Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
Indonesia akan kembali bertanding dalam kompetisi final koki profesional paling prestisius di dunia, 'Bocuse d’Or' pada 26-27 September mendatang di Lyon, Prancis. Tim Indonesia juga pernah masuk dalam final kompetisi yang sama pada 2011 silam.
Seperti yang diketahui, Bocuse d’Or merupakan kompetisi memasak antar chef dari berbagai negara di dunia yang diadakan setiap dua tahun sekali di kota Lyon, Perancis, yang dikenal sebagai pusat gastronomi Perancis. Kompetisi Bocuse d’Or sering disejajarkan dengan Olimpiade dan Piala Dunia dalam dunia kuliner.
Indonesia akan diwakilkan oleh Chef Mandif Warokka dan Nugraha Lutfi, Commis dari restoran Blanco par Mandif di Ubud, Bali. Mandif memiliki pengalaman beberapa kali bertanding di panggung internasional dan pernah mendapatkan medali emas di Salon Culinaire Dubai 2005.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno berharap dari kompetisi ini Indonesia bisa sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner nusantara ke kancah Internasional. Sekaligus, nantinya dari hal tersebut bisa mendatangkan potensi pariwisata ke Indonesiax
"Semoga ini memperkuat kuliner indonesia di mata dunia, menjadi top of mind, bisa mempromosikan pariwisata Indonesia, dan bisa meningkatkan ekspor kuliner Indonesia," kata Sandi di acara jumpa pers virtual, Senin (30/8).
Tim Indonesia dilatih oleh Chris Salans, chef dan juga pemilik dari restoran fine dining Mozaic di Ubud Bali. Selain itu, mereka juga dilatih Chef Gilles Marx selaku Presiden dari Bocuse d’Or Indonesia dan pemilik dari restoran Amuz Gourmet di Jakarta. Gilles juga melatih tim Indonesia saat berkompetisi di Lyon pada 2011.
Proses seleksi babak final Bocuse d’Or melalui beberapa tahap. Tahap pertama dilakukan secara nasional oleh negara-negara yang ingin berpartisipasi. Tahap selanjutnya adalah tahap regional seperti Eropa, Asia Pasifik dan Amerika, hingga dipilih yang terbaik untuk bertanding di babak final di Lyon, Perancis.
Chef Mandif mengatakan, penilaian pemenang berdasarkan berbagai faktor seperti rasa yang merepresentasikan identitas lokal, desain atau tampilan makanan, kebersihan dapur, sampai bobot sampah yang dihasilkan.
"Tema yang kita bawa Layers of Indonesia atau secara konseptual yaitu Jatiluwih Bali, tetapi kita tahu lapisan (makanan) Indonesia yang kita adalah rasa untuk membangun poin kejutan, tetapi tidak boleh dominan," kata Mandif.
Menurut Mandif tantangan bobot sampah yang dihasilkan merupakam tantangan terbesar. Dimana, peserta harus bisa memanfaatkan keseluruhan bahan yang mereka gunakan dengan baik hingga meminimalisir bobot sampah makanan.
Saat ini, Ia mengaku belum bisa memberi tahu makanan yang akan dimasak pada babak final Bocuse d’Or . Namun, rempah-rempah yang digunakan akan berasal dari Sumatra dan Bali.
Mandif dan Lutfi juga harus menjawab tema tantangan yang diberikan oleh panitia Bocuse d’Or, yaitu mengolah bahan daging sapi, produk nabati, tomat dan membuat masakan untuk dibungkus bawa pulang (takeaway).
"Bahan-bahan makanan Indonesia ini seperti emas dan orang-orang di dunia harus tahu itu. Ada banyak sekali lapisan rasa yang dibawa tim Indonesia di Bocuse d’Or," kata Chris Salans.
Menurut Gilles yang sudah melatih tim Indonesia selama lebih dari satu dekade, tahun ini manajemen tim Indonesia lebih baik. Gilles dan Mandif percaya melalui semua pembelajaran tahun ini, tim Indonesia ke depannya akan lebih kuat lagi untuk berkompetisi di Bocuse d’Or. (OL-12)
JELANG Hari Raya Idulfitri, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bekerja sama dengan Gerakan Masyarakat Wirausaha menggelar pelatihan membuat kue kering Lebaran bagi para ibu rumah tangga.
BUKA lapangan kerja, Yayasan Indonesia Setara (YIS) Bersama UMKM Sahabat Sandi menggelar Workshop Baking Kue Kering Lebaran.
BUKA lapangan kerja, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bekerja sama dengan Gebrakan Anak Negeri (GAN) menggelar Workshop Kuliner Olahan Emping Melinjo - Brownies Topping Emping & Emping Caramel.
PULUHAN pelaku usaha kecil mengikuti pelatihan pembuatan produk inovatif dalam Program Desa EMAS (Ekonomi Maju & Sejahtera) 2026 di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan, agar mampu mandiri secara ekonomi serta memiliki kesempatan yang setara.
SANDINATION Academy bersama Yayasan Indonesia Setara (YIS) menggelar Offline Mentoring Rocket Incubation 2026 di Aula Masjid At-Taqwa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu (7/2).
Secara historis, sate bulayak merupakan makanan khas dari Kecamatan Narmada, Lombok Barat.
Bagi masyarakat Maluku Utara, Lalampa bukan sekadar makanan, melainkan tradisi yang tak terpisahkan dari momen kebersamaan.
Rumah Makan Padang Nan Lamak resmi dibuka di Jakarta Selatan. Sajikan rendang dan ayam goreng khas Solok dengan resep autentik Minang dan konsep made-to-order.
Bukan sekadar nasi kari biasa, menu ini dikenal dengan porsi melimpah, rasa kuah kari yang khas, dan harga yang ramah di kantong.
Spesial tahun ini, hidangan-hidangan Turki dapat dinikmati di Jakarta, tepatnya di DoubleTree by Hilton Jakarta – Diponegoro melalui program “Taste of Turkiye”.
SEPANJANG Ramadan 2026, berbagai atraksi dan daya tarik untuk mendukung aktivitas masyarakat dihadirkan di Tangerang, salah satunya Ramdan Adventure.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved