Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR Geodesi Institut Teknologi Bandung Heri Andreas mengatakan gempa bumi memiliki sifat berulang. Ini berarti gempa yang telah terjadi akan terjadi lagi di masa kini atau yang akan datang.
"Secara bahasa keilmuannya disebut earthquake cycle," kata Heri kepada Media Indonesia, Selasa (17/8). Menurutnya, salah satu sumber gempa bumi ialah megathrust selatan Jawa. Megathrust ini dapat menghasilkan gempa dengan kekuatan sangat besar dan saat ini tengah berada di ujung siklus atau perulangan.
"Dengan kata lain berpeluang terjadi dalam waktu yang tidak lama lagi," sebutnya. Data GNSS (Global Navigation Satellite System) mengonfirmasi ada akumulasi energi di bagian megathrust Selat Sunda sampai Pelabuhan Ratu dan selatan Parangtritis hingga selatan pantai Jawa Timur. "Jika gempa terjadi kekuatannya dapat mencapai 8,7 Mw hingga 9,0 Mw dan bisa jadi diikuti tsunami hingga tinggi 20 meter," terangnya.
Gelombang tsunami berdasarkan hasil pemodelan ternyata bisa sampai di pesisir Jakarta dengan ketinggian 1 meter hingga 1,5 meter. Dibandingkan dengan 20 meter tentu 1 meter terbilang kecil. "Namun demikian fakta saat ini pesisir Jakarta wilayahnya sudah di bawah laut hingga minus 1-2 meter. Ini berarti potensi tsunami akan lebih besar," lanjutnya.
Berdasarkan hasil simulasi model, run up tsunami dapat mencapai sebagian besar Pluit, Ancol, Gunung Sahari, Kota Tua hingga Gajah Mada. "Kalau kita perhatikan modelnya ternyata nyaris menyentuh Istana," paparnya.
Simulasi model itu akan menyadarkan kita bahwa tanggul pantai atau laut di Jakarta akan berperan sangat penting, tidak hanya mencegah banjir rob, tetapi juga memproteksi Jakarta dari tsunami. "Untuk itu kita harus mendukung pemerintah dalam mempercepat upaya pembangunan tanggul sepanjang pesisir Jakarta," harapnya.
"Fakta ini mau tidak mau harus diungkap, meskipun terkesan menakut-takuti," kata Kepala Laboratorium Geodesi ITB, yang juga Ketua Lembaga Riset Kebencanaan IA-ITB itu. "Mari kita sikapi dengan bijak dan waspada," ajaknya.
Baca juga: BMKG: Gempa Bumi Tektonik Signifikan Guncang Busur Jawa
Gempa bumi dan tsunami merupakan bencana alam yang hampir tidak mungkin dicegah kecuali dengan doa. Yang bisa diperbuat yakni masyarakat bersiap menghadapinya. Seperti di Jakarta, tanggul pantai atau laut merupakan salah satu bentuk kesiapsiagaan menghadapinya. "Untuk itu sekali lagi kita harus mendukung pemerintah dalam mempercepat proses pembangunan tanggul di pesisir Jakarta. Takutnya tsunami keburu datang karena saat ini tengah di ujung perulangan," pungkasnya. (OL-14)
Para mahasiswa ini akan melaksanakan berbagai program mulai 2-22 Februari 2026. Adapun pemberangkatan dilakukan dalam dua gelombang, pada 2 dan 11 Februari 2026.
Jumlah itu terdiri dari 942 mahasiswa Program Magister, 181 mahasiswa Program Doktor dan 896 mahasiswa Program Profesi.
KLH tidak hanya berfokus pada penanganan dampak pascabencana, tetapi juga pada upaya pencegahan
Untuk mempermudah transportasi dan memberikan keringanan biaya bagi mahasiswa, Institut Teknologi Bandung (ITB) meresmikan penggunaan Halte ITB Ganseha A dan B.
Sebenarnya KLHS telah memuat pembagian zonasi lingkungan secara jelas.
LONGSOR yang terjadi di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1) dini hari tidak dapat hanya dinilai sebagai dampak alih fungsi lahan.
CENS merupakan pergerakan massa udara dingin dari wilayah Tiongkok Selatan yang mampu melintasi garis ekuator hingga mencapai wilayah Indonesia.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Kondisi ini dipicu oleh aktivitas Bibit Siklon Tropis 91W dan penguatan Monsun Asia yang meningkatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang di jalur Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Berikut prakiraan cuaca Senin 12 Januari 2026 untuk kota-kota besar di Indonesia dikutip dari BMKG
Peta sebaran bencana sepanjang 2025 menunjukkan Pulau Jawa dan Sumatra masih menjadi wilayah dengan jumlah kejadian bencana tertinggi di Indonesia.
Pemerintah daerah diminta mempercepat identifikasi ulang zona merah dan membatasi aktivitas warga di wilayah rawan selama periode peringatan dini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved