Minggu 24 Oktober 2021, 10:00 WIB

NasDem Kritik Aturan Tes PCR untuk Penumpang Pesawat

Cahya Mulyana | Humaniora
NasDem Kritik Aturan Tes PCR untuk Penumpang Pesawat

ANTARA/Fauzan
Calon penumpang pesawat berjalan di area Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

 

PARTAI NasDem mengkrtik kebijakan terbaru pemerintah, melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri No 53 Tahun 2021 tentang PPKM Level 1-3 di Jawa dan Bali, khususnya mengenai kewajiban mengantongi hasil tes PCR bagi penumpang moda transprotasi pesawat terbang.

Ketua Bidang Kesehatan DPP Partai NasDem Okky Asokawati mengkritik aturan baru pemerintah mengenai kewajiban mengantongi hasil tes PCR bagi penumpang pesawat terbang tersebut. 

"Kebijakan kewajiban mengantongi hasil tes PCR bagi penumpang pesawat terbang ini memberatkan masyarakat," kritik Okky di Jakarta, Minggu (24/10).

Baca juga: YLKI: Aturan PCR jadi Syarat Terbang Diskriminatif dan Kental Nuansa Bisnis

Dia menyebutkan kebijakan tersebut tidak memiliki korelasi dengan kebijakan pemerintah sebelumnya seperti kebijakan vaksin dan kebijakan pelevelan penerapan PPKM. 

"Kewajiban tes PCR ini sama sekali tidak berkorelasi dengan kebijakan vaksin dan pelevelan PPKM. Kebijakan vaksin dan pelevelan PPKM menjadi tidak bermakna," sebut Okky.

Persoalan utamanya, terang Okky, kebijakan kewajiban mengantongi hasil tes PCR terletak pada biaya yang tidak murah dikeluarkan oleh masyarakat. 

"Masalah utamanya soal biaya tes PCR yang harganya kurang lebih sama dengan harga tiket pesawat. Ini beban bagi masyarakat. Mestinya biaya tes PCR digratiskan atau setidaknya sama dengan biaya tes antigen," paparnya.

Di bagian lain, Okky juga mempertanyakan kebijakan penggunaan hasil tes antigen atau PCR dalam perjalanan menggunakan payung hukum Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri). 

Menurut dia, kewenangan penerbitan aturan mengenai syarat perjalanan semestinya tidak diterbitkan oleh Mendagri. 

"Seharusnya penerbitan kebijakan mengenai perjalanan dan mengenai tes Covid-19 dikembalikan pada otoritas di bidang kesehatan atau bidang perhubungan," pinta Okky.

Sebelumnya, melalui Inmendagri No 53 Tahun 2021 diatur tentang kewajiban tes PCR bagi masyarakat yang menggunakna moda tranpsotasi udara. Belakangan, Kementerian Perhubungan menerbitkan SE No 88 Tahun 2021 yang lebih detil mengatur mengenai mekanisme perjalanan di masa pandemi ini. SE Kemenhub ini akan efektif berlaku pada 24 Oktober 2021. (OL-1)

Baca Juga

ANTARA/ Indrianto Eko Suwarso

Momentum Bonus Demografi, Lulusan PT Diharapkan Ciptakan Lapangan Kerja

👤 M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 02 Desember 2021, 09:25 WIB
Masyarakat usia produktif dapat menjalankan tiga fungsi yaitu dapat menghidupi dirinya sendiri, menghidupi mereka yang tidak atau belum...
ANTARA

Tampil di Waiwai World Fair 2021, Tim Seni Budaya Indonesia Pukau Warga Shizuoka

👤 Faustinus Nua 🕔Kamis 02 Desember 2021, 09:05 WIB
Diplomasi budaya ini sangat penting dalam penguatan hubungan Indonesia-Jepang yang akan mencapai 65 tahun pada tahun...
DOK DPR RI

Komisi IX Pantau Penanganan ‘Stunting’ di Kota Tangerang

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Desember 2021, 08:17 WIB
Permasalahan stunting ini, menurut Melki, merupakan perkara yang serius. Pasalnya, anak yang mengalami gagal tumbuh akan berpengaruh...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya