Kamis 22 April 2021, 18:46 WIB

KLHK Sita Puluhan Satwa Dilindungi di Bali

mediaindonesia.com | Humaniora
KLHK Sita Puluhan Satwa Dilindungi di Bali

Ist/KLHK
Tim Operasi Gabungan Balai Gakkum KLHK berhasil menyita 24 ekor burung tergolong jenis yang dilindungi.

 

 

TIM Operasi Gabungan Balai Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Jabalnusra) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Polda Bali dan TNI berhasil menyita 24 ekor burung tergolong jenis yang dilindungi, dan mengamankan pria berinisial INS,47, di Desa Jln Kartika Plasa, GG Manga BR Anyar, Kuta, Bali, Rabu (21/4/2021). 

Burung-burung yang disita 2 ekor kakatua seram, 8 ekor kakatua putih jambul kuning, 7 ekor nuri bayam, 2 ekor nuri kepala hitam, 3 ekor jalak putih, 2 ekor jalak bali. Burung dilindungi itu dititip-rawat di Taman Konservasi Satwa Tabanan.

Tim operasi gabungan telah menyerahkan kasus ini ke penyidik Balai Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra untuk proses penyidikan lebih lanjut. 

Kepala Balai Gakkum Wilayah Jabalnusra, Muhammad Nur pada keterangan tertulisnya, kamis (22/4/2021) menyampaikan bahwa saat ini penyidik masih mendalami modus operandi kasus ini untuk mencari dan menelusuri jaringan perdagangan satwa dilindungi tersebut.

Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan Kementerian LHK, Sustyo Iriyono menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas setiap pengedar satwa dilindungi.

"Kami juga menghimbau agar masyarakat memantau dan mengawasi peredaran satwa dilindungi, juga melaporkan ke Balai Gakkum KLHK atau Ke BKSDA," terang Sustyo.

Sustyo menambahkan,“Kami akan bekerjasama lebih intensif dengan berbagai lembaga, otoritas dan masyarakat untuk mendukung gerakan bersama penurunan kejahatan perdagangan illegal dan perburuan Tumbuhan Satwa Liar dilindungi di seluruh lokasi di Tanah Air."

Penyidik akan menjerat pelaku dengan Pasal 21 Ayat 2 Huruf a Jo. Pasal 40 Ayat 3, Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, dengan ancaman hukum penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp 100 juta. 

Operasi gabungan ini berawal dari pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti dengan pengumpulan data dan informasi sejak tanggal 19 April 2021. Hasil dari pengumpulan data dan informasi dipastikan ada usaha penampungan satwa dilindungi di Desa Jln Kartika Plasa, GG Manga, BR Anyar, Kuta, Bali. Operasi Gabungan dilaksanakan 21 April 2021.(RO/OL-09)

Baca Juga

Medcom.id.

Kemenkes: 59 Warga Asal India Positif Covid-19

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Kamis 06 Mei 2021, 13:56 WIB
Ke-26 kasus positif tersebut, lanjutnya, di antaranya dideteksi dari para pelaku perjalanan dari India pada 10 hingga 25 April...
DOK BAZNAS

Jaga Netralitas, BAZNAS Perpanjang Kerja Sama dengan Bawaslu

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 06 Mei 2021, 13:39 WIB
Sinergi kedua lembaga tersebut ditandai dengan penandatanganan...
ANTARA/ Indrianto Eko Suwarso

Tansformasi Sektor Riset Tidak Sekadar Ganti Baju

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 06 Mei 2021, 13:35 WIB
BRIN akan menjadi fasilitator dan enabler industri lokal dalam melakukan pengembangan produk berbasis riset, dan menciptakan industri...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Citarum Mulai Harum

  Sudah tiga tahun Sungai Citarum dikeroyok. Sampah mulai berkurang, air terlihat lebih bersih.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya