Jumat 06 Agustus 2021, 13:30 WIB

Satgas: Masih ada 50 Kabupaten/ Kota yang Sumbang Kasus Aktif Tinggi

Atalya Puspa | Humaniora
Satgas: Masih ada 50 Kabupaten/ Kota yang Sumbang Kasus Aktif Tinggi

Antara
Juru Bicara Satgas Penanganan covid-19 Wiku Adisasmito

 

PENANGANAN Pandemi covid-19 di Indonesia mendapat kabar baik. Karena, jumlah kasus aktif setiap harinya terus berkurang. Namun, Satgas Penanganan covid-19 mengingatkan semua daerah untuk terus meningkatkan penanganan agar pasien kasus aktif tidak berujung pada kematian.

Satgas juga menyoroti pada kabupaten/kota dengan kasus aktif yang tinggi. Terutama pada 50 kabupaten/kota dengan kasus aktif tertinggi. "Penurunan kasus aktif harus diupayakan tercapai karena kesembuhan yang tinggi," tegas Juru Bicara Satgas Penanganan covid-19 Wiku Adisasmito dalam keterangannya, Jumat (6/8).

Melihat lebih jauh dari 514 kabupaten/kota, sebanyak 63,13% atau 324 kabupaten/kota dengan kasus aktif antara 51 - 1.000 kasus. Adapun, daerah dengan kasus diatas 1.000 kasus masih sebesar 25,49% atau 131 kabupaten/kota. Sementara sebesar 11,09% atau 57 kabupaten/kota kurang dari 50 kasus dan 0,39% atau 2 kabupaten/kota dengan 0 kasus.

Yang sangat disayangkan lagi, ungkap Wiku, pada daerah-daerah dengan kasus diatas 1.000 masih didominasi kabupaten/kota di pulau Jawa - Bali atau sebanyak 83 kabupaten/kota.

"Untuk itu perlunya kasus aktif pada daerah-daerah tersebut untuk ditekan dan kesembuhan semakin tinggi," ucap dia.

Secara rincinya, sebaran kasus aktif terbanyak berada di provinsi Jawa Barat dengan 11 kabupaten/kota, disusul Banten dan Jawa Timur masing-masing 6 kabupaten/kota, dan DI Yogyakarta 5 kabupaten/kota. Dan secara tingkat kabupaten/kota ada 5 besar dengan kasus aktif tertinggi yakni Kota Depok (27.389), Kota Bekasi (22.674), Kota Bandung (15.151), Kabupaten Bantul (14.760) dan Kota Tangerang Selatan (11.180).

Baca juga: ASI pada Ibu Positif Covid-19 Memiliki Antibodi Tinggi

Yang juga perlu menjadi perhatian, lanjut Wiku, lebih dari setengah provinsi di Indonesia memiliki kabupaten/kota dengan kasus aktif diatas 2.300 kasus. "Padahal, pada akhir bulan Mei 2021 atau sebelum lonjakan kasus terjadi, jumlah kasus di kabupaten/kota ini berkisar antara 400 - 1000 kasus saja," lanjut Wiku.

Lebih lanjut, untuk daerah-daerah yang masuk dalam 50 besar kabupaten/kota dengan kasus aktif tertinggi juga terdapat di luar Pulau Jawa - Bali. Untuk Pulau Sumatera ada 7 kabupaten/kota, di Pulau Kalimantan ada 4 kabupaten/kota, Pulau Sulawesi ada 2 kabupaten/kota, Papua ada 2 kabupaten/kota serta Bali, NTT dan Maluku masing-masing 1 kabupaten/kota.

"Penting bagi pemerintah daerah untuk mengetahui kondisi di daerahnya masing-masing. Kepada seluruh gubernur dimohon memantau data covid-19 di provinsinya. Sehingga selalu terpantau perkembangannya, karena hal ini perlu diantisipasi sedini mungkin," lanjutnya.

Dan jika masih tinggi kasus aktif di wilayahnya, maka perlu dilakukan evaluasi bersama penanganan covid-19. Ia menekankan, perlu diidentifikasi kendala dan penyebab yang perlu segera diperbaiki. Kendala tersebut bisa berupa adanya kekurangan terhadap tenaga kesehatan, tempat tidur rumah sakit atau isolasi terpusat, pasokan obat-obatan dan oksigen, atau RT/RW yang belum berkoordinasi dalam pemantauan yang dini atau pemantauan isolasi mandiri warganya.

"Kemudian, melakukan tindaklanjut sesuai kebutuhan dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat bila diperlukan," tambah Wiku.

Wiku menegaskan, turunnya kasus aktif di tingkat nasional dapat dipertahankan, jika kabupaten/kota yang menjadi penyumbang tertinggi ini segera memperbaiki situasi sesegera mungkin dan penurunan kasus aktif pada 50 kabupaten/kota ini akan menjadi kunci penting dalam penurunan angka positif nasional.

"Saya yakin 50 kabupaten/kota ini mampu melakukannya asalkan konsisten dalam bekerja keras dalam menegakkan disiplin protokol kesehatan dan meningkatkan angka kesembuhan," lanjutnya. (OL-4)

Baca Juga

Medcom

Dokter Tengah Pelajari Reumatik Autoimun di Penyintas Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 06 Desember 2021, 07:15 WIB
"Beberapa jurnal melaporkan adanya pasien-pasien yang didiagnosaarthritis rheumatoid (RA) pascainfeksi covid-19. Namun, hasil...
Dok. Pribadi

Santri Dibekali Kemampuan dan Pengetahuan Digital

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 06 Desember 2021, 01:32 WIB
Menurutnya, inklusi keuangan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat seperti yang dicita-citakan di Perpres No. 114 tahun 2020 tentang...
Antara

Menkominfo Ingatkan Jangan Abai Terapkan Prokes

👤Ant 🕔Minggu 05 Desember 2021, 23:53 WIB
Tingkat kepatuhan protokol kesehatan mengalami penurunan, terutama menjaga jarak dan menghindari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya