Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS covid-19 yang mengalami peningkatan secara signifikan membuat kebutuhan akan oksigen medis naik sangat tajam.
Pada situasi normal, secara nasional, kebutuhan oksigen medis hanya 400 ton dalam sehari. Namun, saat ini, angka tersebut melonjak menjadi dua ribu ton per hari atau meningkat 500%.
Pemerintah pun telah melakukan terobosan dengan menggandeng para pelaku industri untuk ikut menyediakan pasokan oksigen untuk keperluan penanganan pandemi.
"Sekarang, ada sekitar 250 ton tambahan yang datang dari industri dalam negeri," ujar Budi usai mengikuti rapat terbatas, Jumat (16/7).
Selain itu, Kementerian Kesehatan juga tengah melakukan pengadaan oxygen concentrator.
Baca juga: Lestari Moerdijat Ingatkan Paket Obat Covid-19 Harus Tepat Sasaran
Alat tersebut tergolong praktis digunakan karena bisa dipasang di rumah untuk menyuplai O2 dengan kapasitas hingga sepuluh liter per menit.
"Pemerintah berencana membeli 30 ribu oxygen concentrator untuk bisa menyediakan 600 ton oksigen per hari untuk di rumah sakit dan bisa kita pinjamkan ke masyarakat yang membutuhkan," jelasnya.
Dalam rapat terbatas tersebut, mantan dirut Inalum itu juga melaporkan kondisi ketersediaan obat-obatan kepada Presiden Joko Widodo.
Ia menyampaikan stok obat untuk terapi bagi pasien covid-19 masih terkontrol.
Pemerintah pun sedang berupaya memperolehebih banyak obat jenis rendesivi dari India, Pakistan dan Tiongkok.
"Bu Menteri Luar Negeri sudah negosiasi dengan negara-negara tersebut untuk kembali mengekspor. Sudah mulai masuk 50 ribu vial pekan ini dan bertahap 50 ribu lagi per minggu," terangnya.(OL-4)
Sejak jutaan tahun lalu, rotasi Bumi terus mengalami perlambatan. Perlambatan ini terjadi akibat tarikan gravitasi Bulan yang menciptakan gaya pasang surut, berfungsi seperti rem alami.
Atmosfer Bumi tidak selalu kaya oksigen seperti saat ini. Sekitar 3 miliar tahun lalu, hampir tidak ada oksigen bebas di udara.
Keterlambatan penanganan penyakit pneumonia pada bayi bisa menyebabkan bayi kekurangan oksigen dalam waktu lama dan kondisi ini mempengaruhi perkembangan otaknya.
Hasil interaksi radiasi dengan es, seperti yang ditemukan di Europa atau Ganymede (bulan Jupiter), yang menghasilkan sedikit oksigen di permukaan, tetapi tidak membentuk atmosfer layak huni.
Bukti geologi menunjukkan bahwa sekitar 2,4 miliar tahun yang lalu, Bumi mulai mengalami peningkatan kadar oksigen di atmosfer.
Selama miliaran tahun pertama, atmosfer di Bumi hampir tanpa oksigen. Padahal, makhluk penghasil oksigen telah hidup di lautan purba.
PT Griya Idola berharap alat oxygen concentrator yang didonasikan bisa membantu memperbaiki taraf kesehatan masyarakat sekitar.
PT. Kino Indonesia, Tbk, menyumbangkan generator oksigen, alat pemroduksi oksigen tanpa batas, untuk membantu mengatasi masalah keterbatasan tersebut.
Sebelumnya, pada 2021, Kadin juga menyumbangkan 15 tabung oksigen yang didistribusikan ke tiga rumah sakit
Donasi 100 unit konsentrator oksigen merupakan kelanjutan dari inisiatif SMBC dalam membantu mengatasi penularan dan dampak Covid-19 di dunia, termasuk Indonesia.
Sebagai perusahaan yang tumbuh dan menjadi bagian dari keluarga Indonesia, menjadi komitmen kami untuk dapat berkontribusi bagi upaya bersama dalam menghadapi pandemi covid-19 ini,”
Bantuan ini guna mengantisipasi munculnya varian baru Covid-19 yang dapat mengakibatkan lonjakan kasus dan kebutuhan terhadap oksigen seperti yang terjadi beberapa bulan lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved