Jumat 17 September 2021, 17:49 WIB

Pemerintah Genjot Vaksinasi Lansia di Sejumlah Provinsi

Atalya Puspa | Humaniora
Pemerintah Genjot Vaksinasi Lansia di Sejumlah Provinsi

Antara
Ilustrasi

 

PEMERINTAH terus menggenjot percepatan vaksinasi bagi kelompok lansia agar target 21,5 juta lansia tervaksin segera tercapai. Vaksinasi lansia penting untuk menurunkan risiko kematian lansia yang masih tinggi akibat covid-19.

"Capaian vaksinasi untuk lansia saat ini masih tergolong rendah, padahal kelompok lansia merupakan salah satu yang paling rentan. Pemerintah akan terus mempercepat realisasi vaksinasi bagi lansia sebagai bentuk upaya melindungi mereka dari risiko covid-19," tegas Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Jumat (17/9).

Menurutnya, vaksinasi kelompok lansia sangat penting karena mereka memiliki tingkat kematian covid-19 yang cukup tinggi. Per 15 September 2021, capaian vaksinasi dosis satu pada kelompok lansia baru menyasar 5,77 orang atau baru mencapai 26,78 persen dari target 21,55 juta orang. Sementara itu, capaian vaksinasi dosis kedua mencapai 4,07 juta orang atau sekitar 18,91 persen dari target.

“Dari data tersebut, dapat dilihat bahwa realisasi vaksinasi untuk kelompok lansia masih tergolong rendah, padahal angka kematian lansia cukup tinggi atau 46,7 persen dari total kasus kematian akibat covid-19. Untuk itu, pemerintah akan mempercepat vaksinasi lansia, khususnya di Sumatera Barat, Aceh, Maluku Utara, dan Papua, yang cakupan vaksinasinya masih rendah,” katanya.

Baca juga : DPR Desak BPJS Kesehatan Mitigasi Dampak Pandemi Pada Kepesertaan JKN

Ia menyatakan, pemerintah daerah juga diminta segera menyusun strategi percepatan vaksinasi dan menyelesaikan kendala yang menghambat vaksinasi lansia di daerah masing-masing. Pemerintah daerah diharapkan dapat membanSeperti kemudahan menjangkau lokasi dan pemberian edukasi. Johnny pun meminta masyarakat tidak perlu khawatir.

"Vaksin covid-19 yang digunakan di Indonesia saat ini aman dan mampu menekan angka kematian, termasuk pada lansia yang memiliki komorbid," ujar Menkominfo.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi juga menyampaikan, pihaknya mencatat bahwa angka kematian pada penduduk lansia masih yang tertinggi akan tetapi cakupan vaksinasi untuk kelompok ini masih terbilang rendah. Oleh karena itu, dia mendorong, stakeholder terkait, terutama di daerah, untuk menyusun kembali strategi untuk menjangkau populasi rentan ini sesuai dengan keunikan masalah di masing-masing wilayah.

Lakukan alokasi dan keistimewaan antrian khusus untuk penduduk lansia di setiap pelaksanaan vaksinasi baik yang dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) maupun yang dilakukan secara massal di beberapa tempat.

Selain itu, tempat pelaksanaan vaksinasi harus mudah dijangkau oleh lansia, baik secara geografis maupun biaya, diikuti juga dengan sosialisasi informasi dan edukasi yang mudah dipahami oleh lansia. Komorbiditas idealnya tidak menjadi halangan bagi lansia untuk mendapatkan vaksinasi. “Pada saat yang sama pemerintah pusat akan terus berupaya untuk memastikan ketersediaan vaksin di dalam negeri,” pungkas dia. (OL-2)

 

 

Baca Juga

Antara

BPJS Kesehatan: Program JKN-KIS Tingkatkan Angka Harapan Hidup 2,1 tahun

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 16:25 WIB
PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berdampak positif terhadap layanan sistem kesehatan di Indonesia, bahkan mampu meningkatkan angka...
ANTARA/HO-BNPT

BNPT Serukan Generasi Muda Berani Suarakan Antiradikalisme

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 16:17 WIB
Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid meminta generasi muda untuk berani menyuarakan gerakan antiradikalisme dan...
Antara

JKN Harus Dioptimalkan untuk Pengobatan Pasien Kanker

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 16:10 WIB
Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit yang bisa memiskinkan penderita dan keluarga, karena beban biaya yang sangat tinggi....

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya