Senin 30 Agustus 2021, 22:32 WIB

Toyota Indonesia Academy Targetkan 10.000 SDM Siap Kerja di 2030

RO | Humaniora
Toyota Indonesia Academy Targetkan 10.000 SDM Siap Kerja di 2030

TMMIN
.

 

INDUSTRI nasional memberikan kontribusi mencapai 17,89% terhadap PDB (Pendapatan Domestik Bruto) pada 2020. Pun pada Triwulan II-2021 sektor industri menjadi sektor pendorong PDB dengan menyumbang pertumbuhan 6,58%.

Industri otomotif yang merupakan bagian dari industri nasional menjadi salah satu industri dengan rantai pasok yang panjang karena berkaitan dengan industri pendukung lainnya, serta melibatkan 1,5 juta SDM.

Untuk turut serta menciptakan SDM unggulan di industri, dibentuk  Akademi Komunitas Toyota Indonesia pada 2015, yang lebih dikenal dengan nama Toyota Indonesia Academy (TIA). TIA merupakan sekolah berbasis vokasi yang bertujuan untuk mengembangkan SDM tersertifikasi keahlian berstandar nasional dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

"Akademi ini merupakan salah satu perwujudan upaya kami untuk mendukung pemerintah dalam pengembangan SDM, melalui pendidikan vokasi, yang diharapkan menjadi salah satu pilar utama dalam peningkatan daya saing industri manufaktur Indonesia di kancah global," Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono di acara pelepasan 32 wisudawan D2 Angkatan ke-3 jurusan Tata Operasi Perakitan Kendaraan Roda 4 (TOPKR4), Jumat (27/8).

10.000 SDM Advance Manufacture Technology di 2030 dari TIA

Perkembangan industri otomotif mensyaratkan SDM yang link and match agar dapat langsung terserap dalam dunia kerja. Dengan porsi pelatihan praktikum hingga 70%, TIA menerapkan pembelajaran dan pelatihan kerja yang mengedepankan inovasi teknologi. Beberapa mata kuliah unggulan sudah mulai dipersiapkan dalam kurikulum 'Advance Manufacture Technology' seperti Internet of Things (IoT), Robotic, Advance Mechatronic, dan Electrical Vehicle.

"Targetnya pada tahun 2030, TIA bisa menciptakan 10.000 SDM Advance Manufacture Technology bersertifikasi nasional untuk menghadapi era elektrifikasi," ujar Direktur Corporate Affairs TMMIN Bob Azam.

Saat ini TIA sudah melahirkan 255 lulusan dari jurusan Diploma 1 Teknik Pemeliharaan Mesin Otomasi (TPMO) serta Diploma 2 jurusan Tata Operasi Perakitan Kendaraan Roda 4 (TOPKR4) yang sudah menunjukkan kemampuannya di TMMIN dan rantai pasok otomotif. 

Menurut Bob, tantangan besar saat ini adalah menghadapi Industri 4.0, Green Economy, dan paska pandemi covid-19 selain memasuki era Elektrifikasi. Sekolah vokasi menjadi kunci untuk menjawab tantangan perubahan yang semakin cepat melalui kurikulum yang menggabungkan keterampilan teknis dan karakter industri. 

"Melalui lulusan berkompetensi 'Advance Manufacture Technology,' TIA siap memenuhi tantangan dan kebutuhan industri di Indonesia," ujar Bob Azam.

Berbagi di Masa Pandemi
 
Setelah sebelumnya berkarya melalui Robot UV untuk memutus penyebaran pandemi, tahun ini siswa TIA dan para pengajar membantu upaya menjaga kebersihan diri dengan membuat Alat Mesin Cuci Tangan Manual yang menggunakan kaki sebagai penggeraknya. 

Kebiasaan membersihkan dan mencuci tangan menjadi salah satu pencegah tersebarnya virus corona. Total sebanyak 7 unit alat mesin cuci tangan manual sudah TIA kontribusikan bagi sejumlah Kampung Siaga Covid-19 (KSC) yang tersebar di Jakarta, Bekasi, dan Karawang. (S-4)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Presiden Longgarkan Aturan Pakai Masker

👤Indriyani Astuti 🕔Selasa 17 Mei 2022, 17:32 WIB
Presiden menjelaskan, itu diputuskan dengan memperhatikan kondisi penanganan pandemi Covid-19 yang makin terkendali di indonesia semakin...
MI/Dwi Apriani

TMC Cegah Karhutla Akan Dilaksanakan di Sumatra Selatan dan Jambi Mulai Pekan Depan

👤Atalya Puspa 🕔Selasa 17 Mei 2022, 17:19 WIB
Apabila terjadi karhutla, maka dilakukan penghitungan luas areal terbakar dan emisi karhutla serta penegakan hukum oleh KLHK dan...
MI/Briyanbodo Hendro.

Perlu Gerakan Membenahi Tata Kelola Penanggulangan Penyakit Langka

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 16:38 WIB
Pemerintah di tingkat pusat dan daerah, tegasnya, harus terus didorong untuk menyediakan akses seluas-luasnya bagi para penyandang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya