Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
REKTOR IPB University Arif Satria mengungkapkan, pihaknya saat ini sedang melakukan pengembangan untuk memproduksi oksigen konsentrator bersama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
“Jadi oksigen konsentrator ini sebagai salah satu untuk mengisi kekosongan oksigen di lapangan. Semoga minggu ini kita bisa selesai produknya,” terang Rektor Arif.
Di sela peninjauan Asrama Mahasiswa IPB Dramaga yang dijadikan Pusat Isolasi Covid-19, kemarin, saat ini tahapan perakitan.
“Sudah dirakit, Insya Allah Jumat ujicoba. Kalau sudah firm, Insya Allah akan kita produksi. Kita ujicoba di lingkungan kampus, bisa di poliklinik atau di pusat isolasi,” tambahnya.
Arif yang saat itu bersama Wali Kota Bogor Bima Arya menjelaskan, IPB juga sedang merancang oxygen concentrator plant untuk memproduksi oksigen tersebut.
"Semoga akan sangat membantu. Kita tidak perlu lagi isi ulang, sangat tergantung pada alatnya saja. Sebenarnya oksigen di udara banyak, bagaimana menangkap itu agar bisa dimanfaatkan untuk pasien,” jelas Arif.
IPB-Pemkot Bogor
Masih terkait penanganan covid-19, IPB juga bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Salah satunya kolaborasi terkait pusat isolasi bagi pasien covid.
Arif pun mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepercayaan berkolaborasi dengan IPB University dalam berbagai hal, termasuk penanganan Covid-19.
“Kerjasama dengan pemerintah daerah menjadi sangat penting untuk perguruan tinggi dalam rangka percepatan mengatasi masalah ini. Terimakasih kepada Pak Wali atas kepercayaannya kepada IPB untuk terus bisa mensupport Pemkot Bogor,” kata Arif.
Pada kesempatan itu, Bima Arya dan Arif Satria menyapa dan menyemangati para pasien yang sedang isolasi dari kejauhan. Para pasien yang ditanya mengaku menunjukan perkembangan kesehatan yang membaik saat dirawat di Pusat Isolasi Asrama IPB Dramaga.
“Kita cek semua. Semuanya berjalan dengan baik, makannya, obat-obatan, kemudian fasilitasnya dan lain-lain. Sudah banyak yang sembuh. Jadi ini sangat bermanfaat sekali. Saya mengucapkan terimakasih kepada IPB,” ungkap Bima Arya.
Bima mengatakan, dari 184 tempat tidur yang disiapkan, hanya terisi 67.
“Saya minta dimaksimalkan. Camat, Lurah, Puskesmas, untuk yang Isoman sebaiknya digeser ke sini kalau tidak memungkinkan isoman di rumah mereka. Karena sudah ada fasilitasnya, harus dimanfaatkan,” ujar Bima.
Terkait kolaborasi IPB dengan LIPI, Bima Arya pun merespon baik. Bahkan dia berharap agar itu cepat terealisasi.
"Ini kolaborasi yang akan berlanjut, karena kebutuhan oksigen luar biasa. Kalau kata Pak Presiden, nafas kita harus panjang ke depan. Jadi berterimakasih sekali kolaborasi ini. Kita akan hitung sekarang kapasitas produksinya berapa, IPB dan LIPI, kemudian kebutuhannya di mana saja dan penganggarannya bagaimana. Tapi Pemkot Bogor siap untuk menganggarkan,” pungkas Bima Arya. (OL-13)
Baca Juga: Mulai Hari Ini Operasional KRL Jabodetabek Diubah-ubah
Pergantian kepemimpinan ini bukan sekadar rutinitas.
Cuaca ekstrem yang memicu banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dipengaruhi anomali siklon tropis yang terbentuk sangat dekat dengan garis ekuator.
PT United Tractors Tbk (UT) peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia melalui EnviroFest 2025. Ajang edukasi, aksi lingkungan, dan kolaborasi untuk pelestarian bumi.
Fokus HaqFest tahun ini terkait halal dan keamanan pangan untuk mendorong percepatan program MBG dalam mencapai target.
SEKITAR 10 persen pohon yang berada di jalur hijau Kota Bogor berada dalam kondisi tak sehat serta menunjukkan potensi kerusakan berat.
Institut Pertanian Bogor (IPB) University mendorong Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) bertransformasi menjadi koperasi desa (kopdes).
Sejak jutaan tahun lalu, rotasi Bumi terus mengalami perlambatan. Perlambatan ini terjadi akibat tarikan gravitasi Bulan yang menciptakan gaya pasang surut, berfungsi seperti rem alami.
Atmosfer Bumi tidak selalu kaya oksigen seperti saat ini. Sekitar 3 miliar tahun lalu, hampir tidak ada oksigen bebas di udara.
Keterlambatan penanganan penyakit pneumonia pada bayi bisa menyebabkan bayi kekurangan oksigen dalam waktu lama dan kondisi ini mempengaruhi perkembangan otaknya.
Hasil interaksi radiasi dengan es, seperti yang ditemukan di Europa atau Ganymede (bulan Jupiter), yang menghasilkan sedikit oksigen di permukaan, tetapi tidak membentuk atmosfer layak huni.
Bukti geologi menunjukkan bahwa sekitar 2,4 miliar tahun yang lalu, Bumi mulai mengalami peningkatan kadar oksigen di atmosfer.
Selama miliaran tahun pertama, atmosfer di Bumi hampir tanpa oksigen. Padahal, makhluk penghasil oksigen telah hidup di lautan purba.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved