Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
Peringatan Hari Purbakala, Pemuda Diajak Lestarikan Cagar Budaya
PENDIRI Komunitas Malam Museum Erwin Djunaedi mengajak masyarakat khususmya kaum muda untuk berkontribusi dalam upaya melestarikan cagar budaya milik Indonesia. Hal itu berkaitan dengan peringatan Hari Purbakala ke-108.
"Mau apresiasinya dengan musik, lewat game, silahkan. Karena ini milik kita, dan kita yang harus melestarikan. Semoga tetap lestari," katanya dalam Ngobrol Seru Soal Borobudur "Pesan untuk Generasi Muda" yang diadakan Balai Konservasi Borobudur dalam rangka memperingati Hari Purbakala ke-108, Senin (14/6).
Erwin mengatakan, Indonesia sangat kaya akan berbagai peninggalan kebudayaan. Benda cagar budaya milik Indonesia harus menjadi ladang pengetahuan bersama, misalnya di candi ada relief, batik dari cerita relief candi hingga merekonstruksi alat musik yang ada di relief candi.
"Jadi jangan melihat Borobudur sebagai sesuatu yang stagnan, tapi jadikan itu inspirasi berkesenian dan berkebudayaan," tuturnya.
Cara lain agar generasi muda bisa terlibat melestarikan dan mengkonservasi cagar budaya, kata dua , melalui komunitas-komunitas yang lebih dekat dengan mereka. Artinya mereka lebih gandrung melakukan sesuatu melalui komunitas, contohnya grup fans K-Pop BTS yang punya komunitas sendiri bernama ARMY.
"Itu alasan kami sampaikan kenapa pelestarian budaya butuh wadah untuk bisa melakukannya bersama," kata Erwin.
Baca juga : Masyarakat Adat Desak Menteri LHK Cabut Izin Konsensi PT TPL
Komunitas Malam Museum melakukan riset sejarah yang ada di sekitar masyarakat Yogyakarta. Kebanyakan yang sudah-sudah biasanya belajar yang besar-besar seperti sejarah Bung Karno, tetapi lupa soal Kampung Kauman, Kampung Ketandan dan lain-lain.
Erwin menjelaskan, komunitas yang didirikannya bersama rekan-rekannya memang memiliki visi ke depan untuk lebih melibatkan lagi masyarakat dari segala lini. Dirinya mengapresiasi arkeolog Universitas Gadjah Mada Inajati Adrisijanti yang menekankan bahwa kerja-kerja arkeologi hendaknya jangan berjarak dengan masyarakat, karena pada dasarnya mereka pemiliknya.
Ia menyakini, Indonesia sudah menjadi negara maju mana kala ketika ada anak TK yang ditanya ingin menjadi apa ketika dewasa nanti lalu menjawab ingin menjadi arkeolog, antropolog, atau sejarawan.
Sementara itu, Inajati mengatakan, selain perlu meningkatkan edukasi soal sejarah, cagar budaya, kepurbakalaan pada pemandu wisata agar paham kerja-kerja arkeologi yang sebenarnya, sangat perlu juga memberikannya pada anak-anak sekolah.
"Anak-anak sekolah kalau datang ke Borobudur misalnya begitu turun bis biasanya mencari kamar kecil. Lalu berfoto. Lalu lari-lari beli kaos, lari lagi balik ke bis. Sempat kami tanya, jawabnya kan sudah ada fotonya," kata Prof.
Bertepatan dengan Hari Purbakala yang jatuh di setiap tanggal 14 Juni, ia berharap pelestarian dan kelestarian cagar budaya dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat. Dengan catatan pelestarian dan kelestarian itu perlu dijaga. (OL-7)
Musda ke-VIII Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Banten resmi ditutup dan menandai babak baru kepemimpinan organisasi kepemudaan di Tanah Jawara.
Generasi muda perlu ruang untuk kembali merumuskan harapan dan arah masa depan.
Generasi muda, termasuk yang tergabung dalam Karang Taruna, didorong untuk terus terlibat dalam memperkuat sektor ekraf.
Beberapa pemuda terlihat mengacungkan balok dan menghantamkan benda tersebut ke arah mobil yang melintas
PUTUSAN Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 135/PUU-XX/Tahun 2025 yang memisahkan pemilu nasional dan pemilu lokal dinilai berpotensi mengubah peta demokrasi Indonesia secara drastis.
Guru Besar UNJ, Abdul Haris Fatgehipon, menegaskan perlunya rekonstruksi gerakan kebangsaan dengan menempatkan pemuda sebagai aktor utama.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons rencana Prabowo Subianto membangun gedung MUI di Bundaran HI yang merupakan cagar budaya
Hal yang sering sekali terlihat kurang dalam pemanfaatan cagar budaya disebabkan oleh titik berat dan bobotnya lebih berat kepada komersialisasi pariwisata.
Upaya tersebut dilakukan untuk menghidupkan kembali nilai sejarah sekaligus mendorong pemanfaatan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah.
Selain penyerahan sertifikat, rangkaian kegiatan ACBPN 2025 juga diisi dengan workshop, pertunjukan seni, dan pameran Cagar Budaya Peringkat Nasional.
Menurut Lestari bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatra harus menjadi alarm bahwa pelestarian cagar budaya tidak bisa dilakukan oleh satu lembaga saja.
Selain pemulihan fisik bangunan, perhatian juga diberikan kepada pelaku budaya dan juru pelihara cagar budaya yang turut terdampak bencana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved