Senin 09 Agustus 2021, 21:32 WIB

Presiden: Menaati Protokol Kesehatan Adalah Bentuk Hijrah Masa Kini    

Andhika Prasetyo | Humaniora
Presiden: Menaati Protokol Kesehatan Adalah Bentuk Hijrah Masa Kini    

Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo

 

PRESIDEN Joko Widodo mengajak seluruh umat Islam untuk meneladani sikap Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wasalam yang kerap berhijrah atau melakukan perjalanan, perubahan demi kebaikan.

Prinsip tersebut sangat relevan dengan situasi saat ini ketika dunia tengah dilanda pandemi yang tidak berkesudahan.

Karena penyebaran covid-19, masyarakat dipaksa untuk berubah. Masyarakat dipaksa untuk melakukan penyesuaian dalam berbagai kegiatan termasuk aktivitas keagamaan. 

Contohnya, pada perayaan Idul Adha lalu, sebagian kaum muslim di Tanah Air tidak bisa melakukan takbir keliling. Bahkan, Solat Id yang biasanya dilaksanakan di masjid atau lapangan, kini harus dijalankan di rumah masing-masing.

"Tapi itu adalah ikhtiar untuk kebaikan. Itu adalah salah satu contoh dari hijrah yang diamanatkan Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wasalam," ujar Jokowi saat menghadiri acara Malam 1 Muharram secara virtual, Senin (9/8).

Hijrah di masa pandemi memang berbeda dengan hijrah pada zaman Rasulullah. Tetapi, tujuannya tetap sama yakni menuju kehidupan yang lebih baik, lebih sehat, lebih bermanfaat dan produktif.

Baca juga : Presiden: Sambut Tahun Baru Hijriah dengan Penuh Harapan

Memang, untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan upaya ekstra dan pengorbanan besar. Umat Islam dituntut untuk meninggalkan hal-hal yang menghambat kemajuan. Harus ada kebersamaan, keberanian dan solidaritas untuk menghadapi ancaman. 

"Memakai masker, menjaga jarak dan membatasi mobilitas mencerminkan semangat hijrah dalam perilaku keseharian kita sekarang. Semua itu demi menghindari covid-19. demi keselamatan dan kesehatan bersama. Kita harus membangun pola hidup yang lebih sehat serta meninggalkan kebiasaan yang merugikan kesehatan," jelas mantan wali kota Solo itu.

Presiden juga meminta bangsa Indonsia, terutama umat Islam, bisa belajar dari kokohnya persaudaraan antara kaum Muhajirin yang berasal dari Mekah dan Anshar yang merupakan penduduk Madinah. 

Walaupun memiliki budaya yang berbeda, mereka bisa bersatu dan membantu perjuangan dakwah Rasulullah hingga akhirnya islam berkembang pesat, menyebar luas dan menjadi kekuatan yang disegani di Jazirah Arab.

"Di masa pandemi, perbedaan latar belakang sosial dan budaya harus dimanfaatkan sebagai kekuatan yang tidak terkalahkan," ucap Jokowi. (OL-7)

Baca Juga

DOK Perbanas Institute

Perbanas Institute Sediakan Rp2,5 Miliar Beasiswa Untuk Mahasiswa Baru

👤Widhoroso 🕔Minggu 03 Juli 2022, 20:15 WIB
PERBANAS Institute Jakarta menyediakan beasiswa senilai Rp2,5 miliar untuk calon mahasiswa baru tahun...
AFP

Alissa Wahid Minta Petugas Bimbingan Ibadah Haji Perempuan Ditambah

👤Susanto  🕔Minggu 03 Juli 2022, 20:15 WIB
Mengingat, 57% dari total jemaah haji tahun ini merupakan perempuan. Sementara itu, petugas bimbingan ibadah dari unsur perempuan relatif...
Ist

Noice Gandeng Deddy Corbuzier Lewat Podcast Deddy Issues

👤Widhoroso 🕔Minggu 03 Juli 2022, 19:57 WIB
NOICE kini menggandeng Deddy Corbuzier lewat podcast original bertajuk Deddy...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya