Selasa 27 Juli 2021, 20:47 WIB

Gandeng IEEE, Ditjen Dikti Perkuat Kapasitas SDM di Bidang Sains dan Teknologi

Widhoroso | Humaniora
Gandeng IEEE, Ditjen Dikti Perkuat Kapasitas SDM di Bidang Sains dan Teknologi

DOK MI
Direktur Jenderal Dikti Kemendikbudristek, Nizam

 

UNTUK meningkatkan kapasitas dan kualitas lulusan perguruan tinggi di Indonesia, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbudristek menjalin kerja sama dengan Himpunan Sarjana Teknik Listrik dan Elektronik Seksi Indonesia (The Institute of Electrical and Electronics Engineers Indonesia Section (IEEE). Dengan kerja sama ini diharapkan bisa memajukan dan meningkatkan mutu, kompetensi, dan profesionalitas dalam kegiatan tridarma perguruan tinggi di bidang sains dan teknologi di lingkungan Ditjen Dikti Kemendikbudristek. 

Dalam acara penandatanganan perjanjian kerja sama, Selasa (27/7), Direktur Jenderal Dikti Kemendikbudristek, Nizam menuturkan kerja sama ini meliputi tiga hal yaitu memperkuat pengembangan sumber daya manusia unggul melalui program-program Kampus Merdeka, melakukan akselerasi teknologi dan membangun kebersamaan di dalam menciptakan reka cipta yang dimanfaatkan oleh industri dan masyarakat serta membawa kemajuan bangsa dan negara. Kerja sama ini dinilai sangat penting sebagai salah satu upaya untuk merealisasikan cita-cita bangsa. 

Lebih lanjut, Nizam sampaikan ekonomi Indonesia ke depan sangat bergantung pada inovasi dan sumber manusia unggul, dengan kunci utama yaitu produktif, kreatif dan inovatif yang menjadi tulang punggung bagi pembangunan bangsa dan negara. "Kuncinya ada di pendidikan dan pendidikan ujungnya ada di pendidikan tinggi. Jadi sangat penting untuk kami membangun kerja sama dengan seluruh mitra kita karena tanpa kerja sama itu akan sulit bagi kita untuk mewujudkan Indonesia Jaya yang kita cita-citakan bersama,” jelas Nizam. 

Nizam juga mengungkapkan bahwa tantangan paling besar saat ini adalah membangun kemampuan daya saing di dalam negeri melalui inovasi. Untuk itu, kolaborasi dan diskursus keilmuan itu menjadi sangat penting untuk membangun inovasi ke depan. "Tidak ada inovasi yang dirasakan hanya pada satu bidang keilmuan, kalau itu memang akan menjadi sesuatu yang menghilir atau menjadi produk," ucap Nizam.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Paristiyanti Nurwardani mengatakan perjanjian ini meliputi kerja sama dalam meningkatkan serta mengembangkan fasilitas pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka serta memastikan agar terdapat peningkatan kapasitas dalam rangka tugas profesor dan distinguished lecturer program IEEE. 

"Sebagai salah satu kunci kegiatan dalam kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka ini, kami berharap bisa bersama-sama membina dan mendapatkan SDM unggul untuk Indonesia maju. Saya ingin ucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Himpunan Sarjana Teknik Listrik dan Elektronik Seksi Indonesia yang telah bersama-sama berkomitmen dan bekerjasama untuk meningkatkan mutu kompetensi profesional profesionalitas dalam kegiatan perguruan tinggi di bidang sains dan teknologi," pungkas Paris. (RO/OL-15)

Baca Juga

DOK KEMENSOS

Percepat Pengentasan Masalah Sosial di Indonesia, Mensos Luncurkan Program Pejuang Muda

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 18 September 2021, 10:33 WIB
Mensos memaparkan Program Pejuang Muda adalah laboratorium sosial bagi para mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu dan...
DOK KEMENDIKBUDRISTEK

Mendikbudristek Mendengar dan Mengajak BEM Berkolaborasi Sukseskan Merdeka Belajar

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 18 September 2021, 09:00 WIB
Mendikbudristek menjelaskan dua hal utama yang ingin diwujudkan melalui berbagai program dan kebijakan, yaitu sekolah dan perguruan tinggi...
Dok. Metro TV

Slank Kampanyekan Pentingnya Donor Darah

👤*/X-10 🕔Sabtu 18 September 2021, 07:00 WIB
HINGGA saat ini para ahli belum bisa membuat darah buatan sehingga donor darah masih terus...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Ramai-Ramai Abai Laporkan Kekayaan

KPK mengungkap kepatuhan para pejabat membuat LHKPN tahun ini bermasalah. Akurasinya juga diduga meragukan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya