Jumat 23 Juli 2021, 22:42 WIB

Orangtua Jangan Lengah Dengan Jaga Prokes Anak di Masa Pandemi

Galih Agus Saputra | Humaniora
Orangtua Jangan Lengah Dengan Jaga Prokes Anak di Masa Pandemi

Dok. Metro TV
Drummer Slank,Bimbim di program Vaksin Untuk Indonesia

 

BERTEPATAN dengan 'Hari Anak Nasional', program 'Vaksin Untuk Indonesia' yang tayang di Metro TV, Jumat, (23/7), membahas kasus covid-19 khususnya yang terjadi pada anak-anak. Menanggapi hal tersebut, para personil Slank sepakat bahwa orangtua adalah sosok terpenting dalam memberikan edukasi terkait vaksinasi dan protokol kesehatan (Prokes).

Sang vokalis, Kaka mengaku tidak menyangka ternyata anak-anak termasuk dalam kelompok usia yang rentan terpapar virus tersebut. Pasalnya, semula ia mengira anak-anak memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik ketimbang para orangtua atau golongan lanjut usia.

"Tapi ternyata di tahun 2021 ini justru anak yang angka penularannya tinggi. Itu kalau kita sebagai orangtua tentu takut sih, takut banget," tuturnya.

Pandangan yang sama juga dimiliki oleh basis Slank, Ivanka. Maka dari itu, ia cukup kaget ketika sang anak mendadak panas dan dinyatakan positif covid-19 setelah menjalani tes PCR, beberapa waktu lalu. Beruntung, Ivan sebelumnya pernah mengurus orang yang terkena covid-19, sehingga mengetahui langkah apa saja yang perlu dilakukan.

"Prokesnya harus benar," tutur basis pemilik nama asli Ivan Kurniawan tersebut.

Lain halnya dengan Ridho yang merupakan gitaris Slank. Ia justru punya pengalaman merasakan langsung virus berbahaya ini bersama keluarga. Ia mengungkapkan, semua keluarganya melewati proses penyembuhan yang sama, namun sedikit banyak boleh dibilang berhaya karena ada anggota keluarga yang dinyatakan sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG).

Baca juga : Kenali Cara Isolasi Mandiri agar Nyaman dan Efektif

Setelah menjalani isolasi dan prokes yang ketat, Ridho dan keluarga lantas dinyatakan negatif Covid-19 pada 5 Januari 2021. Tantangan menerapkan protokol kesehatan di lingkup keluarga justru diceritakan oleh sang penabuh drum, Bimbim.

Menurut Bimbim, hal tersulit untuk menerapkan protokol kesehatan di lingkungan keluarga, terutama anak-anak bukanlah cara mengajarkan pemakaian alat pelindung diri (APD). Menurutnya, lingkungan sekitar justru bisa menjadi faktor pengancam prokes yang telah diterapkan oleh sang anak.

"Sudah diajarin, sudah pakai masker, tapi kadang-kadang ketemu tante, ketemu omnya salim. Akhirnya si anak juga bingung, mau kasih tangan atau tidak," tuturnya.

Fenomena demikian, menurut Gitaris, Abdee Negara, mau tidak mau memang harus disikapi secara saklek. Setiap anggota keluarga harus paham bahwa saat ini semua orang tengah berada dalam masa yang tidak normal. Setiap keluarga harus menjalankan peraturan yang mereka buat sendiri dan kemudian memberikan contoh satu sama lain.

Setiap anggota yang pergi atau keluar rumah, lanjutnya, wajib membersihkan badan ketika pulang. Hal demikian harus dilakukan setiap hari, dan tidak boleh dilewatkan demi kesehatan bersama. Keluarga adalah lingkungan terkecil untuk sosialisasi prokes covid-19.

"Enggak boleh lenggah," pungkas musikus kelahiran Donggala, Sulawesi Tengah, 53 tahun silam tersebut. (OL-7)

Baca Juga

MI/Koresponden

Menko PMK Minta BPJS Kesehatan Optimalkan Pemanfaatan Big Data

👤Atalya Puspa 🕔Senin 18 Oktober 2021, 13:46 WIB
Muhadjir Effendy meminta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk mengoptimalkan pemanfaatan big data dalam melakukan...
Antara/Yusuf Nugroho.

Ditanya tentang Hukum Maulid Nabi, Imam As-Sakhawi Jawab Begini

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Oktober 2021, 13:39 WIB
Dalam kitabnya berjudul al-Ajwibah al-Mardliyyah, juz III, halaman 1116, ulama bermazhab Syafii itu menjawab hal tersebut dengan panjang...
DOK Pribadi.

IndoSterling Technomedia Siapkan Inkubator Entrepreunership Generasi Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Oktober 2021, 13:39 WIB
Dalam merespons tantangan era industri 4.0 dan Society 5.0, diperlukan kemampuan yang bersifat aplikatif serta mampu memanfaatkan kemajuan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya