Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Staf Angkatan Darat (Kasad) mengadakan pertemuan bersama dengan Atase Pertahanan Amerika Serikat dan Wakil Menteri BUMN terkait bantuan alat kesehatan (Alkes) dari Amerika Serikat.
Wamen BUMN Pahala Nugraha Mansyuri menyampaikan informasi yang didapat dari KBRI Indonesia di Washington DC bahwa pemerintah kota New York berniat mendonasikan alat kesehatan dan penunjang lainnya ke Indonesia dalam rangka penanganan kasus Covid-19.
“Setelah pandemi menurun di New York, mereka memiliki peralatan medis baru yang jumlahnya lebih banyak. Jadi, mereka berniat untuk mendonasikan semua peralatan medis itu ke Indonesia. Sekarang, jumlah alat kesehatan itu sekitar 65.433.013 item," jelas Pahala Nugraha Mansury.
Sebanyak 65 juta item alat kesehatan akan diberikan kepada pemerintah Indonesia. Donasi tersebut berupa 17 juta masker bedah, 1,5 juta pelindung wajah, 16,9 juta pakaian APD, 7,4 juta masker KN-95 dan 3.898 ventilator beserta spiro wave dan berbagai alat kesehatan lainnya.
Melalui pertemuan ini, Wamen BUMN menyampaikan bahwa ventilator adalah barang yang paling krusial dan sangat dibutuhkan di Indonesia. Untuk itu kementerian BUMN melakukan diskusi atas kemungkinan beberapa item donasi tersebut bisa diangkut melalui pesawat milik US Army yang akan melakukan latihan bersama TNI AD dalam waktu dekat.
“Dari 65.433.013 item menurut saya, yang paling kritis adalah ventilator, yang terpikirkan saat ini adalah kerjasama antara TNI AD dan US Army untuk dapat melihat kemungkinan menggunakan Boeing seri C-17 milik US Army yang akan berangkat latihan militer,” ujar Wamen BUMN.
Wakil Menteri BUMN juga berterima kasih kepada TNI Angkatan Darat yang telah ikut mambantu membangun komunikasi dengan US Army untuk pengangkutan donasi dari Amerika Serikat ini. Pihak US Army pun menyambut baik dan siap membantu untuk membawa seluruh donasi ini ke Indonesia.
Pertemuan singkat ini menjadi awal komunikasi yang baik, dalam koordinasi untuk membawa donasi alat kesehatan dari Amerika Serikat ke Indonesia. pertemuan selanjutnya akan membahas secara rinci kebutuhan yang perlu diakomodir dari kedua pihak agar kerjasama berlangsung baik. (OL-13)
AbadiNusa memulai langkah sebagai usaha distribusi alat laboratorium dan alat kesehatan dengan keyakinan atas pentingnya akses alat kesehatan berkualitas.
Penguatan daya saing industri kesehatan nasional dinilai semakin krusial di tengah meningkatnya kebutuhan layanan medis, dan ketatnya persaingan global.
Tes laboratorium presisi menjawab berbagai masalah kesehatan, mulai alergi yang tidak kunjung membaik, demam berulang pada anak, hingga berat badan yang turun naik atau yoyo.
Ketua Gakeslab Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Andri Noviar menyampaikan bahwa banyak pelaku usaha alat kesehatan menyebut kondisi saat ini sebagai masa berduka bagi dunia alat kesehatan.
Gakeslab Indonesia menekankan pentingnya komitmen pemerintah dalam membangun dan memperkuat industri alat kesehatan (alkes) nasional.
Perusahaan fokus pada penguatan rantai distribusi, peningkatan efisiensi operasional, serta kemitraan strategis.
KOLABORASI lintas BUMN dan pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana banjir yang melanda Aceh.
Dia mengatakan industri pertahanan dalam negeri, misalnya PT Pindad, saat ini mampu memproduksi peluru-peluru kaliber kecil misalnya yang berukuran 5,56 mm dan 7,62 mm.
Pemerintah bersiap melakukan intervensi strategis di sektor tekstil nasional menyusul kolapsnya PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), salah satu pemain terbesar industri tekstil.
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil.
ANGGOTA Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, inisiatif pemerintah untuk mendirikan BUMN tekstil merupakan langkah yang tepat dan strategis.
Kritik Prabowo itu khususnya ditujukan pada direksi dan komisaris perusahaan pelat merah yang mencatatkan kerugian namun tetap meminta tantiem atau bonus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved