Minggu 20 Juni 2021, 20:36 WIB

LPPOM MUI: Tak Ada Kendala dalam Audit Halal Vaksin Zifivax

Faustinus Nua | Humaniora
LPPOM MUI: Tak Ada Kendala dalam Audit Halal Vaksin Zifivax

ANTARA/NOVRIAN ARBI
Karyawan memeriksa Envirotainer berisi bahan baku vaksin covid-19 Sinovac saat tiba di Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Minggu (20/6/2021)

 

Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Mejelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) terus mendukung upaya pemerintah dalam memenuhi kubutuhan vaksin nasional dengan melakukan sertifikasi halal terhadap produk vaksin yang diajukan berbagai pihak. Salah satunya terhadap vaksin Zifivax yang dikembangkan oleh Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical asal Tiongkok.

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025, Amirsyah Tambunan menginformasikan bahwa saat ini pihaknya sudah melakukan audit halal terhadap vaksin Zifivax.

“Untuk mencukup vaksin yang tersedia halal saat ini LP POM MUI sudah audit vaksin Anhui. Dan hasilnya sedang proses penyelesaian bersamaan dengan proses uji aman di Badan POM RI,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (20/6).

Baca juga: Pakar: Perbanyak Testing untuk Melihat Realitas di Lapangan

Dia mengatakan, tidak ada kendala berarti dalam proses uji vaksin halal terhadap vaksin tersebut. “Hanya saja salah satu kendalanya yaitu soal waktu dan proses penyelesaian dokumen dan audit yang memerlukan waktu karena soal prokes (protokol kesehatan) antara negara,” imbuhnya.

Sejauh ini, kata Amirsyah, pihaknya juga melakukan uji halal terhadap vaksin lainnya. “Masih ada yang lagi, saya harus cek lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Amirsyah mengatakan, MUI saat ini tengah melakukan gerakan nasional penanggulangan Covid-19 ke 34 provinsi berbasis 13 Fatwa yang telah dikeluarkan.

“Dari ikhtiar yang dilakukan tersebut MUI menekankan pada aspek literasi, sosialisasi dan edukasi pada perubahan perilaku dalam menegakkan protokol kesehatan (Prokes),” katanya.

Dia mengatakan, beberapa hal yang penting dilakukan dalam penanggulangan pandemi tersebut. Pertama, wajib iman yakni iman kepada Allah SWT. Sikap iman ini melahirkan sikap optimisme sehingga mampu melawan Covid-19.

Kedua, wajib aman yakni menjaga jarak dan tidak kerumunan. Ketiga, wajib imun dengan memakan makanan yang halal dan baik (thoyib).

Hal yang penting juga dilakukan yaitu adanya pola hidup lima sehat enam sempurna yakni disiplin memakai masker, cuci tangan, jaga jarak aman, olah raga (istirahat cukup, jangan panik), makan yang halal dan thiyib, doa dan tawakkal kepada Allah. (H-3)

Baca Juga

MI.Haryanto Mega

Apindo Sebut Solidaritas antar Sesama Harus Dilakukan untuk Tangani Pandemi

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 27 Juli 2021, 22:08 WIB
"Memang kita harus bangun solidaritas bersama menghadapi wabah pandemik covid-19 sehingga kita tidak hanya mengandalkan...
Antara/Arif Firmansyah

Program HBCC Dorong Perubahan Perilaku Disiplin 3M

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Selasa 27 Juli 2021, 22:05 WIB
Program yang bernama Hygiene and Behaviour Change Coalition (HBCC) ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah...
Dok NasDem

NasDem DIY Kerahkan Empat Ambulans Untuk Misi Kemanusiaan

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 Juli 2021, 21:28 WIB
Keberadaan mobil darurat ini akan memudahkan masyarakat yang butuh layanan gawat...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Saling Jaga dari Serangan Virus

PANDEMI covid-19 telah berdampak besar bagi warga, terutama bagi mereka yang memiliki penghasilan harian, seperti ojek daring, buruh harian, dan pekerja lepas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya