Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
DI Indonesia, karies gigi pada anak menduduki peringkat pertama sebagai penyakit yang paling banyak dimiliki oleh anak-anak usia sekolah. Sayangnya, kebanyakan orang dewasa cenderung menganggap bahwa karies gigi pada anak adalah kondisi yang tidak serius, sehingga tidak perlu melakukan perawatan khusus.
Padahal, karies gigi yang tidak ditangani dengan baik bisa menyebabkan nyeri, gigi tanggal, bahkan kematian. Mendorong kepedulian terhadap kesehatan gigi, PT Cobra Dental dan Pepsodent menggelar banti sosial dan edukasi perawatan gigi pada anak di Panti Asuhan Kampung Melayu Jakarta, Jumat (7/5).
“Faktanya, secara tidak sadar banyak sekali pembelajaran kesehatan gigi dan mulut bagi anak anak yang terlewatkan. Anak-anak melalui kegiatan ini diberikan edukasi interaktif cara menyikat gigi yang baik dan benar sehingga tercipta kebiasaan baik pada anak sejak dini” Ujar Revozan Agustinus, Head Marketing dari Cobra Dental dalam keterangannya.
Penyuluhan edukasi mengenai cara membersihkan gigi oleh Cobra Dental digelar dalam rangkaian program Senyum Ceria Ramadhan Bersama Cobra Dental. Dalam program tersebut, diberikan edukasi interaktif mengenai kesehatan gigi dan mulut yang dimaterikan oleh drg. Astri Nurqodri.
Baca juga : Tips Kulit Tetap Sehat Saat Menggunakan Masker
Astri juga menjelaskan mengenai hal-hal apa saja yang memiliki dampak positif dan negatif dalam kesehatan gigi dan mulut. Tak hanya itu, penyuluhan ini diselingi juga dengan interaksi anak anak dengan dokter
Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian goodie bag, makanan untuk berbuka puasa, serta Donasi berupa sejumlah pasta gigi & sikat gigi pepsodent serta bantuan tunai sejumlah 10 Juta Rupiah untuk kebutuhan panti asuhan.
Revozan menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk membantu mensukseskan program kementerian kesehatan Indonesia Bebas Karies pada tahun 2030.
"Sebagai perusahaan di bidang kesehatan kedokteran gigi, Cobra Dental aktif menyelenggarakan kegiatan CSR sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Termasuk mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan gigi dan mulut," pungkasnya. (RO/OL-7)
Kalimat-kalimat seperti "itu cuma masalah kecil", "nanti juga lupa", atau "jangan lebay" dari orang dewasa justru dapat berdampak buruk pada kondisi psikologis anak.
Tontonan yang diakses secara terus-menerus memicu adiksi yang membuat anak enggan berhenti menatap layar.
Berbeda dengan demam biasa, kondisi pasien Kawasaki tidak kunjung membaik meski sudah mengonsumsi antibiotik.
Posisi di tengah membuat seorang anak merasa perlu melakukan upaya ekstra untuk mendapatkan perhatian orangtua yang sering kali terbagi.
Alih-alih menghambat pertumbuhan, latihan beban justru memberikan manfaat signifikan bagi anak-anak.
Dari sisi keamanan, penggunaan wajah anak sebagai input data AI dinilai sangat rentan terhadap tindak kejahatan digital.
Dekan FKG USK Profesor Cut Soraya Sp.KG melalui Media Indonesia, Selasa (16/9) mengatakan, kegiatan ini FKG melayani pengobatan gigi dan mulut secara gratis.
PROGRAM Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencatakan gigi karies menjadi yang paling sering ditemukan pada masalah gigi.
Dengan memperhatikan pertumbuhan gigi anak secara maksimal, bisa membantu mengurangi permasalahan gigi yang lebih kompleks.
Morning sickness dapat menyebabkan asam lambung menggerogoti email gigi, sehingga gigi mudah rusak.
IDEC menggarisbawahi perlunya ekosistem dalam industri kesehatan gigi dan mulut demi terciptanya kemajuan teknologi di bidang kesehatan.
Mouth wash disebut dapat mengurangi setidaknya 99,9% kuman penyebab bau mulut dan plak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved