Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
WORLD Rabies Day diperingati setiap tanggal 28 September setiap tahunnya. Di Indonesia sendiri, penyakit rabies masih menjadi ancaman dan baru beberapa wilayah yang dinyatakan terbebas dari rabies seperti DKI Jakarta, Papua, dan Jawa Tengah.
Veterinarian PT Perfect Companion Indonesia Aulia Jasmine mengungkapkan, penyakit rabies adalah salah satu penyakit strategis dunia yang bersifat zoonosis (menular dari hewan ke manusia) dengan tingkat kematian yang tinggi.
Adapun, hewan dan manusia yang terserang rabies diperkirakan 100% akan mengalami kematian.
"Lalu siapa saja yang bisa tertilar rabies? Semua hewan mamalia yang bedarah panas bisa tertular dan menularkan rabies, seperti kelealwar, anjing, rakun, sigung, kucing dan juga manusia," kata Aulia dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara virtual, Senin (27/9).
Adapun, gejala klinis pada hewan yang terjangkit rabies diantaranya mngeluarkan air liur berlebih, suara hewan menjadi parau, terjadi kelumpuhan pada wajah dan rahang bawah, lumpuh, kejang, lalu mati.
"Ini dalam waktu beberapa bulan saja pasti akan mati," tambah Aulia.
Selain itu, terdapat gejala lainnya yang dapat dikenali, seperti hewan menjadi galak, gelisah, hiperaktif, sering bersembunyi di tempat gelap dan dingin, takut cahaya dan air, dan sering memakan benda asing seperti batu, kayu, dan lain-lain.
Baca juga : Pemerintah Perketat Pintu Masuk dari AS dan Turki
Tak jauh berbeda dengan gejala pada hewan, manusia yang terjangkit rabies juga akan mengalami hal serupa. Gejala yang dapat dikenali seperti batuk, kesulitan bernapas, liur berlebih, ketakutan pada air, udara, dan cahaya, kejang-kejang, lumpuh, hingga menyebabkan kematian.
"Tapi tidak semua orang yang digigit hewan dengan rabies akan terjangkit. Namun kalau sudah timbul gejala klinis, potensi kematiannya akan mencapai 100%. Hanya beberapa orang di dunia yang berhasil sembuh dari rabies," ucap dia.
Untuk itu, cara terbaik guna menghindari rabies pada hewan dan manusia adalah dengan melakukan vaksinasi rabies. Selain itu, sejumlah hal juga harus diperhatikan manusia apabila mendapatkan gigitan dari hewan yang terinfeksi rabies.
Pertama, lakukan pencucian pada daerah yang tergigit dengan air sabun 10-15 menit. Selanjutnya, berikan antiseptik iodin dan alkohol 70% dan langsung larikan ke puskesmas atau RS.
Adapun, apabila ada hewan yang terjangkit rabies, jangan langsung dibunuh. Jika memungkinkan, tangkap dan serahkan ke pihak kesehatan hewan.
Apabila hewan rabies ditemukan dalam keadaan mati, pastikan kepala hewan tersebut dalam kondisi dingin dengan dimasukkan terlebih dahulu ke lemari pendingin untuk menghindari pembusukan.
"Penting juga untuk dilakukan, jangan pernah mengganggu hewan liar. Karena kita tidak pernah tahu behaviour mereka seperti apa," tegas Aulia. (OL-7)
Program yang berlangsung sejak Juli hingga November 2025 ini berhasil melampaui target awal 10.000 peserta dan telah menjangkau 12.356 siswa sekolah dasar.
PEMERINTAH Kabupaten Tanah Datar Sumatra Barat (Sumbar) menggelar rapat untuk memperkuat langkah pengendalian rabies menyusul meningkatnya kasus rabies.
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat (Jakbar) memvaksinasi 663 ekor hewan penular rabies (HPR) selama November 2025.
Pada tahap akhir infeksi, penderita rabies bisa mengalami kondisi mengerikan yang disebut hydrophobia, atau ketakutan ekstrem terhadap air.
Kasus gigitan hewan rabies di Pekanbaru capai 509 kejadian sepanjang 2025. Meski menurun dari 2024, Dinkes tetap imbau warga waspada karena rabies mematikan.
Kasus rabies pun terus meningkat di beberapa kota dan negara, sehingga kewaspadaan pemilik hewan sangat dibutuhkan. Dengan pencegahan yang tepat, risiko rabies
Influenza atau yang lebih akrab dikenal sebagai flu sering kali dianggap remeh sebagai gangguan pernapasan biasa.
Daya tular campak cukup tinggi, mirip dengan covid-19. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus selama 4 hari sebelum dan sesudah gejala muncul.
Jemaah haji perlu memahami manfaat kesehatan jangka panjang dari vaksinasi, bukan sekadar memenuhinya sebagai syarat administrasi.
Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa lebih dari 22% jemaah haji Indonesia pada 2025 merupakan kelompok lansia, dan mayoritas membawa penyakit komorbid.
Orang yang hidup dengan HIV (ODHA) memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi menular seksual (IMS). Selain berdampak langsung pada kesehatan.
Dalam kondisi hujan, tingkat kelembapan tinggi, dan suhu tinggi, melakukan aktivitas fisik di tempat terbuka meningkatkan peluang terserang penyakit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved