Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menganugerahkan tanda jasa dan tanda kehormatan, kepada 335 penerima sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian kepada Indonesia.
Upacara penganugerahan yang juga bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia ini, digelar dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (12/8). Dari total 336 penerima penghargaan, hanya 13 di antara mereka yang hadir langsung di lokasi.
"Pemberian penganugerahan merupakan bentuk penghargaan kepada para tenaga medis, pengusaha, ilmuwan baik WNI atau WNA serta mantan pejabat yang telah mengabdi kepada Indonesia," ujar Kepala Biro Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Ludi Pratyono di Istana Negara, Jakarta, Kamis.
Pemberian tanda jasa dan tanda kehormatan kali ini dibagi menjadi tujuh kategori.
Pertama, Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana yang diberikan kepada dua penerima yakni Almarhum Artidjo Alkostar, yang merupakan mantan Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung dan Almarhum I Gede Ardika, mantan menteri kebudayaan dan pariwisata perode 2000-2004.
Kedua, Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Utama yang disematkan kepada mantan Ketua Komisi Ombudsman 2000-2011 Antonius Sujata.
Ketiga, Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Nararya, yang dianugerahkan kepada dua penerima yakni Anggota Komisi Yudisial 2015-2020 Maradaman Harahap serta pemilik Pura Group Jacobus Busono.
Keempat, Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma, yang ditujukan kepada Almarhum RT Kusumokesowo, seniman dan pemelihara warisan budaya Jawa.
Kelima, Tanda Bintang Jasa Utama, yang diberikan kepada empat penerima meliputi Almarhum Rusdi Sufi, Akademisi Dan Pemelihara Warisan Sejarah Serta Budaya Aceh; Ishadi Sutopo Kartosaputro, Komisaris Trans Media; Eurico Guterres, Ketua Umum Timur Aswain dan Ketua Forum Pejuang Timor-Timor; dan Goldammer Johann Georg Andreas ilmuwan berkebangsaan Jerman.
Keenam, Tanda Kehormatan Bintang Jasa Pratama, yang dianugerahkan keda 256 tenaga kesehatan yang gugur selama pandemi covud-19.
Terakhir, Tanda Kehormatan Bintang Jasa Nararya yang diberikan kepada 66 tenaga medis yang juga gugur dalam menangani pandemi.
Seluruh penganugerahan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 76/77/78 TK Tahun 2021 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan, Bintang Mahaputera, Bintang Budaya Paramadarma dan Bintang Jasa. (OL-13)
Baca Juga: BIN Gelar Vaksinasi Door to Door dan Siapkan 50 Ribu Vaksin di 14 Provinsi
Akankah perlawanan Roy Suryo cs akhirnya bakal kandas nanti?
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak segera memanggil Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi kuota haji 2023-2024.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kepastian hukum setelah tercapainya kesepakatan antara pihak-pihak yang berperkara.
Setelah adanya permohonan RJ dari para pelapor dan tersangka, serta mempertimbangkan terpenuhinya syarat keadilan restoratif sesuai ketentuan yang berlaku.
Jokowi disebut menanyakan kapan Eggi berangkat ke Malaysia untuk berobat.
Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi terkait penanganan perkara ini.
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved