Jumat 08 Oktober 2021, 23:55 WIB

MUI Ingatkan Kelompok Moderat Aktif Berdakwah di Lembaga Pemerintah

mediaindonesia.com | Humaniora
MUI Ingatkan Kelompok Moderat Aktif Berdakwah di Lembaga Pemerintah

Ist
Sekretaris Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme Majelis Ulama Indonesia M Najih Arromadloni.

 

SEKRETARIS Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme Majelis Ulama Indonesia (BPET MUI) Dr M Najih Arromadloni MAg mengingatkan perlu peran kelompok moderat harus aktif untuk berdakwah di kementerian-kementerian, lembaga-lembaga negara dan di perusahaan-perusahaan badan usaha milik negara (BUMN).

"Karena saat ini kelompok moderat itu terlalu pasif dalam mengisi kegiatan keagamaan di instansi/lembaga negara, di samping itu kelompok moderat ini perlu juga berdakwah di sosial media," ujar Najih Arromadloni, dalam keterangan yang diterima, di Jakarta, Jumat (8/10).

Menurut dia, peran aktif kelompok moderat ini untuk menghadapi radikalisasi yang sudah masuk ke dalam semua lini, termasuk aparatur sipil negara (ASN), pegawai BUMN, TNI maupun Polri.

Faktor lain yang juga mendorong mudahnya kelompok radikal menyebarkan paham radikal dan intoleran di instansi atau lembaga negara ialah terkait pola rekrutmen kelompok tersebut yang sengaja menyasar unsur kekuatan negara (tholabun nusrah), dan bahkan mereka sengaja masuk menjadi bagian dari unsur kekuatan negara untuk dapat menginfiltrasi negara dari dalam.

"Ini sangat membahayakan ketika aparatur kita khususnya TNI/Polri sudah teradikalisasi. Ini sangat membahayakan dan kasus ini sudah banyak terjadi di banyak negara, salah satunya di Mesir," ujar pria yang akrab disapa Gus Najih ini.


Baca juga: BNPT Tegaskan Terorisme Musuh Agama dan Negara


Lebih lanjut Gus Najih menjelaskan, meski mereka itu anti terhadap negara, tapi faktanya mereka ini berbondong-bondong masuk ke dalam menjadi ASN.

"Karena mereka menganggap bahwa ini adalah cara untuk menginfiltrasi negara dari dalam," kata pria yang meraih gelar Doktoral Pengkajian Islam bidang Tafsir Hadis dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini pula.

Gus Najih juga memandang kondisi ini terkait dengan banyaknya akses dukungan materi bagi kelompok radikal dewasa ini, mulai dari pendanaan dari corporate social responsibility (CSR) maupun lembaga zakat yang dikelola oleh institusi dan perusahaan tersebut.

Melihat kondisi ini banyak terjadi di instansi pemerintah dan BUMN, sehingga perlu evaluasi dan monitoring menyeluruh dari dalam tubuh instansi/Lembaga itu sendiri, katanya lagi.

"Solusinya adalah, yang pertama kelompok moderat harus aktif untuk berdakwah di kementerian-kementerian dan di perusahaan-perusahaan BUMN. Yang kedua adalah kementerian-kementerian dan perusahaan BUMN perlu membuat saluran-saluran kegiatan rohani dari dalam kementerian/BUMN agar supaya unsur-unsur luar ini tidak masuk ke dalam," pungkasnya. (Ant/S-2)

 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Ketua MPR Berharap Media Indonesia Terus Berikan Inspirasi

👤Fathurrozak 🕔Senin 17 Januari 2022, 14:19 WIB
Ia pun berharap, pada ulang tahun ke-52 Media Indonesia tetap menjadi media yang terdepan dalam menyajikan berita...
Dok Universitas Muhammadiyah Malang

Program Jokowi Perkuat SDM Hadapi Persaingan di Era Digital

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 17 Januari 2022, 14:16 WIB
Melalui berbagai kementeriannya, Presiden Jokowi mengambil beberapa kebijakan...
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Kiat Dukung Literasi Zakat, Uhamka Raih Penghargaan BAZNAS Award 2022

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 17 Januari 2022, 13:58 WIB
Uhamka sebagai Perguruan Tinggi Islami terbaik di Indonesia mendapatkan Penganugrahan BAZNAS Awards 2022 dalam kategori Lembaga Pendidikan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya