Senin 03 Mei 2021, 18:55 WIB

BNPT: Tasawuf Agama (Ihsan) Sebagai Vaksin Radikal Terorisme

mediaindonesia.com | Humaniora
BNPT: Tasawuf Agama (Ihsan) Sebagai Vaksin Radikal Terorisme

ANTARA/HO-Dok BNPT.
Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid.

 

DIREKTUR Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid mengatakan tasawuf agama (Ihsan) sebagai "vaksin" radikal terorisme.

Ahmad Nurwakhid, saat menjadi narasumber pada acara "Ngaji Onlne" yang digelar oleh Pondok Pesantren Raden Rahmat Sunan Ampel, Senin, mengatakan Nabi Muhammad SAW telah mensyariatkan atau memfatwakan bahwa rukun dalam beragama ini, yaitu Iman, Islam dan Ihsan.

Rukun Ihsan inilah yang bisa mengeksplor dan menggali aspek spiritualitas di dalam keagamaan sehingga ketika spiritualitas itu muncul dan menonjol maka tercermin dalam perilaku akhlakul karimah sebagaimana misi utama daripada Rasulullah Muhammad SAW, innama bu'istu liutammima makarimal akhlak, di mana yang bisa menggali atau mengeksplor spiritualitas di dalam keagamaan itu tidak ada jalan lain kecuali hanya dengan tasawuf.

Tasawuf sendiri adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihkan akhlak, membangun lahir dan batin serta untuk memperoleh kebahagiaan yang abadi.

"Kunci utama daripada kekaffahan agama itu adalah Iman, Islam dan Ihsan. Dan kelemahan bangsa Indonesia khususnya umat Islam itu pada aspek ihsan atau aspek spiritualitas, yang mana dalam konteks ini adalah tasawuf," tutur Brigjen Pol R. Ahmad Nurwakhid seperti yang dirilis BNPT, Senin (3/5).

Dia mencoba mengkomparasi atau merelevansikan tasawuf ini dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, karena berbicara radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan agama, tentunya hal tersebut bukan monopoli satu agama, tapi ada di setiap agama, ada di setiap sekte, ada di setiap kelompok, bahkan potensial pada setiap individu manusia.

Menurut dia, akar masalah radikal terorisme sendiri adalah ideologi yang menyimpang atau ideologi yang terdistorsi, bahkan radikalisme dalam konteks Indonesia, kalau di luar negeri dengan istilah ekstremisme, inilah yang menjiwai dari segala aksi terorisme.

Brigjen Pol Ahmad menegaskan bahwa radikal terorisme mengatasnamakan Islam ini sejati-nya adalah fitnah bagi Islam.

"Kenapa, karena tindakan perbuatan sikapnya itu bertentangan jauh dengan prinsip-prinsip nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin. Yang mewajibkan ‘lita’arafu’ yaitu harus saling mengenal, saling memahami, saling menghormati, saling menyayangi, yang wajib menebar kasih sayang, perdamaian dan lain sebagainya, akhlakul kharimah," ujarnya.

Ia meyakini bahwa radikalisme dan terorisme mengatasnamakan Islam ini sejati-nya adalah proxy untuk menghancurkan Islam dan menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (Ant/OL-09)

Baca Juga

Ist

Sutasoma Hotel-Jakarta Hadirkan Promo 'Lebaran Staycation' 

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 06 Mei 2021, 15:55 WIB
Sutasoma Hotel  menghadirkan penawaran istimewa “Lebaran Holiday Package” dengan fasilitas “Kids Playground &...
Dok BenihBaik.com

70 Unit Laptop Disalurkan untuk Calon Desainer Grafis Andal

👤Retno Hemawati 🕔Kamis 06 Mei 2021, 15:53 WIB
Sebanyak 70 unit laptop diserahkan oleh BenihBaik.com dan CodingCamp.id untuk sepuluh sekolah menengah kejuruan di SMK Forward...
Antara/Fikri Yusuf.

Perlu Langkah Pencegahan Terukur Antisipasi Pemudik

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 06 Mei 2021, 15:24 WIB
Yang lebih memprihatinkan, tambahnya, di tengah belum mampu mengendalikan penyebaran covid-19, saat ini varian baru virus korona dari India...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Citarum Mulai Harum

  Sudah tiga tahun Sungai Citarum dikeroyok. Sampah mulai berkurang, air terlihat lebih bersih.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya