Jumat 16 Juli 2021, 17:50 WIB

Arzeti Dorong BPOM Lakukan Pelabelan Kemasan Plastik BPA

Mediaindonesia | Humaniora
Arzeti Dorong BPOM Lakukan Pelabelan Kemasan Plastik BPA

MI/RAMDANI
Anggota Komisi XI DPR Arzeti Bilbina

 

ARTIS yang juga politisi Arzeti Bilbina Mendukung BPOM Segera Memberi Label  Peringatan Konsumen Pada Kemasan Plastik yang Mengandung BPA

Bahaya BPA atau Bisphenol A, sudah menjadi perhatian banyak pihak. Setelah Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, kali ini sikap yang sama disampaikan oleh Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Arzeti Bilbina, SE, M.A.P.

Desakan Arzeti kepada BPOM senada dengan Arist, meminta kepada Badan POM untuk memberikan label peringatan konsumen pada kemasan plastik yang mengandung BPA, yang bertujuan untuk melindungi bayi dan balita Indonesia sebagai generasi penerus bangsa, dari paparan bahaya BPA.

Arzeti memberikan tanggapan dan ikut mendukung BPOM agar segera melabeli kemasan plastik yang mengandung BPA.

“Saya berharap BPOM  segera memfasilitasi info sehat untuk masyarakat agar lebih cerdas lagi dalam memilih makanan dan minuman dalam kemasan plastik untuk menginfokan pelabelan dalam kemasan plastik yang mengandung zat berbahaya  BPA (Bisphenol A)," jelas Anggota DPR RI Komisi IX tersebut.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa tersebut selama ini kerap menyampaikan pendapatnya terkait bahaya BPA. Yang juga dimuat di berbagai media daring. Mengenai pentingnya memberikan informasi yang benar kepada masyarakat.

Baca juga: Ini Alasan BPOM Nyatakan Keamanan AMDK

Menurut Arzeti, selain masih banyak masyarakat yang belum mengetahui atau belum memahami tentang  bahaya  kemasan plastik yang mengandung zat berbahaya seperti BPA ini, juga betapa mendesaknya pemberian label peringatan pada kemasan plastik yang mengandung BPA.

“Dengan adanya info pelabelan ini paling tidak  kita telah membantu mengedukasi masyarakat  dari yang belum tau menjadi tau,   tentang bahaya kemasan plastik yang mengandung bahan-bahan berbahaya," tandas Arzetti.

Sekadar diketahui BPOM sendiri telah punya regulasi yang mengatur batas migrasi maksimal BPA adalah sebesar 0,6 bagian per juta (bpj, mg/kg). Namun tetap saja zat BPA tersebut masuk dalam kategori zat berbahaya, terutama bagi kesehatan usia rentan yaitu bayi, balita, dan janin pada ibu hamil.

Kemungkinan yang paling besar terkena paparan BPA adalah melalui galon guna ulang saat membuat susu, makanan bayi atau minum. Karena air minum adalah salah satu kebutuhan utama yang dikonsumsi oleh bayi, balita dan ibu hamil.

Itu sebabnya alangkah bijaknya kalau pelabelan segera diberikan kepada galon guna ulang, demi kesehatan masa depan generasi Indonesia. Ia menyebut BPA ini sangat riskan dan perlu segera pelabelan dari BPOM.

"Ya ini semua saya bicara demi menjaga generasi bangsa. Kan kita nggak mau bayi dan para ibu hamil terkena paparan BPA," tutur Arzeti. (RO/OL-4)

Baca Juga

Ist

KNPI dan FKPPI Siap Bersinergi Bantu Pemerintah Tangani Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 September 2021, 23:21 WIB
Saatnya pemuda menyatukan tekad guna membantu pemerintah, di antaranya menyukseskan program vaksinasi guna menekan angka penyebaran...
MI/SUMARYANTO BRONTO

Jaringan Internet BAKTI Membuat Pulau Auki tidak Lagi Kelam

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 September 2021, 21:35 WIB
Sayangnya, dari 19 distrik atau kecamatan yang ada di Kabupaten Biak Numfor baru 2 distrik yang terkoneksi dengan sambungan telekomunikasi...
Dok FKG Univ Moestopo

FKG Universitas Moestopo Sukses Gelar Pelatihan Dental Implan 

👤RO 🕔Sabtu 25 September 2021, 21:10 WIB
Melalui program KIT GTI di PBIKG, dokter gigi dapat memperoleh sertifikat yang berlaku lima tahun untuk bekerja melayani pemasangan gigi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Cegah Konflik di Myanmar semakin Memburuk

Bentrokan antara pasukan perlawanan bersenjata dan militer dalam beberapa hari terakhir telah mendorong gelombang evakuasi baru di wilayah barat laut

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya