Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Perkuat Link and Match, Kemenperin Gandeng Markija Terapkan Asesmen Keterampilan Berbasis Data

Basuki Eka Purnama
10/2/2026 18:05
Perkuat Link and Match, Kemenperin Gandeng Markija Terapkan Asesmen Keterampilan Berbasis Data
Kemenperin Gandeng Markija Terapkan Asesmen Keterampilan Berbasis Data(MI/HO)

KEMENTERIAN Perindustrian Republik Indonesia terus memperkuat komitmen dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten dan siap kerja. Melalui Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPVI), Kemenperin resmi menjalin kerja sama strategis dengan Markija Berdaya untuk mengimplementasikan sistem asesmen keterampilan mutakhir di lingkungan pendidikan vokasi.

Sinergi ini dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Gedung PIDI 4.0, Jakarta. 

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mempererat link and match antara kurikulum pendidikan dengan kebutuhan nyata dunia industri.

Implementasi PractiWork di Satuan Pendidikan Vokasi

Dalam kolaborasi ini, Markija menghadirkan PractiWork, sebuah solusi asesmen keterampilan berbasis teknologi. 

Platform ini mulai diimplementasikan di empat satuan pendidikan vokasi di bawah naungan Kemenperin, yaitu SMK-SMAK Bogor, Akademi Kimia Analisis (AKA) Bogor, Politeknik STMI Jakarta, dan Politeknik APP Jakarta.

Sekretaris BPSDMI Kemenperin, Dr. Sidik Herman, S.Sn., M.M., menjelaskan bahwa asesmen ini merupakan instrumen penting untuk memetakan kompetensi lulusan secara objektif.

“Data hasil asesmen menjadi instrumen strategis bagi satuan pendidikan vokasi di bawah Kementerian Perindustrian dalam melakukan evaluasi dan penyempurnaan kurikulum secara berkelanjutan. Pendekatan berbasis kompetensi dan bukti ini diharapkan mampu memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan industri,” ujar Sidik.

Melalui PractiWork, mahasiswa tidak hanya dinilai dari sisi akademik, tetapi juga mencakup kemampuan kognitif, psikomotorik, karakteristik kepribadian, hingga minat dan preferensi kerja untuk mendukung program magang serta transisi ke dunia kerja.

Temuan Berbasis Data

Uji coba yang dilakukan di SMK-SMAK Bogor pada September 2025 menunjukkan hasil yang menarik. 

Berdasarkan asesmen terhadap 47 siswa, ditemukan bahwa potensi individu tidak selalu searah dengan nilai akademik semata. 

Pemetaan data mengelompokkan siswa ke dalam delapan klaster karakteristik, di mana mayoritas merupakan siswa well-rounded yang memiliki keseimbangan antara kemampuan kognitif, sosial, dan emosional.

Data tersebut juga mengungkap bahwa siswa dengan capaian akademik rendah tersebar di berbagai klaster, yang menunjukkan adanya faktor beragam dalam proses belajar. 

Sebaliknya, siswa berprestasi akademik tinggi cenderung terkonsentrasi pada klaster berkemampuan tinggi dan fokus.

Dukungan Industri dan Dunia Usaha

President Director Markija Berdaya, Csongor Hunyar, menegaskan bahwa asesmen berbasis data adalah kunci untuk menciptakan kecocokan (matching) yang berkelanjutan antara tenaga kerja dan industri.

“Melalui PractiWork, kami menghadirkan asesmen keterampilan yang komprehensif dan objektif untuk menjembatani pendidikan vokasi dengan kebutuhan nyata industri, tidak hanya dari sisi kemampuan teknis, tetapi juga karakter kerja dan kesiapan individu,” kata Csongor.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Bidang Hubungan Internasional APINDO, Didit Ratam, menilai langkah ini dapat mempercepat adaptasi tenaga kerja baru. 

Ia menekankan bahwa fondasi kompetensi yang tepat akan memperpendek learning gap sehingga individu lebih cepat berkontribusi dalam tugas-tugas yang kompleks di perusahaan.

Kerja sama ini diharapkan mampu menjadi fondasi ekosistem pendidikan vokasi nasional yang lebih terarah dan berbasis kompetensi di masa depan. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya