Kamis 05 Agustus 2021, 17:27 WIB

Menaker: Perlindungan Pekerja Perempuan Harus Ditingkatkan

M. Ilham Ramadhan Avisena | Humaniora
Menaker: Perlindungan Pekerja Perempuan Harus Ditingkatkan

Antara
Pekerja perempuan saat beraktivitas di salah satu pabrik rokok wiilayah Blitar, Jawa Timur.

 

MENTERI Ketenagakerjaan Ida Fauziyah meminta seluruh stakehokder ketenagakerjaan untuk meningkatkan pelindungan bagi pekerja perempuan dari tindak kekerasan, pelecehan seksual dan diskriminasi di tempat kerja. 

Sebab, hal tersebut dapat berdampak terhadap produktivitas kerja dan kelangsungan usaha. "Perlu adanya kepedulian bersama demi mewujudkan kenyamanan bekerja melalui pencegahan kekerasan dan pelecehan di tempat kerja," ujar Ida dalam dialog di PT Smelting Gresik, yang dikutip dari siaran pers, Kamis (5/8).

Untuk meningkatkan pelindungan bagi pekerja perempuan, khususnya pencegahan kekerasan, pelecehan seksual dan diskriminasi di tempat kerja, pihaknya telah melakukan sejumlah upaya. Seperti, bimbingan teknis kepada manajemen perusahaan dan SP/SB.

Baca juga: Komnas Perempuan: Banyak Dukungan Untuk Segera Sahkan RUU PKS

Lalu, membangun komitmen perusahaan melalui Peraturan Perusahaan (PP) dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB), serta integrasi dan koordinasi lintas sektoral dalam penegakan hukum. Pihaknya juga menyediakan aturan yang lebih spesifik terhadap penghapusan kekerasan dan pelecehan di tempat kerja.

Serta, perbaikan regulasi di bidang ketenagakerjaan, termasuk melalui UU Cipta Kerja. "Namun, sinergitas, komitmen dan upaya konkrit tidak hanya dari pemerintah, melainkan juga dari stakeholder terkait," imbuh Ida.

Baca juga: NasDem: Negara Bertanggung Jawab Hapus kekerasan Seksual

Pada masa pandemi covid-19, pekerja perempuan juga mengalami beban tambahan. Pertama, penurunan atau hilangnya pendapatan. Kedua, budaya pengurusan rumah tangga masih dibebankan kepada perempuan.

Ketiga, pengurusan rumah tangga yang masih dibebankan kepada perempuan turut menambah beban pekerja perempuan saat WFH. Keempat, sekolah dari rumah yang juga memberi tugas kepada perempuan untuk mendampingi anaknya saat belajar.

"Dalam setiap situasi krisis, kelompok yang paling rentan mengalami kesenjangan, diskriminasi dan kekerasan, adalah kelompok marjinal di mana pekerja perempuan termasuk di dalamnya," pungkasnya.(OL-11)

Baca Juga

AFP

Puan Apresiasi Jokowi Soal Penurunan Harga Tws PCR

👤Ant 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 23:58 WIB
Pasalnya, harga tiket transportasi massal banyak yang lebih murah dari harga tes...
Dok Setwapres

Wapres akan Hadiri Koferensi Nasional FKUB ke-6 di Sulut

👤Ant 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 23:24 WIB
Dia berharap, seluruh elemen masyarakat Kota Tomohon terus menjaga dan membina suasana hidup rukun dan...
Dok MI

Pemerintah Siap Kendalikan Mobilitas Jelang Libur Natal

👤Ant 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 23:12 WIB
Antisipasi dilakukan mengingat upaya pemerintah dalam mengendalikan kasus COVID-19 sampai saat ini sudah berjalan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Era Penuh Harapan di Dusun Bondan

Energi terbarukan mengangkat Dusun Bondan di Cilacap dari keterpurukan. Kini, warga selangkah lagi menggapai kesejahteraan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya