Rabu 14 April 2021, 11:42 WIB

Bibit Siklon Muncul Sepekan Ke Depan, BMKG: Jangan Anggap Sepele

Atalya Puspa | Humaniora
Bibit Siklon Muncul Sepekan Ke Depan, BMKG: Jangan Anggap Sepele

ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
Pengendara sepeda motor menerobos banjir yang menutup jalan di Komplek Puri Cilegon, Margasana, Kramatwatu, Serang, Banten, Sabtu (3/4).

 

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi Bibit Siklon Tropis 94W yang mulai tumbuh di wilayah Samudera Pasifik sebelah utara Papua, Senin (12/4).

Berdasarkan citra satelit Himawari-8, diketahui bibit siklon tropis tersebut memiliki kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya mencapai 30 knot (56 km/jam) dengan tekanan dipusatnya mencapai 1006 mb.

“Dari perhitungan kami, potensi untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam beberapa hari ke depan sangat tinggi, ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, Rabu (14/4).

Dwikorita mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem (puting beliung, hujan lebat disertai kilat dan petir, hujan es, dan lain-lain).

Selain itu juga dampak yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin dalam satu minggu ke depan.

“Khusus kepada pengguna transportasi laut dan nelayan perlu meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan aktivitas pelayaran karena adanya ancaman gelombang tinggi akibat siklon yang mencapai 4-6 meter. Kami mohon tidak menganggap sepele adanya bibit siklon ini,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menerangkan sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak Bibit Siklon Tropis 94W meliputi Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua. Selain itu, ada pula wilayah dengan level waspada untuk potensi banjir bandang pada dua hari ke depan, yakni Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Selanjutnya, gelombang tinggi sekitar 1,25 sampai 2,5 meter berpeluang terjadi di Laut Sulawesi bagian tengah dan timur, Perairan utara Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud, Laut Maluku, Perairan utara dan timur Halmahera, Laut Halmahera, Samudera Pasifik utara Halmahera.

Sementara, gelombang tinggi 2,5 hingga 4,0 meter berpotensi terjadi di Perairan Raja Ampat - Sorong, Perairan Manokwari, Perairan Biak, Teluk Cendrawasih, Perairan Jayapura - Sarmi, Samudera Pasifik utara Papua Barat. Adapun gelombang setinggi 4,0 hingga 6,0 meter berpeluang terjadi di Samudera Pasifik utara Papua. (Ata/OL-09)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Galih Pradipta

LLDikti Wilayah III Jakarta dan Universitas Gunadarma Gelar Vaksinasi Booster

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 25 Januari 2022, 14:31 WIB
Akselerasi program vaksinasi terus dilakukan oleh pemerintah. Selain itu juga, masyarakat harus waspada dengan terus disiplin menerapkan...
dok.humas

HGN 2022: Bulog Salurkan 6 Ton Beras Bervitamin ke Jabodetabek dan Jateng

👤Muhammad Fauzi 🕔Selasa 25 Januari 2022, 13:46 WIB
DALAM rangka peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) tahun 2022, Perum BULOG menyalurkan beras fortivit sebanyak 6 ton ke 12 yayasan di...
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

UMKM Kopi Dorong Kesuksesan Program Perhutanan Sosial

👤Atalya Puspa 🕔Selasa 25 Januari 2022, 13:02 WIB
"Kegiatan ini sangat mendorong usaha perhutanan sosial. Karena ini sangat mendorong aktualisasi upaya hulu ke hilir pengelolaan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya