Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI Pandemi covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari setahun mulai menunjukan perubahan positif. Akhir-akhir ini kasus penyebaran virus kian melandai dan berbagai kebijakan pembatasan mulai dilonggarkan.
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial, Kemenko PMK, Andi Megantara mengungkapkan bahwa seiring dengan melandainya penyebaran covid-19 pemerintah mulai menyusun peta jalan transisi menuju endemi. Hal itu berkaitan dengan penerapan kebijakan yang harus dilakukan di masa endemi untuk mengurangi dampak sosial dan ekonomi.
"Hasil asesmen pada level kabupaten/ kota menunjukan kinerja baik. Dengan fakta bahwa covid-19 melandai saat ini pemerintah sudah mulai menyusun peta jalan transisi dari masa pandemi covid-19 menuju endemi," ujarnya dalam Rakornas Pendataan Anak Yatim, Piatu dan Yatim Piatu, Minggu (10/10).
Dijelaskannya, Sebagaimana diketahui bersama bahwa pandemi adalah wabah penyakti yang terjadi serempak di mana-mana dan menjangkau wilayah yang luas. Dengan kata lain pandemi sudah menjadi masalah bagi seluruh warga dunia.
Pandemi menjadi salah satu tertinggi dalam penyebaran penyakit. Tolok ukur penyakit tersebut sebagai pandemi adalah apabila telah menyebar ke berbagai negara, ke hampir seluruh dunia seperti covid-19.
"Sementara itu endemi adalah penyakit yang muncul dan menjadi karakteristik di wilayah tertentu misalnya penyakit malaria di Papua. Penyakit yang selalu ada di daerah tersebut namun dengan frekuensi jumlah kasus yang rendah," terangnya.
Baca juga : Dampak Pandemi, 1.463 Anak Terdata jadi Yatim Piatu
Endemi akan menjadi status penyebaran penyakit yang paling dasar atau paling rendah. Status itu menunjukan jika penyakit akan tetap ada meski terjadi di sekelompok masyarakat saja.
Untuk bisa masuk transisi pandemi ke endemi ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Syarat tersebut, yakni fatality rate lebih kurang 2% secara rata-rara global, kasus aktif di bawah 100 ribu, positivity rate di bawah 5%, kasus baru di bawah 5 ribu dan BOR rumah sakit di bawah 40%.
"Saat ini pemerintah sedang menyiapkan strategi menghadapi endemi bila virus korona dapat tertahan dalam jangka waktu lama di Indonesia. Artinya nanti akan menjadi wabah yang sporadis di tempat-tempat tertentu seperti flu atau pun demam berdarah," jelasnya.
Meski demikian, transisi ke masa endemi tidak berarti protokol kesehatan akan diabaikan. Pemerintah tetap menekankan pentingnya mematuhi 3M dan terus menjankan 3T, hingga akselerasi vaksinsi.
Masyarakat perlu diedukasi bahwa hidup akan terus bersampingan bersama virus. Akan tetapi tentu saja dampaknya bisa dikurangi atau dikendalikan. (OL-7)
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Studi Nature Communications ungkap pandemi Covid-19 mempercepat penuaan otak rata-rata 5,5 bulan, meski tanpa infeksi. Siapa yang paling terdampak?
Epidemiolog sekaligus peneliti Global Health Security, Dicky Budiman, mengatakan bahwa sebetulnya hal tersebut tidak mengagetkan karena covid-19 kini sudah menjadi endemi.
Berikut adalah 8 langkah pencegahan Covid-19 yang perlu diterapkan masyarakat untuk memutus rantai penularan virus:
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan Surat Edaran pada 28 Mei lalu mengenai kewaspadaan lonjakan covid-19.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) dalam Surat Edaran mengenai kewaspadaan lonjakan covid-19 menyebut varian dominan yang beredar di Indonesia adalah MB.1.1.
PENGURUS IAKMI dr Iqbal Mochtar mengatakan peningkatan kasus covid-19 di berbagai negara, termasuk Indonesia, saat ini belum sampai pada level mengkhawatirkan.
"Angka ini menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan dengan puncak wabah tahun ini,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved