Jumat 18 Juni 2021, 19:46 WIB

46 Anggota DPR RI dan Staf Terpapar Covid-19

 Cahya Mulyana | Humaniora
46 Anggota DPR RI dan Staf Terpapar Covid-19

Ist/DPR
Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar.

 

SEKRETARIS Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar mengungkapkan sebanyak 46 anggota DPR dan stafnya terpapar Covid-19. Guna menghentikan laju kasus positif di Kompleks Parlemen sejumlah kebijakan pencegahan covid-19 pun sudah diputuskan.

"Data hingga hari ini yang terpapar Covid-19 yaitu tenaga ahli sebanyak 11 orang, PPN terdiri dari pengamanan dalam (Pamdal) dan TV parlemen ada tujuh orang, PNS 17 orang, dan anggota DPR ada 11 orang," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (18/6).

Menurut Indra, beberapa komisi di DPR seperti Komisi I dan Komisi VIII DPR melakukan penundaan rapat. Pasalnya kasus positif covid-19 mencuat di dua komisi tersebut.

Kemudian akses masuk kompleks parlemen akan diperketat mulai dari gerbang pintu masuk dengan pemeriksaan suhu tubuh, penerapan prokes, urgensi kehadiran. Langkah itu menurut dia, akan membuat tidak nyaman, namun harus dilakukan pengetatan untuk tujuan kesehatan dan keselamatan semua pihak.

Pihaknya juga akan melakukan pengetatan khususnya terkait kehadiran fisik dalam rapat-rapat di komisi.

"Untuk ASN DPR RI sudah diambil keputusan yaitu kehadiran yang dibatasi yaitu 75 persen bekerja dari rumah atau WFH," ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan Rapat Badan Musyawarah (Bamus) sudah menyepakati untuk pembatasan kehadiran rapat di tiap Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Persentase kehadiran fisik hanya 20 hingga 25% sisanya virtual.

Kebijakan baru ini diberlakukan hingga akhir Juni 2021. "Tingkat kehadiran di DPR akan dikurangi 20 persen hingga maksimal 25% saja, baik itu anggota DPR, tenaga ahli (TA), maupun staf pendukung yang lain," kata Dasco.

Dia mengatakan Rapat Bamus yang dihadiri para pimpinan DPR dan ketua-ketua fraksi juga menyepakati dalam dua pekan ke depan, akan diberlakukan protokol kesehatan yang ketat dan hingga akhir Juni 2021 tidak diperkenankan mengadakan kunjungan kerja di dalam dan luar negeri.

"Ketika lonjakan covid-19 (beberapa waktu lalu) berlaku kebijakan seperti ini, lalu setelah turun, kita longgar. Ini kami berlakukan kembali dengan ketentuan maksimal kehadiran 25%," pungkasnya. (Cah/OL-09)

Baca Juga

BPMI/ Lukas

Gelar Zikir Virtual, Jokowi Ajak Seluruh Elemen Bangsa Ikhtiar Lawan Pandemi

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 23:43 WIB
Menurut Jokowi, doa merupakan kekuatan yang dahsyat untuk membangkitkan harapan dan...
Dok NasDem

NasDem Minta Warga Datang Sesuai Jadwal untuk Vaksinasi Kedua

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 23:20 WIB
Pemberian vaksin dosis pertama dimulai 5 Juli- 1 Agustus 2021. Sementara untuk dosis keduanya dimulai 2 hingga 29 Agustus...
Antara

Pertumbuhan Awan Meningkat, Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir Senin, 2 Agustus 2021

👤Zubaedah Hanum 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 22:05 WIB
POLA perlambatan kecepatan angin menunjukkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah besok, Senin, 2 Agustus...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pembangunan Berkelanjutan demi Keselamatan Bersama

 Sektor keuangan memiliki peran besar dalam mengarahkan perubahan menuju penerapan green economy

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya