Kamis 14 Oktober 2021, 06:30 WIB

Asabell Audida Memberi Makna Aktual pada Fandom

Nike Amelia Sari | Humaniora
Asabell Audida Memberi Makna Aktual pada Fandom

Dok. Pribadi

 

BERLANGSUNG kurang lebih sejak awal 2000-an, gelombang penyebaran kebudayaan Korea Selatan, alias hallyu, tidak menunjukkan tanda-tanda surut. Bahkan, hallyu telah memasuki generasi ketiga dengan popularitas yang telah merambah berbagai penjuru dunia dan hadir dalam multiplatform.

Bicara soal hallyu 3.0, BTS barangkali bisa dikatakan sebagai salah satu penggeraknya. Grup dengan tujuh personel yang aktif sejak 2013 ini telah menjadi fenomena global dengan berbagai hit yang tidak hanya berjaya di kawasan Asia, tetapi juga Eropa dan Amerika. Fandom mereka, A.R.M.Y (Adorable Representative MC for Youth), juga menyebar di berbagai negara.

Survei independen BTSArmyCensus 2020 mencatat adanya 80.895 loyalis BTS di Indonesia. Seperti di negara-negara lain, A.R.M.Y di Tanah Air juga aktif melakukan aktivitas sosial, kesehatan, dan lingkungan, dari penanaman bakau sampai vaksinasi covid-19.

Asabell Audida, seorang penulis kelahiran Kediri, ialah salah satu A.R.M.Y yang membuktikan kecintaannya terhadap BTS bisa berkontribusi positif kepada lingkungan sekitar. Beberapa kali ia dan para A.R.M.Y menghelat aksi lingkungan untuk merayakan ulang tahun personel-personel BTS.

Kepada Muda, perempuan yang akrab disapa Aca ini berbincang tentang pengaruh K-pop, terutama BTS, terhadap diri dan karyanya. Ia juga berbagi kiat-kiat menulis berdasarkan pengalaman pribadinya dalam wawancara via platform daring, Senin (11/10).

 

Sejak kapan kamu tertarik dengan BTS?
Tahun 2017-2018, aku nonton-nonton saja. Mulai suka dan nge-fandom itu di akhir 2018. Awalnya suka BTS karena melihat keunikan komunitasnya, nonton konser ada yel-yelnya. Kompak banget.

Aku juga belajar arti dari lirik-lirik lagunya. Wah keren banget, dan mereka seperti punya konsep comeback yang meaningful banget. Nah, ini jadi healing space aku buat refreshing.

 

Apakah hal itu yang menginspirasi Hidden, novel bernuansa K-pop pertama kamu?

Sebenarnya dulu aku hampir ada proyek yang berkaitan dengan Korea. Makanya novel aku yang sebetulnya tidak berkaitan dengan Korea aku remake agar ada versi Korea-nya. Cuma akhirnya batal. Dari sini aku coba cari tahu lagi tentang K-pop.

Di awal penulisan novel Hidden itu, aku tentu riset, tapi masih banyak kurangnya karena baru pertama. Dan aku juga, kalau sudah suka, enggak peduli dan bakal tetap menulis soal itu. Tapi tentu dari buku ke buku, aku evaluasi dan berusaha memperbaiki lagi.

 

Apa tantangan kamu saat itu?

Sebenarnya yang paling menantang itu dari pembaca aku. Mereka yang melihat aku tiba-tiba menulis K-pop, padahal sebagian dari mereka mungkin enggak terlalu suka yang berbau Korea gitu. Tapi, ya lama-kelamaan mereka adaptasi dan membaca juga, bisa menikmati.

Selain itu, tantangannya lebih ke riset juga. Apalagi jika membahas budaya orang ya, ada salah atau gimana. Aku enggak sempurna di awal-awal, tapi aku berusaha untuk memperbaikinya.

Aku juga berusaha membuat pembaca tidak menghubungkan fiksi ke real life. Di sini, gimana caranya kita mengedukasi dan memberi tahu mereka agar jangan dibawa ke real life karena ini berbeda, ini cuma fiksi dan itu adalah real life dari inspirasi visualnya.

Selain tentang BTS, sebenarnya aku menulis yang lebih ke Korean fiction, ya. Aku lebih menikmati vibes Korea-nya. Misalnya, aku terinspirasi dari idol A, tapi aku mencoba membuat karakter orisinal baru, mungkin dengan cara aku ganti atau pelesetin namanya.

 

Apakah peralihan tulisan kamu ke tulisan dengan Korean vibes ini meningkatkan jumlah pembaca?

Cukup terlihat ya, dan aku harus membandingkan juga platformnya. Karena dulu aku saat menulis tentang Justin Bieber masih di Facebook dan memang daya cakupannya tidak sebanyak itu. Tetapi ketika aku menulis K-pop, itu sudah terfasilitasi di Wattpad, aplikasi yang memang semua orang yang download itu kebanyakannya yang mau membaca. Jadi, mungkin nge-reach pembacanya lebih luas, apalagi dari pembaca K-pop sendiri ya, itu mereka lebih mengikuti dan loyal banget. Kalau kita akan menerbitkan buku, mereka itu mendukung banget.

Dari kebiasaan mereka ngefans idol K-pop buat menabung untuk membeli album, jadi ketika ada hal yang mereka suka seperti misalnya novel aku, mereka akan berusaha untuk memiliki.


 

Memangnya sejak kapan kamu suka menulis?

Dari SMP, sejak aku menjadi penggemarnya Justin Bieber. Dulu, orang juga ada yang menulis, jadi aku ikutan mencoba juga.

Dari kecil sepertinya aku memang dilatih menulis. Aku suka menulis puisi untuk mama aku dan sering diikutkan lomba menulis juga.

Setelah itu, aku berhenti dulu. Di SMP, aku mulai lanjut lagi menulis. Berhenti lagi, kemudian lanjut saat kuliah. Sekarang aku sudah menerbitkan lebih dari 10 buku.

 

 

Misalnya ada skandal pada idol kamu, apakah akan memengaruhi produktivitas kamu dalam menulis?

Aku lebih baik berdoa semoga idol aku enggak kena skandal, ya. Pasti memengaruhi semuanya. Salah satu teman penulis aku, idol K-pop-nya kena skandal dating, sementara dia lagi menulis yang inspirasi visualnya itu, jadinya dia berhenti menulis. Itu sudah risiko penulis yang memang kiblatnya ke idol. Kalau sudah tidak mood lagi menulis gara-gara itu atau mungkin pembacanya sudah tidak ada, it's okay.

Ada caranya kita enggak kehilangan ide cerita ini. Kita bisa menulis ulang ide cerita itu lagi ke cerita dan tokoh baru lagi. Selain itu, kalau kita sebagai penulis merasa karakternya kuat dan mampu membuat orang tidak mengaitkan cerita ini ke dunia nyata, ya sudah enggak apa-apa lanjut menulis.

 

 

Tentang BTS, kamu beberapa kali membuat proyek sosial pada ulang tahun personelnya. Awal bulan ini, kamu dan para A.R.M.Y kembali menanam ribuan pohon di Suppa, Sulawesi Selatan, untuk ulang tahun Jimin. Apa motivasi kamu?

Sebelum proyek menanam pohon tahun ini, aku dan pembaca aku (Hacin) mengadopsi 4.000 tukik di Pantai Luwita lalu akhirnya dilepaskan. Ternyata pas aku ngobrol, orangnya cerita juga kalau di situ juga ada program penanaman mangrove.

Kemudian mereka menawarkan proposalnya dan aku setuju karena aku pikir ini bisa dicapai goals-nya. Ternyata, dari 10 ribu, tembus 13 ribu, tembus lagi 15 ribu pohon.

Aku kagum banget karena hampir dua kali lipat dari tahun lalu dan aku sadar juga bahwa enggak di satu titik saja kita menanam pohon mangrove, tapi di tempat lain juga.

 

Bagaimana dengan 8.000 pohon mangrove yang kalian tanam tahun lalu di Bedono, Jawa Tengah? Ada peninjauan?

Kemarin aku nge-chat pihak pengelolanya di sana dan memang masih dikasih laporan di link yang sama. Cuma aku belum sempat ngecek lagi. Tapi mungkin donatur juga sudah punya aksesnya sih untuk melihat karena dibagikan juga laporannya.

 

Aksi pelepasan 4.000 tukik itu untuk ulang tahun Jungkook, ya? Benar sebagian besar dananya dari kantong pribadi kamu?

Aku selalu merasa uang yang aku miliki, apalagi aku menulisnya terinspirasi dari BTS, itu bukan milik aku sepenuhnya dan seperti ada yang mengingatkan terus akan hal ini. Jadi, aku harus sharing sebagai bentuk terima kasih sama BTS. Makanya, aku membuat proyek atas nama BTS.

Apalagi, aku habis menulis novel yang inspired by Jungkook gitu. Yang support dan beli itu banyak banget. Aku merasa berutang dan akhirnya membuat proyek itu sebagai bentuk rasa terima kasih aku sama Jungkook. Nah, ini juga bentuk terima kasih aku sama komunitas, sama A.R.M.Y dan pembaca aku.

Aku memang seperti itu, ya. Ketika aku mendapat penjualan buku yang bagus, uang tersebut bukan sepenuhnya untuk aku. Uang dititipkan ke aku karena aku harus menjadi jembatan untuk hal-hal seperti ini.

Sejauh ini sudah berapa proyek yang sudah kamu lakukan?
Kalau dihitung dari proyek kecil atau sederhana sampai proyek yang besar, donasi atau event, itu mungkin lebih dari 30 atau 50, ya.


 

Saat ini kamu juga tengah disibukkan dengan event Jimin ya di Hublife, Jakarta?
 

Event ini untuk mengapresiasi Jimin sebagai salah satu idol yang sudah memberikan influence banyak ke aku dan pembaca aku. Jimin sebagai salah satu orang yang membentuk Hacin juga. Makanya, Jimin agak lebih banyak proyeknya.
Teman-teman A.R.M.Y yang bukan pembaca aku bisa juga datang ke event ini. Ini seperti healing space juga. Di event ini bukan hanya booth lalu foto-foto. Ada sebuah space tempat kita bisa menulis hal-hal yang ingin kita lupakan, seperti masa-masa sulit kita di pandemi. Kemudian kita masukkan ke kotak dan nantinya itu akan dibakar di tempat lain. Ini sebagai suatu upaya untuk melepaskan beban mental. Aku bekerja sama dengan teman-teman A.R.M.Y yang memang concern di mental health. Event ini tentunya gratis dari 11 sampai 17 Oktober ini.


 

Ada kekhawatiran sebagian kalangan soal kesukaan generasi muda terhadap K-pop akan membuat kebudayaan lokal terlupakan, bagaimana menurutmu?

Terkait hal ini, dari dulu sudah ada juga, ya. Dulu kita suka juga dengan Barat atau suka film Jepang dan ada eranya. Mungkin sekarang lagi eranya Korea.

Kalau dari aku, aku berupaya, bahkan sekarang aku menulis fan fiction, tapi di model lokal, seperti tokoh inspirasinya BTS, tapi dibuat seperti orang Jawa.

Jadi, tetap kita mengingatkan bahwa kita bisa menikmati cerita-cerita lokal. Aku juga ingin melibatkan proyek-proyek BTS ini untuk kebudayaan ke depannya. Nah, melalui proyek-proyek yang sudah berlangsung hingga kini, kita juga bisa memberikan sesuatu untuk Tanah Air.

 

A.R.M.Y kita mulai banyak terlibat dalam aktivitas gerakan isu, seperti proyek yang kamu lakukan. Ada juga gerakan vaksin dan macam-macam. Apa potensi yang bisa tercipta dari soliditas tersebut?

Aku melihat kalau K-popers ini memang komunitas yang kuat banget sehingga mereka bisa ikut menyuarakan juga dari pandangan mereka terkait hal tersebut.

Sebagai salah satu orang yang bisa memberikan influence, aku juga berupaya mengarahkan solidaritas ini ke hal-hal yang positif. Selain aku, ada banyak banget A.R.M.Y di Indonesia yang memberikan proyek positif.

 

Untuk ke depan, apa yang kamu rencanakan sebagai penulis?

Aku akan lebih explore dengan menulis genre-genre berbeda seperti horor atau religi. Aku selalu ingin mencoba hal-hal seperti itu.

Aku juga lagi mencoba berbisnis. Aku lagi running manajemen kepenulisan juga. Jadi, aku punya manajemen kepenulisan tempat aku membantu teman-teman penulis untuk mempromosikan karya mereka. Mungkin aku juga bantu menerbitkan buku mereka sampai aku bisa punya penerbitan sendiri untuk target jangka panjang. (M-2)

 

BOX:

Tips Menulis dengan Kiblat sesuai Passion:
 

1. Mulai dari hal ringan
Bisa dimulai dari hal yang ringan, kalau misalnya menulis yang sudah banyak genrenya, nggak apa-apa cuek saja.
 

2. Terus belajar
Nggak apa-apa pada awalnya nggak bagus karena menulis itu berproses. Mungkin pada awalnya kita menulis dengan cerita yang mudah ditebak sampai akhirnya terasah lagi kemampuan untuk membuat alur yang lebih menantang dan tidak mudah ditebak.
 

3. Perbanyak latihan
Berusaha terus-menerus menulis hingga menghasilkan tulisan yang benar-benar bagus.
 

4. Jangan pernah takut
Selalu berpikir bahwa orang yang sekarang sukses adalah orang yang bisa mematahkan rasa takutnya di masa lalu.


BIODATA

Nama penulis: Asabell Audida
Tempat, tanggal lahir: Kediri, 22 Maret 1996

Riwayat Pendidikan:
Alumni SMAN 1 Plosoklaten, Kediri
Alumni Sastra Inggris, Universitas Hasanuddin (2014-2018)

Riwayat Karier:
Penulis
Mengelola manajemen kepenulisan

Prestasi:

- Pertukaran pelajar di Jepang saat berstatus mahasiswa.
- Banyak buku karyanya yang best seller dan masuk rak top ten di toko buku.
- Sering diundang sebagai pembicara dalam berbagai seminar.
- Proyek adopsi 4.000 penyu di Pinrang, Sulawesi Selatan, diberitakan di stasiun televisi besar Korea pada 2021.
- Proyek alam adopsi 100 terumbu karang di Ambon pada 2021.
- Proyek menanam ribuan pohon mangrove di Bedono, Jawa Tengah, pada 2020.
- Proyek menanam ribuan pohon mangrove di Suppa, Pinrang, Sulawesi Selatan, pada 2021.

 

 

Baca Juga

AFP

Jokowi: Dokter Pahlawan Tanpa Pamrih

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 12:46 WIB
Presiden mengapresiasi para dokter di masa wabah ini terus siaga untuk melakukan...
ANTARA/ AGUS SETYAWAN

Aktif Tangani Kasus Kejahatan Keanekaragaman Hayati, Menteri LHK Berikan Apresiasi pada Provinsi Lampung

👤Atalya Puspa 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 12:25 WIB
Peredaran TSL di Provinsi Lampung cukup tinggi yang disebabkan letak geografisnya sebagai jalur keluar masuk melalui Bakauheni menuju...
DOK YOUTUBE

Mahfud MD Klaim, Saat Ini, Kaum Santri Sudah Sangat Maju

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 12:15 WIB
Santri tidak hanya dikaitkan dengan lulusan pondok pesantren tetapi juga orang Islam yang rajin melaksanakan ajaran...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya