Senin 12 Juli 2021, 18:18 WIB

Jokowi Mau Impor 50 Ribu Oksigen Konsentrator untuk Pasien Covid-19

Dhika Kusuma Winata | Humaniora
Jokowi Mau Impor 50 Ribu Oksigen Konsentrator untuk Pasien Covid-19

MI/Vicky Gustiawan
Ilustrasi relawan mengecek tabung oksigen yang akan dipinjamkan.

 

PRESIDEN Joko Widodo menyetujui impor 50 ribu oksigen konsentrator untuk digunakan pasien covid-19. Nantinya, alat itu dipinjamkan warga yang terpapar covid-19 dengan gejala ringan.

"Presiden sudah setuju. Kita akan impor oksigen konsentrator, sehingga mengurangi penggunaan liquid oksigen. Sekitar 50 ribu tabung (oksigen konsentrator) dan sekarang kita sudah punya beberapa ribu, mungkin 10 ribu," jelas Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan seusai rapat terbatas, Senin (12/7).

Baca juga: Pemerintah Dituding Enggan Bayar Insentif Nakes, Sri Mulyani Geram

Luhut mengatakan oksigen konsentrator akan lebih mudah digunakan dalam penanganan pasien covid-19, khususnya dengan gejala ringan. Adapun alat itu akan dipinjamkan ke pasien covid-19 dengan batas waktu tertentu.

"Itu akan kita bagikan untuk digunakan di kasus (covid-19) yang ringan. Nanti, kita pinjamkan ke rumah-rumah. Kalau sudah digunakan bisa diambil. Itu bisa lima liter, jadi bisa digunakan selama lima hari," imbuh Luhut.

Baca juga: Aktivis: Vaksin Berbayar Saat Pandemi Langgar Konstitusi

Pemerintah dikatakannya sudah memproses kuota impor 40 ribu ton oksigen cair atau liquid oxygen untuk memenuhi kebutuhan pasien di rumah sakit. Stok tersebut dipersiapkan untuk mengantisipasi lonjakan pasien yang membutuhkan perawatan dengan oksigen. 

"Kita berjaga-jaga, walaupun sebenarnya kita tidak butuh semuanya itu. Tapi, kalau melihat tren dunia, perkembangan di Amerika Serikat dan Inggris, sekarang (kasus) meningkat tajam. Kita lebih bagus berjaga-jaga, sehingga tidak caught by surprise," tukasnya.(OL-11)

Baca Juga

ANTARA/SYIFA YULINNAS

Pemerintahan Digital dapat Percepat Kerja di Bidang Lingkungan Hidup

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 23 September 2021, 13:05 WIB
Dengan terbukanya sistem pelaporan, masyarakat bisa dengan mudah mengakses portal pengaduan yang dibuka oleh...
MI/Rudi Kurniawansyah

Ada Klaster Sekolah, DPR Minta PTM Tetap Berlanjut

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 23 September 2021, 12:58 WIB
"Karena itu publik harus mengetahui bahwa salah satu jalan terbaik dalam mengurangi learning loss adalah PTM ini tetap...
ANTARA/RAISAN AL FARISI

Peran Pers Membangun Infrastruktur Pendidikan

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 23 September 2021, 12:20 WIB
Media pers dibutuhkan sebagai infrastruktur penyebaran informasi dari berbagai arah dalam dunia pendidikan, memberi penerangan, dorongan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sarjana di Tengah Era Disrupsi

Toga kesarjanaan sebagai simbol bahwa seseorang memiliki gelar akademik yang tinggi akan menjadi sia-sia jika tidak bermanfaat bagi diri dan orang banyak di era yang cepat berubah ini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya