menyikapi potensi bahaya hidrometeorologi, seperti angin kencang, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siaga," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resmi, Senin (15/10).
Baca juga: BMKG Minta Semua Pihak Waspadai Dampak La Nina
Saat terjadi angin kencang, masyarakat dapat berlindung di bangunan yang kokoh. Hindari berlindung pohon ataupun baliho, karena dapat berpotensi tertimpa ketika berlindung di sekitarnya.
Di samping itu, pemerintah daerah dan masyarakat dapat memotong ranting pohon di ruang publik maupun sekitar tempat tinggal. "Pemangkasan ranting dapat mengurangi beban pohon atau mencegah tumbangnya pepohonan, yang disebabkan hujan maupun angin kencang," imbuh Abduk.
Baca juga: Hujan Intensitas Tinggi Picu Banjir di Samarinda
Angin kencang yang terjadi pada Minggu (24/10) lalu, mengakibatkan lima rumah warga di Kabupaten Pesawaran, Lampung, mengalami rusak berat. Namun, tidak ada laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut.
Peristiwa itu terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur beberapa desa di Kecamatan Way Khilau, Pesawaran. Desa yang terdampak, yaitu Kota Jawa, Mada Jaya dan Penengahan. Selain rumah rusak berat, BPBD Kabupaten Pesawaran menginformasikan 18 rumah lainnya mengalami rusak ringan.
Berdasarkan perkiraan cuaca BMKG, wilayah Lampung masih berpotensi hujan yang disertai kilat atau petir dan angin kencang. Dalam dua hari ini, yakni 25–26 Oktober 2021, Kecamatan Way Khilau masih berpeluang hujan dengan intensitas sedang.(OL-11)
BNPB akan segera menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tetap siaga mendampingi pemerintah daerah meski status tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Sumatra telah dicabut.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti alih fungsi lahan dan menurunnya daya dukung lingkungan sebagai faktor utama yang memperparah dampak bencana alam.
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Operator kapal tongkang dianjurkan waspada saat angin berkecepatan 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Kecepatan angin di wilayah Lampung umumnya berkisar antara 18-55 kilometer per jam, terutama di wilayah pesisir dan perairan seperti perairan Barat Lampung
Sirkulasi angin dari sistem tekanan rendah tersebut, menurutnya, masih cukup kuat untuk memicu hembusan angin kencang di wilayah NTB, meski tidak sebesar dampak Bibit Siklon Tropis 97S
Dalam peristiwa ini, terdapat dua orang tertimpa pohon tumbang saat melintas menggunakan sepeda motor. Korban mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.
Kondisi cuaca signifikan ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terpantau bergerak di selatan perairan Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved