Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
Selain meningkatkan pengawasan dalam berjalannya program vaksinasi covid-19 agar tidak menimbulkan kecurangan, pemerintah juga harus berbenah diri dengan memperbaiki cara komunikasi kepada publik. Hal tersebut dilakukan agar publik memiliki pemahaman yang utuh sehingga dapat menekan potensi kecurangan yang muncul.
"Komunikasi risiko harus diperbaiki pemerintah di setiap sektor. Sehingga masyrakat paham apa dan bagaimana sebenarnya program vaksinasi. Karena dengan adanya kecurangan, ini membuktikan bahwa ada yang belum jelas, sehingga dapat dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab," kata epidemiolog Dicky Budiman saat dihubungi, Minggu (23/5).
Baca juga: Pakar UGM: Pengendalian Covid-19 NonObat Efektif Tekan Kasus Baru
Baca juga: Kerja Sama dan Kepatuhan Efektif Tekan Laju Covid-19
Ia menyatakan, potensi kecurangan dalam program vaksinasi jelas ada. Mulai dari potensi muculnya vaksin dan sertifikat palsu, hingga penjualan vaksin secara ilegal. Pasalnya, kebutuhan masyarakat akan vaksin tergolong tinggi. Hal itu berbanding terbalik dengan ketersediaan vaksin yang masih minim.
"Inilah yang berpotensi timbul penyalahgunaan. Apalagi di Indonesia kita lihat masih minim quality control. Dari kemarin adanya rapid test bekas, ini menunjukan bahwa kita mengalami krisi profesionalisme pelayanan publik," bebernya.
Untuk itu, Dicky menegaskan, selain pengawasan dan komunikasi, manajemen quality control harus diperbaiki dari tingkat internal pemerintah.
"Kita harus review, buat pengawsan melekat dari tingkat internal. Ini yang harus dilakukan," pungkas Dicky.
Seperti diketahui, tiga orang oknum aparatur sipil negara (ASN) dan satu agen properti di Sumatra Utara terlibat kasus jual beli vaksin ilegal. Mereka ialah IW, SW, KS, dan SH. Vaksin tersebut diberikan kepada 1.085 orang di Medan dan di Jakarta. Kini keempatnya telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal suap pada UU Tipikor dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara dan denda Rp1 miliar. (H-3)
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Kemenkes ingatkan potensi penularan campak saat mudik Lebaran. Simak imbauan vaksinasi dan tips cegah penularan campak saat berlibur bersama keluarga!
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Indonesia menyambut baik rencana investasi dan kerja sama jangka panjang SINOVAC, termasuk di bidang riset dan pengembangan vaksin.
Prinsip dasar PHBS sebenarnya bersifat universal dan sederhana, yakni memastikan kebersihan tubuh dari unsur luar.
Cacar api bisa muncul saat imun menurun, terutama usia 50+. Ketahui waktu tepat vaksin herpes zoster (Shingrix), dosis, manfaat, dan siapa yang perlu konsultasi.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved