Selasa 28 September 2021, 23:55 WIB

Dampak Pandemi, Nadiem: Satu Generasi Kehilangan Hampir Setahun Pembelajaran 

Faustinus Nua | Humaniora
Dampak Pandemi, Nadiem: Satu Generasi Kehilangan Hampir Setahun Pembelajaran 

Antara/Galih Pradipta
Mendikbudristek Nadiem makarim

 

MENTERI Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek), Nadiem Makarim kembali mengingatkan potensi memudarnya capaian belajar atau learning loss akibat pandemi covid-19 yang berkepanjangan. Diperkirakan satu generasi telah kehilangan setahun belajar di masa krisis ini. 

"Anak-anak kemungkinan besar kehilangan antara 0,8-1,2 tahun pembelajaran. Jadi seolah-olah satu generasi kehilangan hampir setahun pembelajaran di masa ini," ungkapnya dalam acara bincang-bincang Bangkit Bareng, Selasa (28/9). 

Dampak lain adalah memburuknya kesehatan psikis anak-anak Indonesia yang akan semakin besar bila pembelajaran jarak jauh (PJJ) terus berlanjut. Untuk itu, pemerintah terus mendorong terselenggaranya pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat dan strategi pengendalian covid-19 di sekolah. 

"Banyak anak-anak kita yang kesepian dan trauma dengan situasi ini. Begitu juga dengan orang tuanya," tambahnya. 

Sejak 2020, lanjutnya, Kemendikbud-Ristek terus melakukan advokasi ke berbagai daerah yang dapat menggelar PTM terbatas. Pemda dan sekolah diminta untuk segera menyelenggarakan PTM dengan persiapan yang matang dan sistem pengendalian yang baik. 

Baca juga : PTM Dimulai, Zee Zee Shahab: Saat ini Sekolah Online Masih Lebih Baik

"Sudah 40% sekolah mulai tatap muka terbatas, tapi ini angkanya masih kecil. Kalau tidak mau makin ketinggalan, kita harus tatap muka dengan protokol kesehatan teraman yang bisa dilakukan," tegas Nadiem. 

Sekolah, kata Nadiem wajib memahami dan menaati panduan PTM terbatas di dalam SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (covid-19). 

“Kita harus terus waspada akan penyebaran covid-19 dan memastikan protokol kesehatan tetap terjaga. Namun, kita juga harus memerhatikan dampak permanen PJJ yang mengkhawatirkan," ujarnya. 

"Kebutuhan PTM sangat besar dan ini harus dimengerti. Sebanyak 80-85% murid-murid ingin kembali ke sekolah kembali tatap muka," tandasnya.(OL-7)

Baca Juga

Antara

JKN Harus Dioptimalkan untuk Pengobatan Pasien Kanker

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 16:10 WIB
Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit yang bisa memiskinkan penderita dan keluarga, karena beban biaya yang sangat tinggi....
Instagram

KLHK Ringkus Tiga Penjual Kulit Harimau di Bener Meriah

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 16:05 WIB
BALAI Gakkum KLHK Wilayah Sumatera bersama BKSDA dan Polda Aceh menangkap 3 orang penjual kulit harimau sumatera di...
Ist

11 Anak Muda Tangguh Terima Apresiasi 12th SATU Indonesia Awards 2021 dari Astra

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 15:47 WIB
Semangat dan kegigihan 11 anak muda tersebut semakin terasa pada acara awarding 12th SATU Indonesia Awards 2021 yang diadakan secara...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya