Minggu 10 Oktober 2021, 12:27 WIB

Peningkatan Akurasi Data Dibutuhkan untuk Tingkatkan Program Vaksinasi

Atalya Puspa | Humaniora
Peningkatan Akurasi Data Dibutuhkan untuk Tingkatkan Program Vaksinasi

ANTARA/Oky Lukmansyah
Petugas melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum penyuntikan vaksin covid-19 "door to door" di Tegal, Jateng, Sabtu (9/10/2021)

 

Epidemiolog Dicky Budiman mengapresiasi pemerintah yang telah menjalankan program vaksinasi secara baik. Namun demikian masih ada hal yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan kesuksesan program tersebut, yakni masalah sinkronisasi data. Dicky menyebut bahwa data merupakan bahan bakar bagi program vaksinasi untuk berjalan baik.

"Kendala utama adalah masalah data. Karena dengan basis data, kita bisa punya mapping. Tanpa data, kita akan sulit untuk melihat kelompok sasaran prioritas vaksin," kata Dicky saat dihubungi, Minggu (10/10).

Ia mengungkapkan, perlu adanya dukungan berbagai pihak untuk memperkuat sistem data di masyarakat, di antaranya pemerintah daerah, mitra, serta masyarakat untuk mendapatkan data yang akurat.

Baca juga: Sepekan Hari Tanpa Bayangan di Pulau Jawa, Ini Daerahnya

"Kalau tidak demikian, di luar jawa akan ada keterbatasan. Perlu ada dukungan untuk mengejar kelompok rawan," ungkap dia.

Selain gencarnya program vaksinasi, Dicky menyebut upaya 3T dan 5M harus terus diperkuat guna mengantisipasi munculnya gelombang baru covid-19.

"Jadi PR besarnya adalah mengejar cakuupan vaksinasi penuh di atas 85% dengan penguatan strategi 3t dan 5M untuk mencegah potensi ledakan berikut," pungkas Dicky.

Sebagai informasi, berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Kesehatan per 9 Oktober 2021, cakupan vaksinasi dosis pertama di Indonesia mencapai 47,93%, sementara vaksinasi kedua yakni 27,48%.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan Indonesia kini berada di peringkat 5 dunia dari segi jumlah orang yang sudah divaksinasi. Peringkat tersebut dicapai setelah Indonesia berhasil memberikan vaksin kepada lebih dari 90 juta orang.

“Dari sisi vaksinasi, per hari ini (Rabu, 6/10), sudah 94 juta orang Indonesia yang divaksinasi dosis pertama. Indonesia ada di ranking ke 5 dunia,” kata Budi.

Capaian tersebut membuat Indonesia naik satu peringkat menyusul Jepang. Diketahui, Jepang kini sudah memberikan vaksinasi kepada 80 juta warganya.

Selain dari segi jumlah orang yang sudah divaksin, Indonesia juga berhasil bertengger di peringkat ke-6 dunia dari segi total suntikan. Total suntikan vaksin covid-19 di Indonesia sudah mencapai 156 juta kali.

Budi juga memastikan, stok vaksin dalam negeri Indonesia aman. Hingga saat ini, pemerintah Indonesia sudah mendapatkan 222 juta dosis. Dari jumlah itu, 193 juta dosis diantaranya sudah didistribusikan ke daerah, dan 148 juta dosis sudah disuntikkan kepada warga masyarakat. (H-3)

Baca Juga

Antara

Waspada Varian Baru, Pemerintah Diminta Perketat Pintu Masuk Wisatawan Asing

👤Ant 🕔Sabtu 27 November 2021, 23:57 WIB
Berkaca pada varian Delta, Indonesia terlambat mencegah dan mengantisipasi sehingga terjadi lonjakan kasus...
DOK YAKULT

30 Tahun Yakult Berkontribusi untuk Indonesia

👤Ihfa Firdaus 🕔Sabtu 27 November 2021, 21:48 WIB
Saat ini, penjualan Yakult mencapai 7 juta botol per hari. Jumlah ini masih akan bertambah karena baru 3,5% masyarakat Indonesia yang...
Dok. KLHK

Kaum Muda Bergerak Pulihkan Lingkungan Hidup

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 27 November 2021, 21:00 WIB
Diharapkan KLHK melibatkan kaum muda di dalam proses-proses pembuatan kebijakan yang berkaitan langsung dengan kaum...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya