Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menyarankan sejumlah perbaikan untuk penyaluran Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) bagi para pelaku UMKM yang kembali disalurkan di masa pandemi saat ini.
KPK merekomendasikan agar penyaluran lebih merata tidak hanya bergantung pada daerah yang aktif dan mengirimkan data penerima.
"Pemberian bantuan harus mempertimbangkan aspek pemerataan. Artinya, bantuan diberikan bukan hanya ke daerah yang aktif dan mampu mengirimkan data calon penerima bantuan," kata Ketua KPK Firli Bahuri, Jumat (23/7).
KPK meminta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah perlu proaktif kepada daerah-daerah yang terdampak berat akibat pandemi terutama daerah miskin.
Pasalnya, dinas setempat dianggap kerap kurang aktif memproses calon penerima. Akibatnya, muncul kesan bantuan tersebut hanya untuk penerima di Pulau Jawa lantaran data mayoritas datang dari pemda-pemda di Jawa.
KPK juga menyarankan data penerima bantuan harus disesuaikan dengan temuan lapangan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Penyesuaian perlu dilakukan lantaran pada penyaluran sebelumnya ditemukan ketidaklayakan penerima dan ketidaktepatan bantuan.
Baca juga : Dukcapil : Daftar Vaksinasi Harusnya Bisa Dengan Data NIK
Komisi juga merekomendasikan semua calon penerima menyertakan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) agar memudahkan pengujian kelayakan penerima yang diverifikasi dengan basis data lain. Pengujian data itu misalnya dengan data ASN, data penerima bantuan program prakerja, dan program bantuan lainnya.
Firli menyampaikan catatan-catatan dari KPK itu sudah disampaikan dalam rapat koordinasi yang diselenggarakan Kemenko Perekonomian.
"Dalam rapat tersebut, KPK menyampaikan beberapa catatan sebagai pembelajaran untuk pelaksanaan ke depan dari pelaksanaan penyaluran bantuan yang telah dilakukan pada 2020," ujarnya.
Firli menyampaikan KPK terus mengawal program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tersebut. KPK pun telah membuka saluran pengaduan masyarakat langsung pada portal website atau aplikasi JAGA. Dari pemantauan sejauh ini, keluhan penyaluran BPUM yang tercatat pada aplikasi JAGA 763 laporan. Sebanyak 642 laporan pada 2020 dan 121 laporan pada tahun ini atau per Juli 2021.
Keluhan paling banyak pada 2020 dari Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah sdangkan 2021 keluhan terbanyak dari wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Utara. Mayoritas keluhan ialah masyarakat tidak masuk dalam daftar penerima bantuan meski berdasarkan kriteria memenuhi syarat. (OL-7)
IKATAN Alumni SMAN 37 Jakarta (IKA SMAN 37) membentuk divisi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam struktur organisasinya.
Ketua Koperasi TC Invest Iqbal Alan Abdullah memaparkan UMKM saat ini masih mengalami kesulitan akses pendanaan terjangkau karena persoalan administrasi, jaminan, dan manajerial.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut Rp32,1 triliun telah dicairkan untuk Program Makan Bergizi Gratis 2026, dorong PDB dan UMKM.
APUDSI adakan gala dinner pra-Rakernas 2026 untuk perkuat solidaritas anggota dan dorong ketahanan desa melalui ekonomi, pangan, dan UMKM terpadu.
Pelaku usaha kini bisa daftar QRIS, terima pembayaran semua bank dan e-wallet, serta pencairan dana tiap jam.
LITERASI pajak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sektor bahan bangunan disebut harus terus ditingkatkan. Hal itu untuk mendukung kesiapan UMKM menghadapi dinamika ekonomi.
Cek desil bansos 2026 secara online melalui website dan aplikasi Kemensos. Simak cara cek status penerima bansos dan penjelasan fungsi desil.
PEMERINTAH mengucurkan anggaran bantuan sosial (bansos) sebesar Rp17,5 triliun menjelang Lebaran 2026.
Gus Ipul menekankan bahwa akurasi data adalah fondasi utama agar program bantuan sosial (bansos) tidak lagi salah sasaran.
Pemerintah menyediakan dua kanal utama untuk cek penerima bansos Februari 2026 yang bisa diakses secara daring
PEMERINTAH menyiapkan anggaran senilai Rp12,83 triliun untuk paket stimulus ekonomi kuartal I 2026 yang mencakup diskon tiket transportasi, potongan tarif jalan tol, serta bansos.
Masalah tawuran tidak cukup diselesaikan hanya dengan imbauan moral atau nasihat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved