Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Metropolitan London (Met Police) mengungkapkan hingga kini sudah ada 146 orang yang melapor dalam penyelidikan terhadap mantan bos Harrods, Mohammed Al Fayed. Jumlah ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan 61 laporan yang diumumkan pada Oktober lalu.
Laporan yang diterima meliputi dugaan pelecehan seksual, pemerkosaan, hingga perdagangan manusia, dengan korban laki-laki maupun perempuan. Sejumlah saksi baru juga telah memberikan keterangan. Polisi turut menyelidiki kemungkinan adanya pihak lain yang membantu atau memfasilitasi perilaku Al Fayed, dan sebelumnya menyatakan setidaknya lima orang tengah diinvestigasi.
Detektif Inspektur Karen Khan mengatakan pihaknya bekerja sama dengan lembaga internasional, termasuk kepolisian asing. Namun, besarnya jumlah korban membuat penyelidikan sulit diprediksi kapan selesai. Ia juga mengakui masih ada korban atau saksi yang enggan melapor karena kurangnya kepercayaan pada polisi.
Bulan lalu, Met Police menyampaikan permintaan maaf tertulis kepada para korban, menyesalkan Al Fayed, yang meninggal pada 2023 di usia 94 tahun, tidak pernah menghadapi proses hukum. Kepolisian menegaskan telah memperbarui metode penanganan kasus kekerasan seksual agar korban menjadi pusat perhatian, serta berkomitmen memberi dukungan penuh bagi semua pelapor.
Kasus ini mencuat setelah dokumenter dan podcast BBC berjudul Al Fayed: Predator at Harrods tayang pada September 2024, menampilkan kesaksian lebih dari 20 mantan pegawai Harrods yang mengaku dilecehkan atau diperkosa oleh Al Fayed. Sejak itu, puluhan perempuan lain juga angkat bicara.
Harrods, yang dimiliki Al Fayed dari 1985 hingga 2010, membuka skema kompensasi pada April lalu. Korban berhak menerima hingga £385.000 (sekitar Rp7,9 miliar) plus biaya perawatan jika menjalani pemeriksaan psikiater, atau hingga £150.000 tanpa pemeriksaan. Mereka juga dapat memilih menerima permintaan maaf langsung dari perwakilan senior Harrods, baik secara tatap muka maupun lewat video. Skema ini dibuka hingga 31 Maret 2026.
Saat ini, dua pengaduan terkait cara Met Police menangani laporan terhadap Al Fayed sedang diselidiki di bawah arahan Kantor Independen untuk Perilaku Polisi (IOPC). (BBC/Z-2)
Larry Summers mengaku “sangat malu” atas hubungan masa lalunya dengan Jeffrey Epstein dan memutuskan mundur dari berbagai aktivitas publik.
Mahkamah Agung Amerika Serikat menolak banding Ghislaine Maxwell atas vonis 20 tahun penjara dalam kasus perdagangan seks anak terkait dengan Jeffrey Epstein.
Para korban kejahatan seksual Jeffrey Epstein mulai menyusun daftar rahasia nama-nama orang dekat sang terpidana.
HUBUNGAN masa lalu antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pelaku kejahatan seksual mendiang Jeffrey Epstein kembali memanas.
Petugas mendatangi sejumlah tempat kejadian perkara (TKP) merupakan kos-kosan di Kabupaten Jepara yang dipergunakan tersangka S,21, predator seksual sebagai ajang kejahatan seksualnya.
Perhatian Presiden terhadap dunia pendidikan menjadi suntikan semangat bagi dirinya dan rekan-rekan sesama mahasiswa.
TAK jauh dari Stadion Tottenham Hotspur yang megah di London utara, berdiri blok apartemen yang tampak biasa saja.
Lebih dari 70 anggota parlemen Inggris menuntut pemerintah memindahkan 15 penguin Gentoo dari Sea Life London Aquarium, karena hidup tanpa cahaya alami dan udara segar.
Anthony Williams, tersangka serangan massal di kereta cepat Inggris, ternyata telah terlibat dalam beberapa insiden penusukan sebelum aksi berdarah di Cambridgeshire.
Serangan penusukan massal terjadi di Inggris, Sabtu (1/11) malam waktu setempat menimbulkan kepanikan di rute Don Caster-London King's Cross. Berikut fakta-fakta penusukan di Inggris
Polisi Metropolitan London membongkar jaringan internasional yang diduga menyelundupkan hingga 40.000 ponsel curian dari Inggris ke Tiongkok.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved