Rabu 04 Agustus 2021, 09:05 WIB

Nanosilika Maksimalkan Produksi Pertanian

Zubaedah Hanum | Humaniora
Nanosilika Maksimalkan Produksi Pertanian

Youtube Undip
Prof Agus Subagio merupakan pemilik 22 hak paten.

 

PENGGUNAAN nanosilika sebagai pupuk yang disemprotkan ke daun, terbukti mampu memaksimalkan produksi tanaman pertanian seperti padi, jagung, tebu dan sagu. Dalam uji yang dilakukan, penggunaan nanosilika secara intensif selama dua minggu juga mampu me-recovery tanaman padi yang rusak akibat serangan hama wereng.

Dosen Departemen Fisika Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (Undip), Dr Agus Subagio SSi MSi, mengatakan hal itu pada pengukuhannya sebagai guru besar bidang ilmu fisika material, pada Juni 2021 lalu.

"Kemampuan nanosilika masuk lewat mulut daun karena ukurannya sangat kecil," ujarnya Dalam orasi ilmiah perdananya sebagai profesor pada sidang terbuka Senat Akademik lewat pidato ilmiah berjudul “Nanoteknologi: Pengembangan dan Aplikasinya di Bidang Energi & Pertanian.”

Nanoteknologi merupakan ilmu dan rekayasa dalam penciptaan material, struktur fungsional maupun piranti dalam skala nanometer. Dalam terminologi, nanoteknologi artinya 10 pangkat minus 9. "Itu bagaikan sehelai rambut dibelah 50.000 kali," imbuhnya. Rambut sendiri berada pada skala mesoscale sebesar 100 mikrometer.

Nanoteknologi akan bermakna bukan hanya dari dimensinya tapi juga karakteristik baru, area riset dan dampak yang sangat luas untuk menghasilkan inovasi baru.

Dilansir dari laman Undip, pemilik 22 hak paten ini mengungkapkan riset nanosilika sudah dikembangkan bersama tim sejak 2008, tak lama setelah dia menyelesaikan studi S3-nya di Institut Teknologi Bandung (ITB). Alasannya berkonsentrasi ke silika ialah karena banyaknya penelitian yang menunjukkan tanah-tanah di Indonesia banyak yang kekurangan silika.

"Kalau dahulu petani menaruh kembali batang dan daun padi ke sawah, batang dan daun ini adalah sumber silika, sekarang banyak yang langsung membuangnya. Silika memang hanya dibutuhkan sedikit oleh tanaman tapi kalau tidak ada tanaman tidak akan subur”, kata dosen kelahiran Blora 13 Agustus 1971 itu.

Menurut pengajar yang mengampu 13 mata kuliah di antaranya Fisika Semikonduktor, Dasar-Dasar Nanomaterial, Sifat Mekanik Material, Material Elektronik dan Fotonik, Fisika Kewirausahaan, dan Biomaterial ini, sumber alami silika banyak terdapat di abu Merapi, pasir silika dari Bangka Belitung, serta abu panas bumi di Dieng. Dari bahan tersebut, dibuatlah produk mikro nanosilika untuk diujicobakan pada tanaman pertanian khususnya jenis rumput-rumputan.

Ujicoba sudah dilakukan di beberapa wilayah mulai dari Lampung, Sumatra Utara, Bali, Sulawesi Selatan dan tentu saja di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Hasilnya, pemberian pupuk mikro nanosilika mampu membangun fisiologi (fisik) tanaman jenis rumput-rumputan seperti padi, jagung dan tebu dengan baik. Sehingga hasil panennya pun meningkat.

“Kami juga ujicobakan pada rumput stadion, hasilnya berhasil baik. Di Banyumas kami uji coba pada hama penggerek, kami semprot tiap hari selama dua minggu dan berhasil me-recovery tanaman. Ternyata nano silika ini membuat daun tanaman menjadi bergerigi dan agak keras sehingga wereng tidak mampu menembus,” ungkap lulusan S1 Fisika Undip tahun 1995 itu.

Waktu efektif
Dari berbagai uji dan penelitian, diketahui bahwa kandungan silika pada padi selain bermanfaat menyuburkan, juga dapat dimanfaatkan sebagai pestisida atau pembasmi hama. Tantangan alplikasi nanosilika adalah pada metode penghantarannya, paling efektif disemprotkan ke stomata mulut daun pada pukul 07:00 – 12:00 siang, waktu dimana stomata mulut daun membuka.

Metode pemupukan tersebut harus mengubah kebiasaan petani yang sudah terbiasa melakukan pemupukan dengan cara menabur atau menyebar. Namun dengan memberi pemahaman, para petani yang menjadi mitra pengujian mau menerima cara yang dianjurkan. Apalagi setelah petani tahun manfaatnya, tahu hasil panennya membaik.

Dalam penelitian yang dilakukan bersama Balitbang Pertanian di Pati, pada uji memakai MWCNT ((Multi Wall Carbon Nanotube) juga didapatkah hasil pertumbuhan biji sawi yang lebih baik karena MWCNT pada akar mempermudah masuknya nutrisi pada media tanah. Agus Subagio yang menyelesaikan studi S2 di ITB tahun 2001 bertekad mengembangkan riset bersama ilmuwan bidang lain agar hasil yang diperoleh lebih maksimal daya gunanya.

Yang pasti dia meyakini nanoteknologi yang merupakan ilmu dan rekayasa dalam penciptaan material, struktur fungsional maupun piranti dalam skala nanometer, akan memberi manfaat yang besar dalam kehidupan umat manusia.

Intensitasnya meneliti diperkuat dengan posisinya sebagai Kepala Laboratorium Fisika Dasar FSM Undip yang diembannya tahun 2008 – 2010, dan terus dilanjutkannya meski kemudian harus menduduki jabatan struktural sebagai Wakil Dekan I Bidang Akademik FSM sejak tahun 2010 – 2015. Waktu untuk melakukan riset dan pengembangan seperti mendapat angin baru dengan posisinya sebagai Wakil Direktur Pengembangan Hasil Riset Undip yang diembannya sejak tahun 2016 sampai sekarang.

Dalam pidatonya, Agus menyatakan, berkembangnya teknologi yang begitu pesat memberi kesan kita lebih banyak diposisikan sebagai pengguna teknologi saja. Banyak riset dari dan inovasi anak bangsa yang tenggelam begitu saja, bahkan banyak di antaranya yang dipakai di luar negeri.

“Untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat dan bangsa, kita perlu memilik keberanian untuk melakukan inovasi melalui kolaborasi antar bidang. Tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Kekuatan basic science yang dielaborasikan dengan engineering akan menghasilkan karya anak bangsa yang unggul dan tidak kalah dengan produk inovasi dari luar,” kata dosen dengan jumlah paten terbanyak kedua dari Undip tahun 2019 dan ketiga pada 2020 itu.

Konsistensinya pada riset-riset di bidang nano teknologi berhasil mengantar ayah dari Fadhil Anugrah Firdaus  dan suami dari Harini Susianingrum SSi ini ke jenjang akademik tertinggi.

Selain mengembangkan nanosilika yang sudah menjadi produk seperti nano fertilizer dan pupuk nanosilika Dipone, inovasi material MWCNT lain yang dikembangkannya adalah nanosensor sebagai elektroda sensor genangan air di runway Bandara. Untuk inovasi ini kami berkerjasama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Badan Penelitian & Pengembangan Kementerian Perhubungan dan PT Angkasa Pura I. Sedangkan untuk bidang energi inovasi yang dikembangkan adalah superkapasitor berbasis MWCNT.

Dengan PT Pertamina, juga dilakukan kerjasama untuk riset enhanced oil recovery berbasis material nanosilika injeksi untuk mengeluarkan sisa minyak yang masih terjebak batuan di sumur-sumur minyak. Menghadapi wabah Covid-19, Agus juga terlibat pengembangan masker pengganti N95 dan masker bedah mengunakan pelapis nano karbon/MWCNT, nanochitosan, dan nanosilver.

Mengenai capaiannya sebagai guru besar, Agus merasa miris jika gelar Prof tidak disertai dengan menghasilkan sesuatu bagi masyarakat. “Menjadi profesor itu tantangan untuk berbuat lebih banyak. Jadi profesor tidak bisa berleha-leha,”pungkasnya. (H-2)

 

Baca Juga

DOK KEMENSOS

Bupati Kendal Pastikan Bantuan Kemensos Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 24 September 2021, 18:48 WIB
Dico berterima kasih kepada Mensos Risma atas bansos yang selama ini disalurkan di Kabupaten...
Mi/Briyanbodo Hendro

Rerie : Ledakan Positif Covid-19 masih Rawan Terjadi

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 24 September 2021, 17:40 WIB
''Ancaman ledakan kasus positif Covid-19 masih sangat besar tanpa kepatuhan penerapan prokes dan 3T dalam keseharian," kata...
Mi/Supardji Rasban

Kemendikbudristek Jelaskan Kekeliruan Data Klaster PTM

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 24 September 2021, 17:15 WIB
Data tersebut didapatkan dari laporan 46.500 satuan pendidikan yang mengisi survei dari...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

El Diablo Waspada Sodokan Pecco

Trek lurus sepanjang 1,2 kilometer di Circuit of The Americas, Austin, AS, dapat dimanfaatkan Pecco dengan tunggangan motor Ducati Desmosedici yang kian tangguh di beberapa seri terakhir.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya